Mercedes-Benz EQA Meluncur, Crossover Listrik Paling Terjangkau

JAKARTA, Carvaganza – Lini model mobil listrik Mercedes-Benz di awal tahun 2021 ini resmi bertambah, yang semakin bisa dijangkau oleh konsumen lebih luas. Dengan berwujud crossover, Mercedes-Benz EQA resmi diluncurkan menjadi model EV mereka yang paling terjangkau saat ini. Lahirnya EQA menyusul beredarnya EQC dan EQV yang sudah lebih dulu diproduksi.

Tidak perlu menebak-nebak, EQA dengan wujudnya itu memang dibangun menggunakan basis dari model GLA terbaru. Di line up merceds, EQA menjadi model entry level untuk mobil listrik yang berada di bawah naungan sub-merek EQ. ini adalah model EV pertama dari enam yang akan Mercedes EQ luncurkan sampai tahun 2022.

Jika melihat tampilan luarnya, EQA sangat mirip dengan GLA yang di Indonesia baru meluncur pada bulan September 2020 lalu. Fascia depan memiliki perbedaan pada desain grille yang sepenuhnya tertutup dengan panel gloss black. Garis desain grille dibuat seakan menyatu dengan garis luar lampu utama yang tajam dan menyipit. Lalu di bagian belakang, tidak banyak berubah kecuali hadirnya strip LED yang menyambung ke masing-masing lampu rem.

Highlight dari EQA adalah pemakaian motor listrik yang bertenaga 187 hp dan torsi 375 Nm, untuk menggerakkan roda depan. Motor listrik ini terintegrasi dengan baterai lithium-ion berkapasitas 66,5 kWh. Spesifikasi ini berlaku untuk varian EQA 250, satu-satunya yang sejauh ini diperkenalkan. Klaim Mercedes, EQA 250 akan sanggup dibawa berkendara kira-kira sampai sejauh 426 kilometer. Namun angka tersebut belum terverifikasi oleh pengetesan baik WLTP maupun NEDC.

Mercedes EQA

EQA 250 akan mengawali rangkaian opsi varian yang akan ditawarkan oleh Mercedes untuk model ini sendiri. Akan ada sejumlah “keluarga model EQA” yang siap disajikan, termasuk yang menggunakan penggerak all-wheel drive. Begitu juga dengan varian lebih bertenaga, yang mengasilkan tenaga 268 hp, atau varian dengan jarak tempuh lebih jauh sampai 500 km.

Sistem elektrifikasinya didukung oleh onboad charger 11 kW sebagai standar bawaannya, yang bisa digunakan mengisi ulang baterai dengan output maksimal 100 kW via DC fast-charger. Klaimnya, menggunakan fast-charger DC bisa mengisi baterai EQA dari 10 ke 80 persen hanya sekitar 30 menit. Layanan aplikasi Mercedes me Charge menyediakan informasi 450.000 jaringan titik charger AC dan DC di 31 negara.

Dan kembali soal tampilannya, eksterior EQA punya ciri khas produk EQ berupa aksen warna biru pada sejumlah bagian. Yang unik, Mercedes tidak memakai velg berdesain aerodinamis untuk EQA, melainkan berdesain jari-jari berbahan alloy ringan.

Mercedes EQA

Menilik bagian interiornya, justru tidak berbeda drastis dibandingkan GLA yang bermesin pembakaran. Desain dan layout dashboard masih sama, hanya berbeda pada elemen trim dan efek pencahayaan. Pada dashboard menggunakan sistem infotainment MBUX yang terdiri dari dua monitor 10,25-inci, namun untuk varian dasar diperkecil menjadi 7-inci. Infotainment bawaan sudah memiliki fitur ‘Navigation with Electric Intelligence’, yang bisa mengatur rute perjalanan tercepat dengan lokasi charger serta secara dinamis mengikuti perubahan kondisi lalu lintas.

EQA akan mulai dipasarkan oleh Mercedes-Benz pada musim semi, dengan Eropa menjadi pasar pertamanya. Jerman sebagai negara asalnya, akan memasang harga mulai 38.540 Euro alias setara dengan Rp 655,1 jutaan. Mungkin kalau disejajarkan, EQA bersaing dengan Lexus UX 300e di segmen crossover listrik. WAHYU HARIANTONO / RS

Sumber: Carscoops

Artikel yang direkomendasikan untuk anda