Tips Berkendara Mudik Dalam Kondisi Pandemi Seperti Sekarang

berkendara saat mudik Lebaran

JAKARTA, Carvaganza – Sampai tulisan ini diturunkan, Pemerintah Indonesia sudah memberikan kelonggaran untuk masyarakat melakukan mudik Lebaran tahun ini. Sejumlah aturan pun diberlakukan bahwa yang boleh mudik adalah yang sudah melakukan vaksin tiga kali (booster) dan mewajibkan uji test PCR untuk penerima vaksin dosis 1 dan tes antigen untuk penerima vaksin dosis 2. Keputusan pemerintah pun disambut baik oleh masyarakat yang ingin melakukan mudik tahun ini.

KEY TAKEAWAYS

  • Apa syarat yang ditetapkan pemerintah bagi masyarakat yang ingin mudik Lebaran 2022?

    Sudah melakukan vaksin tiga kali (booster) yang dibuktikan dengan PeduliLindungi, wajib test PCR bagi penerima vaksin dosis 1 dan tes antigen bagi penerima vaksin dosis 2.
  • Tapi sebelum kita melakukan perjalanan mudik, perlu diingat beberapa hal penting di antaranya untuk tetap memberlakukan protokol kesehatan yang ketat. Anjuran di sejumlah fasilitas umum pun masih digalakkan di antaranya menggunakan masker, menjaga jarak dan selalu mencuci tangan.

    Berikut ini beberapa tips yang bisa Anda lakukan saat melakukan perjalanan mudik di tengah kondisi pandemi yang mulai melonggar. Hal tersebut dilakukan agar para pemudik tetap aman dari virus COVID-19 sejak berangkat hingga kembali lagi ke kota asal.

    Tips berkendara mudik lebaran

    1. Pastikan kondisi tubuh dalam kondisi sehat.

    Sebelum melakukan perjalanan jauh atau mudik ke kampung halaman, pastikan dulu tubuh dalam kondisi sehat. Pasalnya dalam kondisi badan yang sehat maka imun pun dalam keadaan baik dan tidak mudah tertular virus.

    Anda bisa melakukan beberapa hal untuk menjaga kondisi badan tetap fit di antaranya istirahat yang cukup, makan makanan bergizi, dan berolahraga. Setelah dirasa tubuh Anda siap, baru aktivitas berkendara boleh dilakukan.

    2. Kendaraan dalam keadaan prima

    Mudik pada umumnya dilakukan oleh masyarakat perkotaan ke daerah asalnya di sejumlah kota di Indonesia. Biasanya jarak tempuh dari kota asal ke kota tujuan cukup jauh dan membutuhkan kondisi kendaraan khususnya mobil dalam keadaan baik. Salah satu hal yang wajib adalah melakukan perawatan berkala di bengkel resmi agar kendaraan dapat dicek kondisinya.

    Selain itu, pastikan seluruh komponen dan suku cadang juga dalam kondisi yang baik. Setelah semua sudah dijalani, Anda bisa melakukan perjalanan jauh atau mudik lebaran ke kampung halaman. Hal tersebut dilakukan demi mengurangi terjadinya kerusakan di tengah jalan yang dapat menghambat perjalanan pemudik.

    3. Persiapkan alat pembersih atau Hand Sanitizer

    Selama perjalanan kita tetap harus menjaga kebersihan sekitar dan peralatan di dalam mobil yang sering kita gunakan. Salah satu caranya bisa menggunakan alat pembersih atau hand sanitizer sebelum menggunakan peralatan tersebut. Selain itu, hand sanitizer juga bisa digunakan untuk membersihkan tangan sesaat sebelum atau sesudah keluar masuk kendaraan.

    Hal tersebut dilakukan agar kita bisa mengurangi penyebaran virus covid 19 selama melakukan perjalanan ke kampung halaman. Di samping itu bisa menjaga kebersihan di dalam mobil yang disebabkan oleh kegiatan di luar mobil.

    Hand sanitizer di dalam mobil

    4. Hindari berhenti di tempat ramai

    Pada umumnya saat melakukan perjalanan mudik kita kerap mengunjungi sejumlah tempat peristirahatan untuk melepas lelas atau bertujuan untuk makan. Namun dalam masa pandemi yang belum menentu ini diharapkan pemudik tidak mengunjungi tempat yang ramai atau melebihi kapasitas maksimal.

    Jika tidak dapat terhindarkan, kita wajib menggunakan masker dan alat pelindung diri tambahan seperti pelindung wajah atau sarung tangan. Hal tersebut dilakukan demi mengurangi kemungkinan tertular virus covid-19 sebelum tiba ke kota tujuan.

    5. Hindari berkendara di malam hari

    Beberapa orang lebih menyukai melakukan perjalanan mudik pada malam hari dengan alasan jalanan lebih lenggang. Padahal malam hari adalah waktu bagi tubuh manusia untuk beristirahat dari segala kegiatan. Berkendara pada malam hari juga meningkatkan resiko terjadinya kecelakaan akibat menurunnya fokus pengemudi dan kurangnya pencahayaan di jalan raya.

    Waktu yang tepat untuk memulai perjalanan jauh adalah pagi hari saat tubuh selesai beristirahat dan memiliki tenaga yang cukup untuk berkendara. Selain itu, pengendara juga wajib memperhatikan batas minimum kecepatan kendaraan di sejumlah tempat seperti jalan tol dan jalan raya non tol. (ALVANDO NOYA/EK)

    Mobil Pilihan

    • Upcoming

    Updates

    Artikel lainnya

    New cars

    Artikel lainnya

    Drives

    Artikel lainnya

    Review

    Artikel lainnya

    Video

    Artikel lainnya

    Hot Topics

    Artikel lainnya

    Interview

    Artikel lainnya

    Modification

    Artikel lainnya

    Features

    Artikel lainnya

    Community

    Artikel lainnya

    Gear Up

    Artikel lainnya

    Artikel Mobil dari Oto

    • Berita
    • Artikel Feature
    • Advisory Stories
    • Road Test

    Artikel Mobil dari Zigwheels

    • Motovaganza
    • Tips
    • Review
    • Artikel Feature