Begini Ragam Kelebihan Jika Memiliki Hyundai Kona Electric

JAKARTA, carvaganza – Hyundai Kona Electric sudah diluncurkan oleh PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) awal November kemarin di Jakarta. Sebagai mobil listrik murni listrik atau Battery Electric Vehicle (BEV), Kona Electric menyandang baterai lithium-ion 39,2 kWh dan motornya menghasilkan torsi 395 Nm dan tenaga 134 hp 136 Ps. Torsi dan tenaga itu didistribusikan ke roda depan. Untuk satu kali pengisian daya, Kona Electric mampu memiliki jarak tempuh 345 km (berdasarkan NEDC3) dan 289 km(berdasarkan WLTP4) dalam sekali pengisian daya. Dengan kemampuan tempuh seperti untuk sekali pengisian daya listriknya, bisa memenuhi ragam kebutuhan gaya hidup pemiliknya. Pengisian daya penuh dapat dicapai dalam 54 menit dengan pengisian cepat (pengisian nol hingga 80 persen @ 100 kW). Lantas kalau kita membeli Hyundai Kona Electric, seberapa efektifkah jika dipakai sebagai kendaraan harian? Pasalnya, Kona Electric harus bisa dipakai untuk memenuhi kebutuhan konsumennya sebagai alat berpindah. Ia harus bisa untuk dipakai untuk ke kantor, belanja, main golf, ke tempat nongkrong, ke mall dan lain-lain. Artinya mobil Kona Electric harus bisa bermain di kolam yang sama dengan ICE. Baca juga: SUV Listrik Paling Terjangkau Indonesia, Ini Spesifikasi Hyundai Kona Electric

Performa Mesin

Jangan anggap mobil listrik itu bolot atau lemot. Ia bisa melejit secara instan ketika pedal gas diinjak. Artinya tendangan torsinya sudah bisa didapat dari nol rpm. Bayangkan torsinya 395 Nm dan tenaga 134 hp (136 PS). Hyundai Kona Electric juga mampu memiliki jarak tempuh 345 km (berdasarkan NEDC3) dan 289 km(berdasarkan WLTP4) dalam sekali pengisian daya. Meski tidak mengeluarkan suara mesin seperti mobil konvensional, mobil elektrik tidak membosankan. Responnya yang cepat berkat torsi yang instan yang disalurkan melalui all-electric powertrain, membuat berkendara akan sangat menyenangkan. Ingat nggak dulu waktu transmisi otomatis ngetrend di Indonesia? Orang sempat meragukan kemampuan transmisi otomatis. Dibilang boros bensinlah, perawatan mahal lah, tak kuat ditanjakan lah. Buktinya sekarang, penjualan mobil bertransmisi otomatis di daerah urban justru mendominasi. Orang malah lebih suka pakai transmisi otomatis. Nah, mobil listrik nanti juga akan bergeser ke arah itu. Populasinya akan terus meningkat.

Mudah Dioperasikan

Mengendarai mobil listrik, malah justru lebih mudah. Dengan teknologi pintar yang disematkan, mobil menjadi sangat user friendly. Misalnya, Berkat teknologi shift by wire, cukup dengan satu sentuhan saja pada konsol tengah kendaraan, pergantian manuver akan semakin mudah. Baik untuk bergerak maju, mundur, berganti posisi ke netral atau posisi parkir. Teknologi regenerative braking yang dimiliki Kona Electric juga terdepan di kelasnya. Berguna untuk menghentikan laju mobil dan energi dari pengereman digunakan untuk mengisi ulang baterai. Mengemudikan mobil listrik tidak rumit, sama dengan mengoperasikan mobil mesin konvensional, malah lebih gampang.

Perawatan

Perawatan mobil listrik tidak menyulitkan. Pemilik mobil Kona Electric tak perlu sering ke bengkel. Kok bisa? Karena komponen yang berputar di mobil listrik jauh lebih sedikit dibandingkan combustion engine. Di mobil listrik itu umumnya hanya ada baterai dan motor penggerak. Untuk servis berkala, biasanya pada mobil mesin bakar intervalnya per 10 ribu km atau 6 bulan sekali. Kona Electric hanya dalam rentang 15 ribu km atau satu tahun. Palingan yang paling sering diganti rutin adalah filter AC untuk sirkulasi udara di dalam kabin. Selain itu penggantian coolan atau pendingin baterai. Terlebih mobil listrik murni Hyundai bebas biaya perawatan 5 tahun atau 75.000 km. Untuk baterai lithium-ion yang tersemat di mobil di warranty sampai 8 tahun atau 160.000 km. Baca juga: Hyundai Ioniq & Kona Electric Meluncur di Indonesia, Harga Rp600 Jutaan

Pengecasan/Charging

Untuk Hyundai Kona Electric bisa dilakukan pengecasan atau pengisian ulang daya di rumah, atau di manapun selama ada steker dengan portable charger yang disertakan untuk setiap mobil. Namun, Hyundai juga menyediakan charging point di setiap diler. Atau, bisa memanfaatkan berbagai SPKLU. Untuk area Jakarta dan sekitarnya dapat Anda temukan di PLN Distribusi Jakarta Raya, Senayan City Mall, Aeon Mall BSD City, TangCity Mall, dan SuperMall Karawaci. Ada juga stasiun di luar Jabodetabek seperti Bandung, Surabaya, Denpasar, dan Makassar. Nah, bila ternyata kehabisan energi atau terdapat kendala di tengah jalan, HMID siapkan layanan mereka. Selama masa garansi, pengguna dapat memanfaatkan roadside assistance dan Mobile Charging gratis.

Dukungan Pemerintah

Setelah penjabaran tentang kelebihan Kona Electric di atas, kini kita bicara soal aturannya bagaimana. Pasalnya tanpa aturan yang jelas, memiliki mobil listrik bisa bikin isi kantung robek, karena pajaknya yang tinggi. Pemerintah Indonesia sudah menargetkan pada tahun 2025 mendatang, 20 persen penjualan mobil di negeri ini adalah mobil listrik. Bukan cuma di Indonesia, pemerintah di negara-negara lain pun sedang mendorong eksistensi mobil listrik agar populasinya semakin membesar. Mereka pun melahirkan sejumlah aturan yang mempermudah kepemilikan mobil listrik. Pemda DKI Jakarta telah menerbitkan Pergub No 3 tahun 2020 yang membebaskan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) sehingga membuat harga OTR bisa rendah itu. Di samping itu, pajak tahunan dipastikan lebih rendah. Sesuai Permendagri No 8 tahun 2020, Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) mobil listrik ditetapkan paling tinggi 30 persen dari tarif normal. Yang jelas, pengeluaran untuk perpanjangan STNK tidak akan semahal mobil Rp 670 jutaan. Jauh di bawah itu. Insentif lainnya adalah kemudahan pembelian dengan DP minimal nol persen. Juga tak kalah menarik adalah fasilitas non fiskal. Mobil listrik juga tidak akan kena kebijakan ganjil genap, jadi bebas menembus kawasan-kawasan terbatas.

Harga Terjangkau

Hyundai Kona Electric dibanderol Rp 674.800.000 on the road Jakarta. Harga tersebut merupakan harga mobil full elektrik yang paling terjangkau jika dibandingkan mobil-mobil sekelas di segmennya. Source: Hyundai Indonesia, Youtube Hyundai Indonesia EKA ZULKARNAIN

Artikel yang direkomendasikan untuk anda