Wow, Tesla Raup Pemasukan Besar di Kuartal 3 Tahun 2020

NEW YORK, carvaganza.com – Tak disangka-sangka ternyata pabrikan mobil listrik Tesla meraup untung besar sepanjang 2020 ini. Padahal, banyak orang berspekulasi, sektor otomotif Tesla masih merugi karena begitu banyak investasi yang ditanamkan Elon Musk.

Kabar keuntungan yang diraih Tesla itu diumumkan secara resmi oleh pabrikan, tiga minggu setelah kuartal ketiga 2020 berakhir. Tesla baru berani buka suara soal kondisi finansialnya.

Dalam siaran resmi, Tesla mengumumkan meraup pemasukan lebih dari US$ 8,77 milyar sepanjang kuartal ketiga 2020 (sekitar Rp 100 trilyun). Sekaligus rekor tertinggi triwulanan yang pernah diraih Tesla. Atau naik sekitar 5 persen dibandingkan dengan triwulan kedua 2020.

Baca juga: Tesla Kembangkan Baterai Baru Demi Mobil Listrik Murah

Elon Musk


Dari total pendapatan tersebut, US$ 7,6 milyar berasal dari bisnis otomotif dan US$ 397 juta dari penjualan regulatory credits. Penjualan regulatory credit tersebut naik 196 persen dibandingkan tahun 2019, atau meningkat 42 persen dibandingkan triwulan kedua. Yang terpenting dari laporan ini adalah, selama lima triwulan berturut-turut Tesla membukukan keuntungan yang cukup signifikan yang diraih tanpa harus menggunakan hutang.

Pendapatan triwulanan ini tidak terlalu mengejutkan. Pasalnya, angka pengiriman mobil Tesla ke konsumen terhitung sejak awal September mencapai angka tertinggi dalam sejarahnya. Tercatat 139.300  mobil, mayoritas sudah diterima oleh konsumen. Sepanjang 2020 berjalan, Tesla telah memproduksi 318.350 unit mobil dari rencana memproduksi 500 ribu unit mobil sampai akhir tahun ini. Artinya, pada kuartal keempat tahun ini Tesla memproduksi hampir 2.000 unit mobil per hari.

Menurut Elon Musk, margin yang diperoleh Tesla dari setiap produk juga meningkat drastis. Hal itu ikut mendorong penurunan biaya produksi sehingga berefek pada skala keekonomisan. Misalnya, harga Tesla Model 3 pada awal tahun ini turun, bahkan Tesla memangkas harga Model S seminggu yang lalu. Harga varian termurahnya menjadi US$ 69.420, sekaligus penurunan kedua dalam seminggu. Bahkan Musk mengumumkan bahwa Model Y juga akan mengalami penurunan harga, mengikuti Model 3.

Baca juga: Jawab Tantangan Lucid Motors, Tesla Kenalkan Model S Plaid

Performa finansial Tesla yang semakin bagus ini membuka mata kalangan industri penghasil mobil listrik. Masa depan industri ini semakin cerah. Penggunaan regulatory credit menurun, pengiriman mobil naik dan line-up produk di masa depan akan terus bergerak membengkak. Apalagi kalau fasilitas produksi Tesla yang baru di Austin sudah jadi.

Tesla sendiri sudah mengingatkan para pemegang saham untuk mengeluarkan biaya kisaran US$ 2,5 milyar lagi untuk memperluas aset perusahaan dan pembangunan pabrik raksasa di Texas dan Jerman. Planning ini akan disampaikan dalam rapat pemegang saham dan investor pada akhir tahun 2020.

Tesla kelihatannya tak akan kesulitan mengumpulkan dana segede itu. Pasalnya, akumulasi cash yang dimiliki mengalami kenaikan menjadi US$ 14,5 milyar. Atau meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan kuartal kedua sebesar US$ 5,9 milyar. Apalagi penjualannya sahamnya juga sedang melonjak tinggi di bursa.

EKA ZULKARNAIN

Artikel yang direkomendasikan untuk anda