Ternyata Ini Wujud dan Fakta Tentang Supercar Pertama Bugatti: EB110

JAKARTA, Carvaganza – Tahun 1990-an banyak yang anggap sebagai era keemasan supercar. Mobil-mobil berperforma tinggi super kencang lahir. Sebut saja Ferrari F50, Lamborghini Diablo, Jaguar XJ220 dan McLaren F1. Banyak yang tak menyadari, kalau pada dekade ini pula lah, supercar pertama Bugatti tercipta.

Bernama nama EB110, karya hebat dari produsen mobil asal Prancis itu sebetulnya merupakan mobil yang luar biasa. Namun entah mengapa, mobil ini kurang begitu populer. Usia produksinya pun sangat pendek. Mobil ini hanya dipasarkan pada 1991 hingga 1995 saja. Mungkin karena karena ini adalah supercar pertama Bugatti.

Tetapi sebetulnya mobil ini menyimpan sejumlah fakta menarik. Kami sampaikan berikut ini sepuluh fakta mengenai supercar pertama Bugatti, EB110 GT.

1. Asal Nama

Bugatti EB110

Nama EB110 bukan hanya sembarangan huruf dan angka yang dirangkai begitu saja. Sebenarnya, namanya ini merupakan kombinasi dari nama sang pendiri dan ulang tahunnya yang ke-110 tahun. Huruf ‘EB’ singkatan dari Ettore Bugatti dan angka ‘110’ menandakan 110 tahun usia sang pendiri saat peluncuran mobil ini di 1991. EB110 dibuka selubungnya September 1991, tepat 110 tahun paska kelahiran sang pendiri.

Ettore Bugatti sendiri merupakan seorang desainer otomotif asal Italia yang lahir di Prancis. Mobil pertamanya ia rakit sendiri tahun 1901. Berangkat dari satu karya, ia akhirnya berhasil mendirikan perusahaan sendiri yang dinamakan, Automobiles E. Bugatti pada 1909.

2. Salah satu yang tercepat

 

Bugatti EB110

Supercar ini dibekali mesin V12 3,5 liter quad-turbocharged yang menghasilkan tenaga hingga 535 hp pada 8.000 rpm. Performa ini untuk tahun 1990-an awal jelas terbilang sangat luar biasa. Bayangkan saja, akselerasi 0-100 km/jam dapat dicapai sedikit di atas 3 detik. EB110 masih terus dapat berlari hingga kecepatan maksimum 343 km/jam. Performanya ini membuatnya berdiri sejajar dengan mobil jalan raya tercepat di dunia ketika itu seperti Jaguar XJ220 dan McLaren F1.

3. Satu-satunya produksi Bugatti di era itu

Bugatti EB110

Meskipun sekarang namanya gemilang, sebetulnya performa perusahaan milik Ettore Bugatti ini tak begitu mengkilap. Paska bertubi-tubi mengalami kesulitan karena dihadapkan pada Perang Dunia Ke-1 dan Perang Dunia ke-2, juga wafatnya Ettore Bugatti pada 21 Agustus 1947, akhirnya Bugatti dinyatakan tutup pada tahun 1962.

Pada tahun 1987, pengusaha Italia, Romano Artioli mengumpulkan beberapa mantan insinyur Lamborghini. Ia berhasil mendapatkan hak atas penggunaan nama Bugatti dan mendirikan kembali Bugatti Automobiles S.p.A. Sayangnya meski mendapat pendanaan yang segar, namun performa Bugatti tak kunjung membaik. Makanya, EB110 GT menjadi satu-satunya produk yang berhasil mereka ciptakan ketika itu. Itupun EB110 harus berhenti diproduksi empat tahun kemudian.

4. Supercar yang nyaman

Bugatti EB110

Walaupun nasibnya tak begitu mujur, sebetulnya EB110 bukan mobil sembarangan. Monster dengan empat turbocharger ini selain menawarkan performa yang buas juga terbilang sangat nyaman di eranya. Ada alasan mengapa varian standarnya mengemban nama GT (Grand Touring).

Seorang jurnalis otomotif Motor Trend, Angus McKenzie yang pernah mengujinya mengatakan kalau mobil ini sangat lembut dan nyaman. Baik saat sedang digunakan bermanuver di jalanan pedesaan yang menantang ataupun saat sedang menghadapi kemacetan di jalan raya.

Menurutnya, semua itu karena EB110 GT memakai power steering yang bobotnya sangat pas. Selain itu ia juga dibekali sistem penggerak all-wheel-drive yang disetel dengan sangat sempurna. Hasilnya, pengendaraan dan pengendalian mobil ini akan membuat Anda lupa sedang berada di dalam salah satu mobil paling kencang di dunia.

