Banyak Salah Persepsi Gunakan Mode Manomatic Tuas Transmisi Otomatis, Begini Penjelasannya

JAKARTA, Carvaganza – Kami mengajak Anda untuk membayangkan ketika sedang mengendarai sebuah mobil yang dilengkapi transmisi otomatis. Tiba-tiba ada keinginan untuk mengambil alih kendali transmisi secara manual tanpa menggunakan paddle shift di belakang kemudi. Pasti Anda pernah menggeser tuas transmisi dengan mode manualnya ke arah yang salah. Kalau penggemar motorsport atau mobil balap pasti menganggap menambah rasio gigi adalah ke bawah dan sebaliknya. Sedangkan jika pengguna mobil pada umumnya akan lebih memilih untuk tidak pusing dengan mode ini, toh sudah ada transmisi otomatis. 

Pada beberapa mobil khusus balap dengan transmisi otomatis mode manualnya adalah ke bawah untuk berakselarasi dan ke bawah untuk deselerasi. Hal tersebut diklaim lebih masuk akal secara fisika dan lebih umum. Meski demikian beberapa pabrikan saat ini malah melakukan hal yang tidak umum bagi pecinta mobil, mereka menaruh tuas transmisi otomatis dengan mode manual yang sebaliknya dari sebuah mobil balap. Ternyata, perdebatan tersebut ada alasannya, meskipun bagi seorang penggemar mobil balap ini adalah hal yang membingungkan. 

Contoh pertama adalah Toyota Camry dengan transmisi otomatis yang terdapat pada gambar, tanda plus (+) diposisikan di atas dan tanda minus (–) ditempatkan di bawah. Secara umum memang kendaraan ini didesain untuk masyarakat urban yang tidak mau repot lagi soal mengendarai mobil. Mereka akan lebih condong untuk mengendarai dengan transmisi berada di posisi D.

MINI JCW GP Inspired Edition

Para pengendara saat ini akan mengganggap bahwa mode manual pada transmisi otomatis itu hanya untuk menurunkan atau menaikan gear saat dibutuhkan. Tidak ada hal-hal menarik atau kenikmatan apapun yang didapatkan dari sebuah mode manumatic. 

Padahal bagi sebagian pengendara yang lain beradu tangkas dengan tuas transmisi akan terasa menyenangkan. Hal tersebut terbukti pada Toyota GR Supra 2019 yang mendesain tuas transmisi otomatisnya dengan berorientasi pada mobil balap. Di tuas transmisi otomatisnya, tanda + berada di bawah sedangkan tanda – berada di atas. Dikutip dari thedrive.com, bagi pecinta otomotif downshifting juga bisa sebagai cara untuk berdeselerasi atau untuk mengambil ancang-ancang melesat lewat momentum putaran mesin di gigi rendah. 

Toyota Camry tidak sendirian, beberapa pabrikan seperti Audi, Volkswagen bahkan Chevrolet juga mendesain tuas transmisinya tidak berorientasi pada mobil balap. Terlihat biasa saja buat pengguna mobil pada umumnya, tapi terlihat aneh bagi para pecinta mobil sport. Bahkan tuas transmisi otomatis dengan mode “aman” ini juga tampak pada Chevrolet Camaro yang diketahui sebagai mobil sport dengan performa yang mumpuni. Bahkan sekelas Audi yang kita tahu sebagai pabrikan yang sangat dekat dengan motorsport malah mendesain tuas transmisinya yang tidak umum buat para pecinta mobil seperti Anda atau saya. Kalau tidak percaya lihat saja bagaimana mode manual pada transmisi otomatis Audi R8.

gear knob

Tetapi pihak Audi pernah menjelaskan bahwa gearbox atau transmisi otomatis pertama kali dibuat menggunakan sistem P, R, N dan D. Sedangkan kontrol manual hanya penambahan saja dan cukup jarang digunakan oleh pengguna mobil saat ini. Pada umumnya pengendara ini terbiasa dengan perpindahan manual pada transmisi otomatis dengan ke bawah untuk menurunkan rasio gear dan ke atas untuk meningkatkan rasio gear. 

Thedrive.com juga menjelaskan ada baiknya pabrikan hanya menaruh tuas transmisi otomatis untuk mode pengendaraan saja. Sedangkan jika seseorang mau berpindah dengan pengaturan manual baiknya menggunakan paddle shift agar lebih aman. Dibandingkan nantinya seorang pengemudi biasa salah melakukan upshift saat menggunakan mobil sport seperti Toyota Supra.
ALVANDO NOYA / WH

Sumber: The Drive

Artikel yang direkomendasikan untuk anda