Comparison Porsche Macan vs BMW X5: Pilih yang Mana?

JAKARTA, Carvaganza - Mobil yang Anda pakai bisa menggambarkan siapa Anda. BMW X5, mid-size SUV (Sport utility Vehicle) seharga Rp 1,7 miliar bisa menjadi monumen kesuksesan perjalanan hidup. Desain yang mewah, interior bertabur gawai berteknologi tinggi dan kabin yang lapang serta nyaman bak kereta kencana yang siap mengantarkan kemanapun Anda pergi dengan penuh rasa kebanggaan. Apalagi, rasa kesenangan duduk di depan kemudi khas BMW yang sangat mengasyikan.

Tapi ada satu SUV lain yang harganya memang lebih mahal namun dijamin akan membuat Anda merasakan kepuasan hidup yang jauh lebih tinggi. Mobil itu adalah Porsche Macan.

Jangan protes dulu. Memang secara segmentasi dimensinya, BMW X5 satu kategori lebih besar dibanding Porsche Macan. Ada banyak alasan mengapa mobil ini di Indonesia menjadi lebih mahal dari BMW X5. Tapi sekarang saya akan mengajak Anda mengenal lebih dalam Porsche Macan dan mencari tahu, mengapa mobil sport ini pantas menjadi simbol kebahagian Anda.

Desain Porsche Macan vs BMW X5

Porsche Macan vs BMW X5

Pertama, lihat parasnya. Sejak dulu Porsche telah membuktikan dirinya tak ingin diatur orang lain. Alih-alih mengikuti trend desain yang terus berubah, Porsche memilih untuk mempertahankan gaya konservatifnya sejak dulu. Tradisi bahasa desain Porsche yang klasik menjadi nilai eksentrik yang justru tak bisa ditiru mobil lain.

Lihat saja siluet atap hingga lekukan tubuh yang nyaris tak bersudut. Kontras sekali dengan kesan berotot BMW X5 yang dipenuhi garis tegas di sekujur tubuh. Meski begitu justru desain keseluruhan mobil ini tetap terlihat agresif. Proporsinya bak kucing hutan yang siap menerkam mangsanya. Pantas nama mobil ini terinspirasi dari spesies Panthera Pardus yang dalam bahasa Indonesia disebut Macan.

Porsche Macan vs BMW X5

Rumah lampu utamanya membulat, ini sudah jadi ciri khasnya sejak dulu. Walau berkesan oldskool, tapi di dalamnya terdapat lampu utama LED lengkap dengan lampu berkendara siang hari tiga dimensi.

Sisi sampingnya menunjukkan dirinya sebagai SUV sejati. Ground clearance setinggi 190 mm bisa dinaikan lagi 40 mm untuk pemakaian offroad karena Macan pakai suspensi udara. Tak perlu khawatir bodi limbung, ketinggian bodi juga bisa diturunkan. Tampilan sportif ditunjang velg berdiameter 20 inci.

Porsche Macan vs BMW X5

Bagian belakangnya, Macan tak terlihat seperti SUV. Siluet atap coupe dan garis bahunya sangat seksi. Paling penting, desain lampu kombinasi belakang LED tiga dimensi dengan elemen bernama light strip yang sukses menjadi identitas khas Porsche modern. Secara keseluruhan, bodinya didesain sederhana tak banyak ornamen bahkan tak ada satupun lis krom di eksterior mobil ini.

Berbeda sekali dari BMW. Anehnya, desain Porsche Macan justru jauh lebih mengintimidasi ketimbang BMW X5. Walaupun harus diakui, desain X5 juga tidak jelek. Hanya memang berbeda karakter saja. Daya pikatnya pun ditujukan untuk orang-orang yang berbeda.

Interior Porsche Macan vs BMW X5

Porsche Macan vs BMW X5

Masuk ke dalam kabin Macan, buat yang sudah kenal pasti paham betul interior Porsche. Kalau belum, jangan kaget menemukan konsol tengah penuh tombol mirip kokpit pesawat. Tak hanya kontrol kendaraan diposisikan mudah dijangkau oleh pengemudi saat berkendara, sporty seat juga menjamin kesenangan mengemudi yang tiada duanya. Apalagi setelah Anda menggenggam lingkar kemudinya. Rasanya benar-benar seperti duduk di kursi mobil sport.

Porsche Macan vs BMW X5

Posisi berkendaranya berbeda dari X5 yang dirancang sepenuhnya untuk mendukung kemudahan dan kenyamanan berkendara. Posisi duduk X5 tinggi dan rileks khas SUV mewah milyaran rupiah. Tapi ini bukan berarti BMW X5 tak menyenangkan untuk dikemudikan. Hanya memang Macan menjanjikan sensasi berkendara yang lebih sportif. Itupun saat ingin bermanuver dan butuh visibilitas lebih, mudah mengatur posisi berkendaranya. Karena ada pengaturan elektris untuk jok depan dan posisi lingkar kemudi. Setelah itu simpan sebagai memori dan panggil posisi berkendara ideal saat dibutuhkan cukup dengan memencet tombol.

Porsche Macan vs BMW X5

Uniknya nih, menyalakan mesin justru bukan dengan pencet tombol. Tetap kunci cukup dikantong. Tapi ada semacam kenop putar berbentuk kunci untuk menyalakan mesin. Tradisi menghidupkan mesin dengan memutar kunci kontak berhasil dipertahankan. Ini salah satu bukti porsche tak ingin sekedar mengikuti trend perkembangan teknologi.

