VIDEO: Drag Race Mobil F1 Lawan Hypercar, Ini Pemenangnya!

JAKARTA, Carvaganza – Mobil balap Formula 1 sudah beberapa kali diadu untuk drag race untuk melawan kendaraan-kendaraan tercepat di bidangnya masing-masing. Beberapa kali melawan pesawat jet tempur, juga superbike dengan tenaga buas. Tapi yang sampai saat ini masih jarang, adalah mengadu mobil F1 dengan mobil jalan raya terkencang di era modern.

Akhirnya hal tersebut terjadi. Carwow berhasil menyandingkan sebuah mobil F1 dengan sebuah hypercar yang menadi benchmark saat ini, yaitu Bugatti Chiron. Mobil balap terkencang di muka bumi melawan mobil produksi terkencang di jalan raya. Ternyata, drag race ini memberikan hasil yang bisa dibilang mengejutkan.

Mobil balap F1 yang digunakan adalah Red Bull RB7 yang digunakan untuk musim 2011 dan memenangkan gelar juara dunia ganda bersama Sebastian Vettel. Mobil tersebut mendominasi musim 2011 dengan meraih total 12 kemenangan dari 19 grand prix digelar. Masing-masing kemenangan adalah 11 dari Vettel dan 1 dari Mark Webber.

Red Bull RB7

Secara spesifikasi, RB7 menggendong mesin V8 2.4 liter naturally-aspirated yang didukung sistem hybrid bernama KERS (kinetic energy recovery system). Mesin yang mampu melengking sampai 18.000 rpm itu menghasilkan total tenaga 750 hp. Transmisi F1 semi otomatis dual-clutch 7-percepatannya terhubung ke roda belakang, dan kemampuan akselerasi 0-100 km/jamnya diklaim kurang dari 3 detik.

Dengan bobot kosong minimum 640 kg, RB7 melawan Chiron yang bobotnya tiga kali lipat lebih tepatnya 1.995 kg. namun hypercar bergaya grand tourer ini memiliki tenaga 1.479 hp yang dihasilkan oleh mesin W16 quad-turbo berkapasitas 8.0 liter. Nyaris empat kali lipat kapasitasnya dibanding V8 milik RB7!

Pada drag race ini, sosok dibalik kemudi mobil F1 dipercayakan kepada David Coulthard, mantan pembalap Red Bull yang pernah 13 kali memenangkan grand prix selama karirnya di F1. Meski di atas kertas tenaga dan bobot keduanya terpaut jauh, pertarungan ini lebih kepada mengadu power-to-eight ratio.

Drag race dilakukan dalam dua metode terpisah; standing start dan rolling start. Saat menggunakan standing start, RB7 yang meski berpenggerak roda belakang saja mampu langsung melesat berakselerasi meninggalkan Chiron. Bobot yang ringan dan traksi ban slick Pirelli membantu RB7 untuk unggul pada kesempatan ini.

Bugatti Chiron

Namun keadaan berubah saat drag race dengan rolling start. Memulai balapan dengan sama-sama melaju 50 mil/jam (80 km/jam), RB7 seketika meninggalkan Chiron begitu gas diinjak penuh. Dalam jarak balapan 0,25 mil RB7 berhasil unggul dengan selisih signfikan. Tapi, begitu menuju setengah mil sisanya, Chiron mulai bereaksi ketika keempat turbonya bekerja maksimal. Menyentuh finish di jarak 1 mil, Chiron berhasil menyalip RB7 dengan jarak tipis dan top speed 205 mil/jam (330 km/jam) ditunjukkan.

Selain tenaga dari empat unit turbo yang bekerja maksimal melawan mesin naturally-aspirated, RB7 harus menyerah dari Chiron karena perangkat aerodinamikanya tidak adaptif. Bandingkan dengan Chiron, saat kecepatan tertentu sayap belakangnya bisa bergerak otomatis untuk mengendalikan downforce ideal di setiap kecepatan.

Akhirnya, duel mobil F1 melawan hypercar, terjawab sudah hasilnya! Saksikan videonya di bawah ini.
WAHYU HARIANTONO

Sumber: CarWow

Artikel yang direkomendasikan untuk anda