Beranda Features TIPS: Kenali Teknologi di Mobil yang Membantu Hemat Berkendara

TIPS: Kenali Teknologi di Mobil yang Membantu Hemat Berkendara

JAKARTA, Carvaganza.com – Memiliki kendaraan yang hemat bahan bakar menjadi idaman banyak orang. Penggunaan bahan bakar yang minim tentunya berdampak pada penghematan bujet operasional. Konsumsi bahan bakar minyak (BBM) menjadi hal yang penting bagi konsumen karena menjadi komponen penting dalam kegiatan harian.

Para pabrikan berlomba-lomba menawarkan produk yang disebut hemat BBM. Tapi pada kenyataannya masih saja banyak yang mengeluh jika konsumsi mobilnya boros.

Harus diketahui jika konsumsi BBM dipengaruhi oleh banyak hal. Teknologi bukan hal mutlak, teknik dan kebiasaan mengemudi juga sangat berpengaruh pada boros tidaknya konsumsi. Kemudian muncul lagi pertanyaan, apakah cruise control berpengaruh? Bagaimana dengan menghidupkan AC? Apakah membuka jendela bisa membantu?

Nah, bijak memanfaatkan teknologi berkendara dapat jadi solusi, seperti contoh di bawah ini.

Baca juga: TIPS: Perhatikan 5 Risiko Ini Jika Mobil Jarang Dipakai Saat PSBB

Cruise Control

Apakah cruise control membantu menghemat bahan bakar? Ya. Perubahan momentum saat mengemudi jelas dapat membuat mobil lebih haus. Pasalnya, tiap menekan pedal gas berarti sistem mengucurkan lebih banyak campuran BBM dan udara ke ruang bakar. Buruk bagi efisiensi kalau terjadi berulang kali. Jika Anda merasa kaki kanan sudah sangat lihai menjaga laju konstan, pertahankan. Bagi yang belum teruslah belajar.

Manfaatkan teknologi cruise control, terutama bila sedang melaju di jalan tol. Otak komputer umumnya lebih responsif sekaligus stabil, menyesuaikan perubahan momentum, saat meraih kecepatan konstan. Memang cruise control paling efektif bekerja di permukaan datar. Bila ternyata kemiringan cenderung berubah, set kecepatan lebih rendah saat menanjak kemudian tingkatkan saat mulai menurun.

Efisiensi dari penggunaan cruise control ini dibuktikan oleh studi Natural Resources Canada. Disebutkan bahwa memasang cruise control di 80 kpj membuat mobil 20 persen lebih hemat. Ketimbang terus menerus mengubah kecepatan, di rentang 75 kpj dan 85 kpj, setiap 18 detik. Juga bantu mengurangi mabuk darat. Besaran ini bisa jadi berbeda, tergantung seberapa halus Anda menjalankan mobil sebelum memanfaatkan cruise control.

Jangan khawatir, cruise control tidak berdampak buruk bagi mobil. Justru membuat komponen lebih awet karena hentakan akselerasi adalah penyebab keausan komponen driveline dan ban. Perlu diketahui, jangan gunakan cruise control saat hujan deras atau permukaan licin. Dikarenakan akselerasi dalam kondisi traksi minimal dapat mengakibatkan selip lantas berisiko menyebabkan celaka.

Baca juga: Gugus Tugas COVID-19: Mudik Tetap Dilarang, Titik!

AC dan Membuka Kaca

Banyak anggapan kalau AC membuat mobil lebih boros. Tak salah memang. Karena prinsipnya, kompresor memakan energi dari putaran mesin. Tapi dengan membuka kaca di kecepatan tinggi juga sanggup meningkatkan konsumsi bahan bakar. Sebabnya, aliran udara jadi tidak mengalir sempurna dan malah terhambat. Alhasil, akan memakan lebih banyak energi ketimbang menyalakan AC dan menutup jendela. Yang benar adalah tetap hidupkan pendingin udara. Jangan full, sesuai dengan kebutuhan dan kenyamanan.

Tidak masalah kalau membuka jendela di kecepatan dalam kota. Apalagi pada mobil tua yang belum begitu aerodinamis serta menggunakan sistem kompresor primitif. Namun seiring berkembangnya teknologi pada mobil masa kini, mungkin percuma dan merepotkan saja. Kompresor sudah dapat bekerja sesuai kebutuhan dengan membaca berbagai sensor.

