Paruh Kedua Musim 2016, HJSC dan HBSC Makin Ketat

JAKARTA, 29 Juli 2016 – Paruh kedua Honda Jazz Speed Challenge (HJSC) 11 dan Honda Brio Speed Challenge (HBSC) 4 kembali digelar Minggu, 31 Juli 2016 di Sirkuit Internasional Sentul, Jawa Barat. Persaingan kian ketat untuk menduduki posisi teratas di klasemen kedua seri balap bergengsi ini.

Hingga putaran kedua, Rio SB (Honda Racing Indonesia) yang memenani putaran ketiga lalu, memimpin klasemen sementara HJSC 11 kelas Master dengan 40 poin. Ia diikuti Fitra Eri (Honda Bandung Center Racing Team) di posisi kedua dengan 39 poin, dan Sunny TS (Extrajoss Blend Team) di posisi ketiga dengan 32 poin.

Di kelas Rising Star, persaingan juga berjalan seru dan sengit. Kemenangan di putaran ketiga lalu mengantar Sendy Setiawan (JakartaRacing.com) memimpin klasemen sementara HJSC 11 kelas Rising Star dengan 42 poin. Ia diikuti rekan setimnya Yulianto Adi dengan 37 poin, dan Zhafran Rahmadi (HTJRT) dengan 32 poin di posisi ketiga.

Sementara itu di kelas Promotion, Hendra Bonank (G.O.T Speed) memimpin klasemen kelas Promotion dengan 45 poin. Hendra Widjanarko (Speedy Motorsport) berada di posisi kedua dengan 34 poin. Sementara di posisi ketiga ditempati oleh Asrul Mubin (RHU Autosport Makassar) dengan koleksi 28 poin.

29072016-Car-Honda-HJSC

Pada hari yang sama juga akan digelar putaran keempat dari ajang balap Honda Brio Speed Challenge 4 yang juga tidak kalah. M. Ferrel Fadhil (Privateer) memimpin klasemen sementara HBSC 4 kelas 1.300 cc dengan 39 poin, diikuti oleh Luckas Dwinanda (Privateer) dengan 39 poin dan Arif Budiman di tempat ketiga dengan 28 poin.

Di kelas 1.200 cc, HM Kurdi (B 16AP Speed) berada di puncak klasemen HBSC 4 kelas 1.200 cc dengan 39 poin, diikuti oleh Muhammad Arief (RHU Autosport Makassar) dan Sektiyo Hamiseno yang sama-sama mengoleksi 27 poin.

Jonfis Fandy, Marketing & After Sales Service Director PT Honda Prospect Motor mengatakan para pembalap Honda Jazz Speed Challenge dan Honda Brio Speed Challenge di masing-masing kelas sudah memperlihatkan performa terbaiknya pada paruh pertama musim 2016 ini. “Kini balapan sudah masuk paruh kedua dan para pembalap akan kembali. Hal ini dapat terlihat dari perolehan poin yang ketat di klasemen setiap kelasnya,” katanya.

TITO LISTYADI