Toyota Bersama Universitas Stanford Bikin Supra Otonom Yang Bisa Ngedrift Sendiri

JAKARTA, CARVAGANZA - Konsep mobil otonom adalah memberikan kemudahan mobilitas bagi umat manusia di masa depan. Mobil yang bisa berkendara tanpa pengemudi sebetulnya bukan teknologi baru. Hampir setiap produsen mobil tengah getol mengembangkan teknologi swakemudi untuk kendaraannya. Beberapa bahkan sudah menerapkannya, seperti fitur Autopilot Tesla. Namun Toyota sepertinya ingin bersenang-senang dengan teknologi baru ini.

Beberapa waktu lalu, Toyota Research Institute (TRI) mengajak Stanford University Dynamic Design Lab bekerjasama mengembangkan teknologi otonom untuk Toyota Supra. Bukan hanya Supra bisa berkendara tanpa sopir, lebih dari itu mobil ini diajari skil dan kemampuan seorang pembalap profesional. Hasilnya, Toyota Supra disulap jadi mobil otonom yang bisa ngedrift sendiri. Dibalik semua kesenangan ini, sebenarnya Toyota ingin meningkatkan faktor keselamatan dari teknologi swakendali.

Toyota Research Institute and Stanford University’s Dynamic Design Lab’s self-driving Supra
Toyota Research Institute and Stanford University’s Dynamic Design Lab’s self-driving Supra
Terdengar aneh memang. Pasalnya mengajari mobil bisa drifting justru berkesan penuh resiko dan bertolak belakang dengan faktor keselamatan. Tetapi kalau Anda seorang pembalap profesional, justru sebaliknya. Untuk bisa melakukan drifting, seorang pengemudi wajib memiliki kemampuan di atas rata-rata pengemudi pada umumnya agar dapat mengontrol kendaraan dengan sempurna. Bayangkan kalau komputer di mobil swakemudi memiliki kemampuan untuk mengontrol kendaraan dengan sangat superior seperti seorang drifter, jelas ini dapat membantu pengemudi mobil menghindari kecelakaan.

Berangkat dari ide ini, Toyota dan Universitas Stanford memodifikasi Toyota Supra untuk mencari tahu apa jadinya kalau refleks seorang pembalap profesional yang sangat cepat itu dikalkulasikan dan diinput ke sistem komputer kendaraan. Untuk melakukannya Toyota dan Stanforf mengobservasi beberapa pembalap profesional saat melakukan drifting. Informasi yang didapat kemudian diterjemahkan secara digital dan dimasukan ke algoritma kecerdasan buatan di dalam Toyota Supra. Mereka berhasil menciptakan mobil otonom yang bisa ngedrift. Buktinya bisa Anda lihat sendiri di video berikut ini. Walaupun ada seseorang yang duduk di depan kemudi, namun seluruh kendali kendaraan dilakukan sepenuhnya oleh komputer.

“Setiap hari ada banyak kecelakaan fatal yang diakibatkan oleh situasi ekstrim. Bisa saja bila pengemudinya memiliki kemampuan mengendalikan mobil seperti layaknya seorang pembalap profesional mungkin kecelakaan bisa dihindari.” ujar CEO Toyota Research Institute, Gill Pratt. Lebih lanjut ia mengatakan, “fatanya setiap pengemudi punya batasan sendiri dan untuk menghindari kecelakaan seringkali pengemudi diminta untuk melakukan manuver yang melebihi kemampuannya. Melalui proyek ini Toyota mempelajari para pembalap profseional terbaik dan mengembangkan algoritma pengendalian mobil yang rumit untuk membantu pengemudi mengendalikan kendaraan dan menyelamatkan lebih banyak nyawa.”

Toyota dan Universitas Stanford sukses mendemonstrasikan kemampuan mobil otonom di masa depan. Hingga kini memang Toyota belum berencana mengeluarkan mobil swakendali dalam waktu dekat. Namun apa yang mereka lakukan ini, menujukkan bahwa Toyota menaruh perhatian sangat penting bagi keselamatan setiap konsumennya.
RIZKI SATRIA

Sumber: Youtube, Toyota

Artikel yang direkomendasikan untuk anda