Sebelum Stop Produksi, Lotus Elise dan Exige Dapat Final Edition yang Paling Hardcore

NORFOLK, Carvaganza – Tahun ini akan menjadi momen perpisahan bagi para pecinta kecepatan dengan dua mobil sport ternama asal Inggris, yaitu Lotus Elise dan Exige. Dua mobil sport kompak tersebut rencananya akan distop produksinya pada tahun ini. Lotus akan menandai akhir masa bakti Elise dan Exige dengan meluncurkan varian Final Edition.

Dua model ini telah beredar selama lebih dari 20 tahun diproduksi oleh Lotus. Dan melalui Final Edition ini, Lotus mengklaimnya sebagai versi terhebat bagi Elise dan Exige. Tentunya oleh Lotus diberikan sejumlah peningkatan, terutama soal performa dan kecepatan sebagai esensinya. Lotus juga memberi sentuhan modern pada sportscar ini.

Kita mulai dari dalam, kokpit edisi pamungkas Elise dan Exige kini sudah mendapatkan panel instrumen digital. Tampilan alias display instrumennya bisa dipilih untuk mode tampilan konvensional atau bergaya ala mobil balap. Lapisan Alcantara atau kulit bisa dipilih sebagai balutan setir flat bottom dan jok yang juga diberikan pola khusus untuk menyertai plakat Final Edition.

Lotus Elise Final Edition

Bagian eksterior, Lotus memberikan sejumlah opsi warna ikonik dari masa lalu untuk body, di antaranya Azure Blue, hitam, dan Racing Green. Tampilan body dan aerodinamika tidak terlihat ada perubahan dibandingkan versi standar. Lotus menerapkan aksen warna two tone untuk eksterior agar tampilannya tidak terlihat monoton, dengan warna hitam pada kap depan, atap, dan air scoop samping.

Untuk Elise 240 Final Edition, dibangun berbasis varian Elise 220 yang mengandalkan mesin empat silinder 1,8 liter supercharged buatan Toyota. Mesin ini mendapat ekstra tenaga 23 hp menjadi 240 hp, sementara torsinya ada di angka 244 Nm. Optimalisasi pada gearbox membuat Elise Final Edition bisa melesat 0-100 km/jam dalam 4,1 detik.

Tidak hanya mesin, performa meningkat turut dihadirkan melalui pemangkasan bobot menggunakan panel serat karbon seperti pada sill cover, engine cover, lalu kaca polycarbonate di belakang. Secara keseluruhan, bobot kosong Elise Final Edition adalah 898 kg, yang turun 24 kg dari versi standar. Jika ingin lebih agresif, Lotus berikan opsi Elise Cup 250 Final Edition yang berikan aerodinamika lebih optimal, serta penguatan pada bagian chassis.

Lotus Exige Final Edition

Sementara Exige Final Edition hadir dalam tiga opsi yaitu Sport 390, Sport 420 dan Cup 430. Versi Exige Sport 390 menggantikan Sport 350, dengan mesin V6 3,5 liter supercharged menghasilkan tenaga 397 hp dan berbobot hanya 1.138 kg. kemampuan akselerasi 0-100 km/jam dicapainya dalam waktu 3,7 detik, sementara top speed di angka 276 km/jam.

Untuk varian Exige Sport 420, punya tenaga 420 hp yang disertai torsi 427 Nm, berikut kemampuan akselerasi 0-100 km/jam dalam 3,3 detik. Chassis pada varian ini didukung dengan peranti standar three-way adjustable damper, laly velg alloy ringan, pengereman dari AP Racing dan masih banyak lagi.

Varian ketiga Exige Final Edition, yaitu Cup 430 menjadi yang tertinggi dengan output mencapai 430 hp untuk mendukung aerodinamika yang lebih agresif. Dari paket aerodinamika yang baru ini, diklaim downforce 171 gk bisa dihasilkan, sementara akselerasi 0-100 km/jam dicapai dalam 3,2 detik. Karakter motorsportnya ditunjukkan oleh panel serat karbon pada splitter depan, panel akses depan, atap, diffuser, intake samping dan sayap belakang.

Lotus Exige Final Edition

Kaki-kaki mengandalkan damper adjustable standar dari Nitron, berikut anti-roll bar lansiran Eibach di depan dan belakang. Velg alloy yang dipakainya dipadukan dengan ban Michelin Pilot Sport Cup 2 yang sudah berspesifikasi trek, berikut rem cakram dengan kaliper AP Racing empat piston dan knalpot titanium high-flow.

Saat produksinya dihentikan nanti, Lotus menaksir akan mencapai angka 55.000 unit diproduksi untuk Elise dan Exige secara total sejak awal kehadirannya. Tidak hanya Elise dan Exige, angka tersebut juga termasuk untuk model Evora, yang artinya 55.000 unit berkontribusi lebih dari setengah total produksi Lotus sejak didirikan tahun 1948 lalu. WAHYU HARIANTONO

Sumber: Autocar, Carscoops

Artikel yang direkomendasikan untuk anda