Panel instrumen kombinasi analog dan MID (Multi Information Display) digital. Beda memang dibanding panel instrumen digital BMW yang besar. Tapi cara konservatif Porsche saya justru lebih suka. Melihat fisik jarum Indikator bergerak-gerak entah kenapa terasa lebih memuaskan. MID digital di balik lingkar kemudi tetap mampu kok menampilkan informasi berkendara yang lengkap. Termasuk layar navigasi.

Porsche Macan vs BMW X5

Toh kalau butuh display navigasi yang besar seperti yang ditampilkan oleh panel instrumen BMW, tinggal lihat ke sistem multimedia layar sentuh 10,9 inci full-HD yang canggih. Head unitnya ini juga berfungsi untuk mengakses pengaturan fungsi kendaraan seperti pencahayaan dan lainnya. Sewaktu memutar musik, audio Bose Surround Sound yang dihasilkan semakin menambah syahdu suasana mengemudi.

Kursi belakangnya pun menawarkan ruang kabin yang cukup. Memang tak seluas BMW X5, maklum secara dimensi saja keduanya berbeda. Tapi duduk di kursi belakang Macan, Anda dijamin akan tetap merasa nyaman. Kalau mobil dipacu secara santun di mode berkendara normal. Tapi jujur, Macan lebih asyik dikemudikan sendiri. Kenapa?

Performa Porsche Macan vs BMW X5

Porsche Macan vs BMW X5

Karena Porsche selalu fokus pada performa. Tak terkecuali Macan. Saat mengendarai mobil ini, Anda seolah menyatu dengan kendaraan. Input di kemudi langsung diterjemahkan secara instan. Bodi yang nurut bikin mengemudikan mobil ini terasa sangat intuitif. Bobot kemudinya asyik sekali. Belum lagi kontak roda dengan permukaan jalan cukup dapat dirasakan di kemudi. Sensasi yang tak mampu dirasakan saat mengemudikan BMW X5.

BMW X5 menawarkan rasa berkendara yang nyaman. Bahkan di mode bekendara Sport sekalipun, kemudinya terasa masih terlalu ringan. Begitupun dengan bantingan suspensinya yang lembut. Ya, karena memang BMW X5 adalah SUV kelas bisnis penunjang mobilitas yang nyaman dan dapat diandalkan untuk beragam tujuan.

Porsche Macan vs BMW X5

Sistem penggerak empat roda Macan didukung struktur rangka yang sudah disempurnakan untuk menciptakan keseimbangan antara kesenangan mengemudi dengan kenyamanan.

Porsche menyediakan beberapa mode berkendara. Tak ada mode ECO. Paling asyik jelas mode Sport+. Mode inilah yang paling sering saya gunakan selama mengendarainya. Percaya atau tidak, ada fitur Launch Control. Cara mengaktifkannya pun mudah. Mobil harus berada di mode Sport+, lalu matikan Traction Control. Injak rem yang dalam dan pedal gas sampai mentok di saat yang bersamaan. Dengarkan suara knalpot standar Macan meraung, lalu lepas pedal rem. Rasakan tubuh dihempas ke belakang dengan sadisnya.

Porsche Macan vs BMW X5

Tak ada habisnya nafas Macan. Setiap berpindah gigi, Macan semakin kencang berlari. Alasannya karena Macan memakai transmisi otomatis dual clutch 7-speed yang sangat cepat pergantian giginya. Tak ada jeda sama sekali.

Menurut klaim, akselerasi 0-100 kpj mobil ini mencatat 6,5 detik. Kecepatan maksimumnya bisa tembus 225 kpj. Performa ini memang bukan yang terbaik, tapi ini adalah Macan entry level. Ia menggendong mesin 2,0 liter turbo yang bertenaga 255 PS dengan torsi puncak 370 Nm. Ternyata kalau dibandingkan dengan mesin BMW X5 yang kami uji ini, catatan performanya tak berselisih sangat jauh.

Porsche Macan vs BMW X5

BMW X5 memakai mesin 6-silinder 3,0 liter Twinturbo yang bertenaga 340 PS dengan torsi puncak 450 Nm. Catatan akselerasinya terpaut 1 detik lebih cepat dari Macan dengan kecepatan maksimum 243 kpj. Memang performa BMW X5 lebih superior. Tapi terus terang saja, sensasi berkendara sport Porsche Macan tak dapat ditandingi. Toh performa Macan sudah cukup memuaskan.

Ada lagi yang paling asyik dari Macan. Unit uji ini dilengkapi GT sports steering wheel yang memiliki switch untuk memindah mode berkendara. Paling hebatnya, ada tombol Sport response button. Maksudnya, kita bisa mengaktifkan mode sport plus sementara hanya dari ibu jari. Begitu tombol ini dipencet, seketika jarum rpm melesat dan knalpot meraung. Selama beberapa detik penyaluran tenaga ke keempat roda menjadi sangat cepat. Ini berguna untuk mendahului kendaraan di depan.

Itulah alasan, mengapa Anda tak akan pernah kecewa menebus Porsche Macan seharga sekitar Rp 2,5 milyar on the road Jakarta. Tak hanya kesenangan mengemudi, SUV praktis ini juga nyaman. Mobi ini tak hanya menunjukkan status sosial. Tapi juga dapat mengeskpresikan personality Anda, sebagai pribadi yang berkelas dan memilih untuk menikmati hidup dengan cara yang tidak membosankan. RIZKI SATRIA

Artikel yang direkomendasikan untuk anda