Beranda New Cars SUV Listrik Paling Terjangkau Indonesia, Ini Spesifikasi Hyundai Kona Electric

SUV Listrik Paling Terjangkau Indonesia, Ini Spesifikasi Hyundai Kona Electric

JAKARTA, Carvaganza.com – Hyundai Motors Indonesia (MID) telah mendobrak pasar otomotif Indonesia dengan meluncurkan langsung dua mobil listirk, Hyundai Ioniq dan Kona Electric. Keduanya dipasarkan dengan harga sangat menarik, di rentang Rp600 jutaan. Jika melihat tren pasar saat ini, tentu Kona sebagai SUV kompak akna lebih dilirik oleh konsumen. Lalu apa saja keunggulan dari Kona Electric?

Kedatangan Hyundai Kona dan Ioniq Electric ditugaskan sebagai pembuka jalur mobilitas masa depan ramah lingkungan. Seperti dipaparkan President Director Hyundai Motors Indonesia Sung Jong Ha. “Dengan bangga kami perkenalkan dua mobil listrik murni dari Hyundai yang akan menjadi solusi bagi mereka yang selalu ingin menjadi yang terdepan dalam inovasi. Kami berkomitmen untuk memulai ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, berkontribusi pada kualitas hidup masyarakat dan menjadi Game Changer dalam teknologi mobilitas ramah lingkungan.” Jelasnya.

Kona sendiri bukanlah barang asing di market Tanah Air. Menjadi wakil Hyundai untuk bertarung di segmen crossover kompak. Pun model EV tidak benar-benar baru datang juga, mengingat sebelumnya sudah sempat dibawa menghadap Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI, Agustus lalu. Kedatangannya tidak terlalu mengejutkan, memang. Namun yang jelas, kini sang crossover telah resmi dipasarkan dengan banderol Rp674,8 juta (OTR Jakarta).

Wujud versi EV tidak benar-benar berbeda ketimbang model standar. Pahatan tubuh mirip hanya saja dibuat menyesuaikan jiwa elektris. Misal di depan, rongga grille besar diganti panel tertutup lantaran jantung elektrik tidak perlu bernapas sehebat peminum bensin. Sekaligus juga mendukung kemulusan aliran udara di bodi mobil. Sementara itu, bagian lainnya ikut beradaptasi. Contoh polesan wajah Lebih simple dan futuristis tanpa cladding hitam yang dilanjut membungkus lampu.

Di belakang mungkin tidak begitu menyuarakan diferensiasi. Tetap melekat plastik hitam sebagai bezel lampu dari area sepatbor. Sebagai penegas paling lewat emblem “Electric” dan ketidakhadiran dari lubang knalpot. Terakhir, velg 17 inci bergaya streamline kipas angin dan tertutup (aero wheel) menjadi elemen spesifik di model listrik.

Atas rancangan ini, ada penyesuaian pada dimensi Kona EV. Dicatatkan panjang 4.180 mm, lebar 1.800 mm, dengan tinggi 1.555 mm. Hanya sedikit lebih panjang dan rendah. Sebagai bahan perbandingan saja, model konvensional diukur 4.165 x 1.800 x 1.565 mm (PxLxT). Di samping itu, versi Kendaraan Bermotor Listrik (KBL) murni dipastikan lebih berat lantaran ia menggendong unit lithium-ion polymer battery.

Meski begitu, penambahan bobot diimbangi kekuatan memacu sebuah motor listrik. Ia datang dalam format baterai 39,2 kWh sebagai energi untuk menggerakkan Permanent Magnet Synchronous Motor (PMSM). Torsinya berlimpah ruah, sampai 395 Nm. Ya, di skenario motor pembakaran internal, tentu memerlukan upaya ekstra untuk menghasilkan output sebesar itu. Tapi tidak bagi motor listrik karena memang begitulah karakteristiknya. Harapannya, seluruh torsi ditendang secara instan bersama lontaran tenaga 134 hp.

Oke, output tenaga terbilang besar. Namun yang menjadi pertanyaan adalah: seberapa praktis? Minimal tidak perlu terlalu khawatir terkait pengisian ulang baterai di tengah perjalanan. Ia dibekali dengan charger portable sehingga dapat diisi dari soket listrik di rumah. Pun Hyundai menjanjikan tempat pengisian ulang daya di setiap diler resmi. Atau, bisa juga menghampiri SPKLU bikinan PLN.

Nah, dari satu kali pengisian penuh, Kona Electric diklaim sanggup menempuh jarak hingga 345 km berdasarkan siklus perhitungan NEDC (New European Driving Cycle).

