Beranda Drives Test Drive Mazda MX-5 Soft Top, Si Mungil Berkarakter Besar

Test Drive Mazda MX-5 Soft Top, Si Mungil Berkarakter Besar

MINE, 23 Februari 2017 – Sirkuit Mine, proving ground milik Mazda, sebenarnya dibanjiri sinar matahari hari itu. Meski begitu, badan saya – dan banyak wartawan ASEAN lain dari negara beriklim tropis – tak berhenti menggigil. Angin dingin terasa menusuk kulit. Tapi saya tak menghiraukannya begitu melihat Mazda MX-5 Soft Top terparkir di pit lane. Warna andalan Mazda, Soul Red, pada mobil mungil tersebut terlihat semakin bercahaya dengan pantulan sinar matahari.

This is the moment I have been waiting for. Tanpa ragu saya menghampirinya, seperti besi yang tak mampu menolak daya tarik magnet. Dengan tak sabar saya membuka pintu dan duduk di jok low-slung berbalut kulit.

Setelah mengemudikan new Mazda CX-5 beberapa menit sebelumnya, secara otomatis jari saya menelusuri sisi kursi untuk mencari tombol pengatur elektrik. Tentu saja saya tak menemukannya. Ini mobil yang praktis, jadi saya harus mengatur posisi duduk secara manual.

Jujur saja, saat itu saya tak tahu apa saya harapkan darinya. Berbekal mesin 4-silinder berkapasitas 1.5 liter ini, Mazda MX-5 Soft Top hanya menghasilkan tenaga 128 hp dengan torsi 150 Nm. Jadi saya menghilangkan semua ekspektasi.

Baca juga: Mazda MX-5 RF Masuk Malaysia, Setelah itu Indonesia?
Baca juga: Mengenal G-Vectoring Control, Teknologi Terbaru Mazda

Setelah mendapat tanda ok to go, saya menekan pedal gas secara perlahan. Saya terbelalak, akselerasinya begitu berisi. Tak ada ruang untuk lag. Setiap perpindahan gigi dari transmisi SkyActiv-Drive otomatis 6-kecepatan ini, saya merasakan hentakan yang memanjakan adrenalin. Tak hanya itu, suara geraman dari knalpot membuat bulu kuduk saya berdiri.

Saya melirik ke speedometer. Jarumnya bergerak naik dengan cepat. 80, 100, 120, 140 km/jam. So easy. Di tikungan-tikungan tajam, saya menekan pedal gas dengan lembut. Damn! Ia merespon setiap gerakan kaki kanan saya secara presisi, persis seperti yang saya inginkan.

Saat saya membanting setir, tak ada gerakan berlebihan. Mazda MX-5 Soft Top tunduk pada setiap input yang saya berikan. Kini saya benar-benar mengerti maksud dari filosofi Jinba Ittai Mazda. Mobil ini seperti menyatu dengan saya.

Tapi bukan berarti badan saya tak terdorong sesuai G-force yang dihasilkan. Pasalnya mobil ini belum dilengkapi G-Vectoring Control, teknologi terbaru MazdaBut it’s not a big deal.

Saat mengendarai MX-5 Soft Top, saya merasakan sendiri komitmen Mazda dalam mewujudkan “zoom-zoom” yang mereka usung. Saya seperti anak kecil yang mendapat mainan baru. Ketika kembali ke pit lane, rasanya berat untuk meninggalkan kemudi. I wish I can take this car home.

Mazda MX-5 menjadi salah satu model yang pernah ditawarkan PT Mazda Motor Indonesia. Namun kabarnya, tahun ini Mazda akan membawa saudaranya, Mazda MX-5 RF yang menggunakan hard top. Kapan? Kita tunggu saja kehadirannya segera.

MIRAH PERTIWI

Video Terbaru Youtube Carvaganza