5. Pengembagannya melibatkan Lamborghini

Bugatti EB110

Meski melaukan debut pada 1991, pengembangan EB110 sebetulnya sudah dimulai sejak 1987. Desain dan rekayasa struktur rangka dan mesin menjadi fokus pertamanya ketika itu. Tim yang mengerjakan mobil ini adalah mereka yang juga pernah mengerjakan proyek Lamborghini Miura di bawah arahan Ferruccio Lamborghini.

Bahkan bos Lamborghini itu sampai ikutan turun tangan terlibat dalam pengembangan EB110. Ferruccio Lamborghini sendiri yang bertukar pikiran dengan Romano Artioli, sang pendiri Bugatti era modern. Beberapa sketsa prototipe dikirim ke desainer untuk menggambar bagian luarnya. Desainer asal Italia, Marcello Gandini, menjadi orang yang punya peran vital dalam desain eksterior mobil ini.

6. Diproduksi terbatas

Bugatti EB110

Setiap produk yang dihasilkan pabrik Molsheim adalah mahakarya eksklusif. Bugatti Veyron hanya dibuat sebanyak 450 unit. Sementara itu Bugatto Chiron hanya akan dibuat sebanyak 500 unit. Melihat angka tersebut, maka bisa dipastikan kalau EB110 ini justru lebih eksklusif lagi. Hanya ada 139 unit EB110 yang diproduksi dalam kurun waktu 1991 sampai 1995. Jumlah ini sudah termasuk varian SuperSports dan dua unit khusus balap.

7. Varian balap

Bugatti EB110

Ya, Anda tak salah baca, Bugatti EB110 ada versi balapnya. Nama Bugatti memang sudah mengakar dengan dunia motorsport. Bahkan Grand Prix Formula 1 Monaco yang pertama pada 1929 dimenangkan oleh Bugatti. Atas dasar inilah Bugatti memutuskan untuk menciptakan dua mobil balap dari EB110. Kedua mobil ini menjadi satu-satunya proyek mobil balap yang secara resmi dihasilkan Bugatti modern hingga kini.

Mobil balap pertama diberinama EB110S LM. Predikat LM memiliki kepanjangan Le Mans. Sementara satu lagi dinamakan EB110S SC (Sport Competizione). Salah satu dari keduanya sanggup menghasilkan performa sebuas 700 hp.

8. Varian SuperSports

Bugatti EB110

Selain punya versi balap, EB110 juga diciptakan dalam wujud SuperSports. Tak berselang lama dari peluncuran EB110, Bugatti merilis versi yang lebih brutal. EB110 SS memakai mesin yang sama. Cuma bedanya kalau sebelumnya mesin V12 3,5 liter milik EB110 GT hanya menghasilkan tenaga 553 hp dengan torsi puncak 611 Nm, untuk varian SuperSports performanya melonjak menjadi 603 hp dengan torsi puncak 650 Nm.

Tak hanya itu, varian SuperSports juga mengalami diet ketat sehingga bobotnya berkurang 136 kg. Ini karena penggunaan material carbon-kevlar untuk panel bodinya. Semua itu sukses melesatkan EB110 SS dari posisi diam hingga menyentuh 100 km/jam dalam 3,2 saja. Sedangkan kecepatan maksimumnya lebih dari 355 km/jam.

9. Versi modifikasi Brabus

Bugatti EB110

Lebih menariknya lagi, ada satu EB110 yang mendapat sentuhan tangan dingin rumah modifikasi Brabus. Sebetulnya tak banyak ubahan yang dilakukan pada bagian mesin maupun eksteriornya. Paling kentara, empat ujung knalpot menyembul di bagian belakang. Ubahan siginifikan justru diterapkan Brabus di bagian interiorya.

10. Versi Dauer Racing

Bugatti EB110

Bugatti EB110 tak bisa disangkal, supercar yang istimewa. Sayangnya keistimewaan EB110 gagal dimaterilisasi hingga pada ahirnya perusahaan yang belum lama hidup kembali ini terpaksa mengajukan bangkrut pada 1995. Perusahaan otomotif asal Jerman, Dauer Racing membeli lisensi pembuatan EB110 dan seluruh sisa suku cadangnya pada 1997. Dauer sempat membangun dan menjual sendiri lima unit EB110 SS versi mereka.
RIZKI SATRIA

Artikel yang direkomendasikan untuk anda