TEST DRIVE: Porsche Macan 2.0L, Performa Solidnya Bikin Asyik (Bagian 1)

JAKARTA, Carvaganza.com – Porsche Macan sebetulnya belum memasuki generasi kedua, namun orang banyak menyebut  Macan model tahun 2020 sebagai Macan 2. Disebabkan, Macan mendapatkan ragam penyempurnaan penting pada akhir 2019 yang membedakannya dengan Porsche Macan sebelumnya.

Untuk mengisi weekend, kami meminjam Porsche Macan 2020 sekalian melakukan test drive. Rencana untuk mencoba kendaraan paling murah dalam jajaran mobil Stuttgart ini sebetulnya sudah lama. Sejak Februari lalu kami sudah ingin mencobanya, tapi terhalang oleh pandemi COVID-19. Baru terlaksana awal Agustus ini setelah kami anggap kondisi sudah memungkinkan untuk melakukan road test.

Seperti saya bilang tadi, ini adalah Porsche terbaru yang paling murah. Harganya hanya Rp 2,15 milyar. Nah, tipe yang kami coba adalah yang paling bawah dengan varian mesin 4 silinder segaris 2.0 liter. Menghasilkan tenaga 248 hp dan torsi puncak 370 Nm.

Baca juga: Komparasi ‘Baby Benz’: Mercedes-Benz C180 vs A200 Sedan (Bag. 1)



Di model 2020, terdapat tiga pilihan mesin. Varian terendah adalah mesin 4 silinder segaris turbo 2.0 liter (2.000 CC) disebut Porsche Macan, V6 twin-turbo 2.9 liter yang disebut Macan Turbo dan V6 twin-turbo 3.0 liter disebut Macan S. Seluruh tipe itu dijual oleh Porsche Centre Jakarta, sebagai APM Porsche di negeri ini.

Lantas apa yang bisa didapatkan dari SUV compact premium dengan harga di atas Rp 2 milyar ini? Tentunya kita berharap kita tidak hanya membeli logo saja bukan?

Eksterior
Mengalami perubahan visual cukup besar dibandingkan model 2019. Pabrikan memberikan sentuhan pada fascia depan, dibikin baru dengan lubang ventilasi di bagian pinggir grille. Alhasil, postur mobil jadi terlihat lebih lebar dan lebih stand out. Tampak belakang juga dibuat baru, ditandai dengan lampu belakang LED yang memanjang dari sisi kanan sampai sisi kiri menyatukan taillight. Layout ini menjadi design signature keluarga Porsche.

Lampu depan LED menjadi standar pabrikan untuk semua tipe. Plus empat titik Daytime Running Light yang terdapat pada rumah lampu. Lampu depan mengadopsi teknologi Porsche Dynamic Light System (PDLS). Artinya lampu akan mengadaptasikan sebaran cahaya secara otomatis sesuai dengan kecepatan mobil dan sudut kemudi pada saat menikung.

Baca juga: Komparasi ‘Baby Benz’: Mercedes-Benz C180 vs A200 Sedan (Bag. 2)



Pada bagian samping belakang di bagian atas rumah velg, bahu mobil dibuat menjadi lebih lebar dibandingkan versi sebelumnya. Mengingatkan kita pada Porsche 911 serta menambah kesan sporty dan kokoh pada kendaraan. Porsche juga memermak bagian velg. Untuk pertama kalinya Macan dipakaikan velg 21 inci.

Interior
Penampilan kabin secara keseluruhan Porsche banget. Mewah, elegan, apik dan nafas premiumnya sangat kuat. Selain itu terasa lapang baik di bagian depan maupun jok belakang. Posisi duduk dan ruang di atas kepala terasa luas sehingga mendukung kenyamanan perjalanan jauh.

Jok semi bucket yang dibungkus kulit sangat nyaman dengan 14 pengaturan secara elektrik plus Memory Package. Dapat membantu pengemudi dengan tinggi 168 cm seperti saya untuk mendapatkan posisi duduk yang pas sehingga bisa mendapat visual ke segala arah dengan luas.



Kabinnya pun kedap. Material yang digunakan berkualitas sehingga memperlihatkan kelasnya Porsche. Namun, Anda bisa mempersonalisasi kabin sesuai keinginan. Bahan kulit jok bisa diubah, begitu juga dengan warna dan jahitannya. Personalisasi itu bisa juga dilakukan pada warna trim pintu.

Baca juga: VIDEO Porsche 911 Turbo S Digeber 1:47,8 di Hockenheim, Sekencang Apa?

Baca juga: Harga Di Atas 3 Milyar, Ini Hal Menarik Dari Porsche Cayenne Coupe

Porsche Macan 2.0 L turbo ini juga menyediakan panoramic roof yang lebar. Panjangnya dari jok depan sampai jok belakang yang dapat diatur secara elektrik. Kehadiran fitur ini tentu saja membuat sensasi berkendara bisa lebih mengasyikkan.

Bagasi juga cukup luas untuk mengangkut dua koper besar, apalagi mengakomodasi tas golf atau barang belanjaan. Kalau tidak cukup, jok belakang juga bisa dilipat dengan rasio 40:20:40. Tak perlu repot juga membuka pintu bagasi. Cukup tekan tombol pada bagian trim pintu pengemudi, atau lewat kunci.

Untuk menutupnya cukup tekan tombol di pintu bagasi dan akan menutup sendiri. Nah, kompartemen bagasi juga bisa diturunkan otomatis sampai 30 mm dengan menekan tombol yang ada di bagian belakang.

Sistem Infotainment
Teknologi teranyar yang perlu mendapat sorotan di bagian kokpit adalah layar sentuh high-definition 10,9 inci dan mampu interface dengan Porsche Communication Management System (PCM). Fitur ini sendiri pertama kali diaplikasi pada Panamera, di mana memiliki grafis lebih canggih, cepat dan layarnya bisa dicustom.

Layar sentuh inilah yang menjadi sentral pengoperasian infotainment, audio, navigasi real-time dan juga komunikasi. Berfungsi juga sebagai kamera mundur dan mengatur sejumlah informasi tentang kendaraan.

Baca juga: VIDEO intip Luar Dalam Porsche Cayenne Coupe Versi Indonesia



Sistem PCM ini sudah kompatibel dengan Apple CarPlay sehingga makin memudahkan pengguna untuk mengakses smartphone yang mereka miliki. Selain itu tersedia colokan USB di bagian tengah bangku depan, bangku belakang dan juga pada bagasi.

Untuk menghasilkan suara yang baik dan jernih, Porsche mengadopsi Bose Surround Sound System. Total terdapat 14 speaker, termasuk satu subwoofer dan speaker tengah. Kalau mau lebih bagus lagi, konsumen juga bisa memilih paket opsional sound system Burmester. (Bersambung...)

EKA ZULKARNAIN  |  FOTOGRAFER: EDI WEENTE & SETIONO

Artikel yang direkomendasikan untuk anda