VIDEO: Perkembangan Desain Mobil, Dari Ikonik Jadi 'Seragam'

JAKARTA, Carvaganza – Mobil-mobil dari masa lampau, yang punya desain khas dan ikonik selalu mendapat nilai lebih di mata para penggemar dan pecinta otomotif. Bahkan tanpa harus menjadi pecinta mobil tertentu, jika punya desain yang ikonik pun akan bisa dengan mudah dikenal oleh kaum awam. Tak heran kalau tidak sedikit mobil yang punya desain long lasting sampai sekarang, meski tahun produksi muda sekalipun.

Contohnya seperti Porsche 911, Jeep Wrangler, Mercedes-Benz Gelandewagen, dan MINI Cooper. Itu adalah beberapa contoh mobil yang sampai saat ini masih beredar dan diproduksi, dengan mempertahankan gaya desain  awalnya meski diikuti kompromi sana-sini. Dengan desainnya tersebut, orang-orang mudah mengenali dan jatuh hati ketika melihatnya.

Saking terkenal dan ikoniknya, bahkan model-model lama baik dari 911, Wrangler, G-Class dan sebagainya telah menjadi buruan para kolektor di dunia. Seiring waktu, desain yang ikonik ini bergeser dari mobil yang awalnya diproduksi mainstream menjadi model yang premium dan tak jarang diproduksi eksklusif dengan jumlah yang terbatas.

Porsche 911 Turbo

Di saat mobil-mobil dengan desain ikonik terus dipertahankan dengan nilai jual dan subyektivitas yang semakin tinggi, setiap pabrikan otomotif juga kini kompak menciptakan gaya desainnya masing-masing. Contohnya untuk bahasa desain, tidak ada pabrikan sekarang yang tidak punya bahasa desainnya sendiri. Tujuannya adalah agar produk dari setiap pabrikan mudah dikenali oleh para konsumen, yang kemudian menciptakan kalangan penggemar masing-masing.

Kita ambil contoh Toyota dengan Keen Look, Mazda dengan Kodo Design, Honda dengan Solid Wing Face, serta gaya Dynamic Shield milik Mitsubishi. Setiap pabrikan punya cara dan gayanya sendiri untuk mudah dikenali, terlebih agar menarik perhatian para konsumen. Baik dari sisi estetika, performa, keselamatan, bahkan teknologi turut diperhitungkan pabrikan dalam merancang produknya dengan desain yang identic tersebut.

Mercedes-G-Class-2019

Tapi, sadarkah kalau ragam bahasa desain yang dipakai masing-masing pabrikan ini di sisi lain juga membuat setiap produknya semakin mudah diprediksi. Walaupun memang tujuannya adalah efisiensi dalam produksi, tentu akan tiba masanya di mana desain yang seragam ini akan membuat konsumen jenuh atau bosan. Ya tentunya itu akan kembali lagi pada selera masing-masing konsumen atau pengguna.

Yang jelas, dengan tren yang terjadi saat ini, setiap pabrikan tleah berhasil untuk megnembangkan lini produknya dan semakin mudah juga dikenali masyarakat. Apakah ini tren yang ideal atau justru lebih baik kembali ke tradisi lama?
WAHYU HARIANTONO

Artikel yang direkomendasikan untuk anda