PPnBM Mobil 2.500 CC Dapat Diskon, Harga Toyota Innova dan Fortuner Lebih Murah

JAKARTA, Carvaganza – Berkat berlakunya kebijakan relaksasi Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) untuk kendaraan dengan kapasitas mesin 1500 CC ke bawah, angka penjualan mobil di segmen itu ikut terdongkrak naik. Relaksasi itu menyasar 21 jenis tipe kendaraan dari enam pabrikan yang telah memenuhi persyaratan untuk mendapatkan diskon tersebut.

Kini, pemerintah juga sudah secara resmi dan sah memperluas sasaran relaksasi PPnBM untuk mobil berkapasitas 1.501 sampai 2.500 CC. Kebijakan itu telah diputuskan dalam rapat koordinasi terbatas yang dipimpin Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan dihadiri Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita dan Menkeu Sri Mulyani Indrawati.

Aturan PPnBM terbaru ini mulai berlaku pada 1 April 2021. Tipe-tipe mobil yang terkena imbas dari aturan ini adalah sesuai dengan ketetapan pemerintah. Menurut Menteri Perindustrian Agus Gumiwang pada Kamis kemarin (25/3) di Jakarta, potongan pajak itu diberikan kepada KBM-R4 (kendaraan bermotor roda empat) berkapasitas mesin 1.501 – 2.500 CC dan segmen 4 x2 serta 4 x4.

Namun pemerintah belum merilis mobil apa saja yang mendapatkan kelonggaran pajak barang mewah tersebut.

Toyota Fortuner 2020

Kendaraan yang terkena efek dari relaksasi PPnBM ini di antaranya adalah Toyota Innova dan Fortuner. Hitungan PPnBM itu meliputi (NJKB x koefisien bobot) x tarif PPnBM (20 persen). Kijang Innova mengantongi kandungan lokal 85 persen. Sementara Fortuner 75 persen, sehingga masuk dalam syarat keringanan pajak. Banyak yang berasumsi dengan menjadikan PPnBM 0 persen, maka harga OTR bisa berkurang puluhan juta sampai kisaran Rp 100 jutaan. Namun, sebaiknya untuk mengetahui harga yang pasti, tnggu saja pengumuman resmi pabrikan maupun regulasi pemerintah.

Sebelumya, Presiden Joko Widodo juga sempat menyampaikan keinginan agar kendaraan bermotor (KBM) roda empat dengan kapasitas 2.500 cc juga bisa mendapatkan insentif pajak. Khusus dalam masa pandemi ini. Asalkan memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) minimal 70 persen. Di sisi lain, Kementerian Perindustrian melihat data purchase order KBM roda empat meningkat. Rata-rata sebesar 140,8 persen untuk produk-produk yang mendapatkan stimulus PPnBM.

Toyota Kijang Innova

Oleh karenanya, pemerintah menyambut baik tingginya animo masyarakat untuk menikmati kebijakan relaksasi ini. Mereka juga meminta agar produsen segera meningkatkan utilisasi. Sehingga bisa memenuhi permintaaan pasar yang naik tinggi. Tak lain, supaya penurunan harga kendaraan dapat sesuai dengan harapan serta pelaksanaan efektif. Kebijakan pengurangan tarif pajak berlaku hingga akhir tahun. Pemberian keringanan dilakukan secara bertahap. Yakni diskon pajak 100 persen pada Maret - Mei, 50 persen untuk periode Juni - Agustus. Terakhir potongan pajak 25 persen pada Oktober - Desember 2021.

 

Adapun kebijakan relaksasi masih dikaji serta dibahas oleh tiga instansi. Seperti Kementerian Perindustrian, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian serta Kementerian Keuangan. Sekarang tinggal menunggu mereka ketok palu, soal perluasan dan pendalaman program relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) Ditanggung Pemerintah. Namun dengan syarat sama dari aturan sebelumnya.

Mobil harus diproduksi di dalam negeri, serta harus memenuhi persyaratan pembelian lokal (local purchase). Yang meliputi pemenuhan jumlah penggunaan komponen dari hasil produksi dalam negeri. Kemudian dimanfaatkan dalam kegiatan produksi kendaraan bermotor paling sedikit 70 persen. 

Henry Tanoto, Vice President Director PT TAM

Tanggapan APM

Selama PPnBM berlaku untuk mobil dengan ruang bakar hingga 1.500 cc. Jumlah pemesanan (SPK) Avanza naik 130 persen dibandingkan Februari Maret 2020. “Kemudian Vios alami kenaikan 500 persen dibandingkan periode sama tahun lalu. Rush 170 persen, lalu mobil LCGC seperti Agya, Calya tanpa relaksasi juga naik 10 persen. Kenaikan sangat membantu untuk meningkatkan penjualan hingga 32 persen. Wacana PPnBM 2.500 cc dengan kandungan lokal minimal 70 persen. Tetap harus menunggu dari pemerintah. Saat ini belum ada pembicaraaan formal. Jika dilakukan relaksasi pada model itu. Maka dapat membantu industri otomotif termasuk komponen dan lainnya,” ucap Henry Tanoto, Wakil Presiden Direktur Toyota Astra Motor.

Dalam hal ini, Toyota bisa diuntungkan lantaran Fortuner dan Innova masuk skema keringanan PPnBM. Menurut dia, bila regulasi diterapkan. Hal itu bisa membantu dan menjadi bentuk dukungan pemerintah untuk memulihkan kondisi industri otomotif. Henry pun menyambut optimis. Sebab aturan relaksasi pada mobil sampai 1.500 cc memberikan dampak penjualan bagus. Sehingga perluasan aturan bagi kendaraan penumpang hingga 2.500 cc, lanjutnya, semakin menarik. Namun tetap masih menunggu keputusan resmi dari pemerintah. (ANJAR LEKSANA/EZ)

Artikel yang direkomendasikan untuk anda