Kelengkapan Fitur

Seolah menjadi pembuka pintu menuju mobilitas masa depan, Kona tentu membawa fitur kekinian. Misal di luar, fitur hemat energi sudah sewajarnya diadopsi mobil listrik. Kona sendiri dibekali set penerangan full LED. Mulai dari headlamp berisi fungsi Auto Light Control, DRL, hingga ke lampu kombinasi belakang. Nuansa prestisius kemudian sedikit disuarakan oleh eksistensi sunroof.

Masuk kabin, mata langsung disuguhi desain dasbor Kona standar hanya saja lebih futuristis. Terlihat simpel dengan konsol tengah tinggi dan tanpa tuas mencuat. Sebagai informasi, perpindahan giginya dilakukan via tombol. Sensasi canggih lainnya ditampilkan melalui Heads Up Display (HUD) untuk pengemudi. Sementara itu, hiburan datang dari sistem infotainment 7 inci di tengah dasbor. Urusan material kabin tidak dibiarkan tampil standar juga, joknya telah dibungkus oleh material leather hitam.

Hal penting dari setiap berkendara terkait dengan keselamatan penumpang. Tak terkecuali mobil listrik dengan segala paparan risiko berbeda ketimbang mobil konvensional. Takut nyetrum karena kehujanan? Hal itu tidak perlu dikhawatirkan lagi karena tentu ia sudah melewati berbagai tahapan pengembangan.

Terkait keselamatan berkendara, pos handling diisi beberapa peranti perlindungan. Termasuk di dalamnya Anti-lock Braking System (ABS), Electronic Stability Control (ESC), dan Hill Assist Control (HAC). TPMS ikut meramaikan daftar sebagai informan tekanan angin ban. Sementara di sektor keselamatan pasif, Hyundai bekali Kona dengan airbag enam titik.

Siapa Rivalnya?

Harga mobil listrik mungkin belum bisa dibuat serendah mobil bermesin konvensional. Dalam pandangan umum mungkin banderol Rp674,8 juta masih terlalu tinggi untuk sebuah SUV mungil. Tapi perlu diingat teknologi pemacu di dalamnya, Kona menjadi salah satu kontestan termurah di pasaran. Pun belum ada kompetitor setara.

Namun secara teknologi, harga, dan jenis body, Nissan Kicks e-Power cukup dekat untuk bersaing dengan Kona Electric. Meski sebenarnya bukan kendaraan niremisi sebab menggendong internal combustion engine sebagai generator listrik. Tapi setidaknya ia menawarkan sensasi berkendara EV sekaligus menjadi jembatan menuju era elektrifikasi. Sementara Hyundai, mereka adalah pintu di ujung jembatan itu dengan harga yang relatif terjangkau.

Guna menambah keyakinan konsumen, pembelian mobil listrik Hyundai dipaketkan dengan pemasangan AC charger (gratis sampai 31 Desember), beragam garansi dan free service. Termasuk di dalamnya layanan mobile charging gratis, bebas biaya perawatan selama 5 tahun atau 75 ribu km, garansi baterai 8 tahun atau 160 ribu km, dan garansi dasar selama 3 tahun atau 100 ribu km.

AHMAD KARIM

Video Terbaru Youtube Carvaganza

Video Terbaru Youtube The Official Oto

Last Updates

Elon Musk Jadi Orang Terkaya Kedua Di Dunia, Tesla Semakin Bersinar

JAKARTA, carvaganza – Ragam terobosan yang dilakukan oleh Elon Musk telah menempatkan dirinya sebagai orang terkaya di dunia kedua. Kekayaannya sekarang mengalahkan Bill Gates,...

ROAD TEST: MINI JCW 3 Door 2020, Hot Hatch Tanpa Basa-Basi

JAKARTA, Carvaganza.com - Bicara soal merek BMW, kita pasti akan langsung terpikir soal pabrikan premium yang lebih kuat karakter kesenangan berkendaranya dibandingkan para rival....

Ingin Tampil Beda? Ini Aksesoris yang Bikin MG ZS Anda Makin Gaya

JAKARTA, Carvaganza -- MG Motor Indonesia mengandalkan MG ZS sebagai salah satu jajaran produk yang ditawarkan untuk konsumen Indonesia. SUV ini punya desain menarik...

Cerita Dibalik 15 Mobil Legendaris Yang Pernah Dikoleksi Elvis Presley Sebelum Wafat

JAKARTA, Carvaganza.com – Elvis Aaron Presley, bukanlah penyanyi dan aktor biasa. Lahir di Tupelo, Missisippi, Amerika Serikat (AS) pada 8 Januari 1935, di masanya...

Belum Mampu Beli Bugatti? Jangan Ciut, Ada Versi Juniornya

MOLSHEIM, carvaganza.com – Bugatti itu brand mobil yang super mahal. Unit yang dibangun tak banyak dan pembelinya pun berasal dari piramida paling puncak. Tapi...