Mematikan Mesin saat Berhenti

Kalau mendapatkan fitur auto start/stop engine, nikmati saja. Pabrikan menawarkan peranti ini guna mengoptimalkan konsumsi BBM dalam keadaan stop and go. Tentu melibatkan komponen khusus seperti baterai dan motor starter. Jika tidak ada, jangan berinisiatif mematikan mesin setiap harus berhenti lantaran cara kerjanya tidak sesederhana itu. Andai benar-benar berhenti untuk waktu agak lama, misl lebih dari satu menit atau lebih, dan terakhir menyalakan beberapa menit lalu, sila dimatikan. Ambil contoh ketika macet total dan tidak bergerak sama sekali.

Salah satu teknik yang biasa diterapkan untuk menghemat konsumsi adalah menjaga putaran mesin atau pijakan pedal gas. Hal ini bisa dilakukan dengan menggunakan ukuran takometer. Usahakan selama perjalanan menjaga putaran mesin di 2.500 rpm. Lalu, sesuaikan juga kecepatan mobil dengan posisi transmisi.

Baca juga: TIPS: 7 Langkah ­Sehat Berkendara Saat COVID-19

Fitur Eco Driving

Rata-rata mobil keluaran terbaru di pasar, sudah dilengkapi dengan fitur eco mode atau indikator eco driving. Fitur ini berfungsi menjaga putaran mesin agar tetap terjaga rendah. Eco Driving ini bisa menjadi acuan. Jika menyala, maka cara mengemudi kita sudah hemat bahan bakar. Kalau padam, berarti kita salah dan mengemudi normal atau boros.

Secara teori, ada tiga faktor yang sangat mempengaruhi keberhasilan teknik eco driving. Pertama manusia (cara mengemudi), kemudian kendaraan (kondisi mobil) dan lingkungan jalan. Faktor manusia cukup memegang peran penting dalam melakukan eco driving. Tidak mengemudi dengan agresif, menginjak pedal gas secara halus, tidak mengerem dengan tiba-tiba, atau mengendalikan kemudi secara zig-zag.

Tips Menghemat Tanpa Mengeluarkan Biaya Ekstra

Aerodinamis adalah salah satu kunci efisiensi bahan bakar. Singkirkan aksesori yang dapat menciptakan hambatan udara. Contoh palang berikut breket roof rack tambahan, atau dandanan aftermarket seperti spoiler dan air dam. Mencabut komponen ini bisa jadi meningkatkan efisiensi. Lalu kurangi membawa barang non esensial agar meminimalisir bobot.

Trik lain mengarah kepada sikap mengemudi. Antisipasi jarak dengan mobil di depan sebelum lampu merah agar dapat meluncur tanpa dorongan mesin, serta mengurangi pengereman. Terakhir, kurangi kecepatan dan jangan terburu-buru. Selain lebih hemat, Anda turut meminimalisir risiko celaka.

Sumber: Motor Trend

Baca Juga: Tips Berkendara Hemat dengan Bijak Memanfaatkan Teknologi

AHMAD KARIM | RAJU FEBRIAN

Video Terbaru Youtube Carvaganza

Video Terbaru Youtube The Official Oto

Last Updates

Grup Astra Berpartisipasi Pada Pelepasan Eskpor Dipimpin Presiden Joko Widodo

JAKARTA, carvaganza -  Grup Astra pada hari ini, Jumat (4/12) ikut berpartisipasi pada acara Pelepasan Ekspor dari Indonesia ke pasar global yang dipimpin Presiden...

Beli Peugeot Bulan Desember, Dapat Voucher Belanja Plus Cicilan Ringan

JAKARTA, Carvaganza -- Desember identik dengan musim liburan. Pengujung tahun 2020 juga menjadi waktu bagi para agen pemegang merek memberikan panawaran istimewa untuk konsumen,...

Lebih dari 8.000 Peserta Ramaikan Kompetisi Balap Virtual Honda Brio

JAKARTA, Carvaganza -- Mobile game berbasis android bertajuk Brio Virtual Drift Challenge digelar PT Honda Prospect Motor (HPM) pada September 2020 lalu. Untuk menambah...

Shell Terbitkan Buku 10 Tahun Partisipasi Indonesia di Shell Eco-marathon

JAKARTA, Carvaganza -- Shell memberikan sarana bagi anak muda dalam berkreasi dan berinovasi. Salah satunya melalui Shell Eco-marathon (SEM) Asia dan juga Drivers’ World...

Ichan Chaniago Terpilih Jadi Ketua Umum Baru AXIC 2020-2020

JAKARTA, Carvaganza - Komunitas otomotif besar di Indonesia, AvanzaXenia Indonesia Club (AXIC), memiliki ketua umum baru di ujung tahun ini. Melalui pemilihan ketua umum...