Kupas Tuntas Bugatti La Voiture Noire, Hypercar Termahal di Dunia Milik Christiano Ronaldo

JAKARTA, Carvaganza - Ketika pertama diperkenalkan pada Geneva Motor Show 2019, Bugatti La Voiture Noire mencetak tajuk sebagai mobil baru termahal di dunia. Terjual seharga US$ 18,7 juta atau setara lebih dari Rp 266 miliar, hypercar ini hanya dibuat satu unit saja di seluruh dunia.

Selain karena hanya dibuat eksklusif satu unit saja, banyak cerita dibalik mobil ini yang membuatnya begitu spesial. Mulai dari inspirasi pembuatannya, siapa pemiliknya hingga keunikan-keunikan lain yang dimilikinya. Tapi apakah lantas mobil berkelir hitam pekat ini pantas memiliki mahar setinggi itu?

Inspirasi dan cerita dibalik pembuatan Bugatti La Voiture Noire

Bugatti La Voiture Noire

Mahakarya Bugatti dengan nilai tertinggi di dunia ini diciptakan sebagai penghormatan terhadap mobil klasik Type 57SC Atlantic. Dulu Bugatti pernah membuat mobil konsep bernama Aerolithe yang bodinya terbuat dari aeronautical grade magnesium alloy. Type 57SC Atlantic ini adalah versi produksinya. Mobil yang sangat cantik nan molek dengan lekukan indah di sekujur tubuhnya bak karya seni yang tak ternilai harganya.

Hanya empat unit Type 57SC Atlantic yang pernah dibuat Bugatti. Salah satunya dibuat khusus untuk Jean Bugatti, anak tertua dari Ettore Bugatti yang juga pendiri Bugatti. Dibalut dengan cat hitam pekat yang mengkilat, mobil dengan nomor chassis #57453 itu dinamai bahasa Prancis ‘La Voiture Noire’, kalau diartikan ke Bahasa berarti “Mobil Hitam”.

Saat hendak dikirim dari pabrik perakitannya di Molsheim ke Bordeaux, tempat tinggal Jean, mobil tersebut secara misterius hilang. Hingga kini jasad mobil klasik paling berarti bagi Bugatti itu tak pernah ditemukan. Bugatti La Voiture Noire versi modern diciptakan untuk mengenang keindahan mobil yang hilang tersebut. Sebesar itulah arti mobil ini bagi Bugatti dan penggemar otomotif yang memaknai kendaraan lebih dari sekedar kendaraan itu sendiri.

Kemolekan ‘Si Mobil Hitam’

Bugatti La Voiture Noire

Sejak diambil oleh oleh Volkswagen Group, misi utama Bugatti adalah menemukan aerodinamika yang tak pernah ada pada mobil lain. Contohnya terbarunya, Chiron. Penerus Bugatti Veyron itu memiliki lekukan eksterior yang sanggup menyeimbangkan segala aspek yang dibutuhkan mobil berperforma tinggi.

Tubuhnya mampu mengallirkan udara segar ke dalam mesin V16 di bagian belakang sembari tetap memberi daya tekan ke bawah (downforce) yang sempurna demi menghasilkan traksi dan grip ke permukaan yang ideal. Tak aneh kalau Chiron sanggup mencapai kecepatan maksimum 405 km/jam. Itupun angka tersebut dibatasi, alasannya karena keempat bannya tak akan sanggup lagi dibawa lebih kencang dari itu.

La Voiture Noire dibuat di atas basis Chiron. Meski sudah sempurna, tetapi Bugatti melakukan banyak penyesuaian agar mobil ini menjadi lebih istimewa lagi. Termasuk merombak desain eksteriornya.

Desainer Bugatti La Voiture Noire, Frank heyl, menerapkan sejumlah elemen desain dari grand tourer tahun 1930-an yang jadi inspirasinya itu pada Si Hitam. Misalnya desain knalpot dengan enam lubang di bagian belakang. Begitupun dengan bodinya yang utuh. Bak model, tubuhnya diselimuti satu lembar kain utuh yang tak terpotong. Bukan kebetulan kalau Single-piece body La Voiture Noire dianugerahi Design Award di Villa d’Este.

Bugatti La Voiture Noire

Kalau dilihat lagi, ada perbedaan dari versi prototipenya ini dengan yang ditampilkan saat Geneva Motor Show 2019. Velg yang berbeda ini dibuat menggunakan teknologi 3D printer dengan desain yang efisien agar dapat mengurangi bobot secara spesifik.

Saat perkenalannya waktu itu, seluruh kacanya dilapisi kaca film yang sangat tebal hingga interiornya tak bisa diintip dari luar. Alasannya sederhana, Bugatti menyembunyikan interiornya karena ingin desainnya benar-benar sesuai dengan keinginan sang pemilik. Siapa pemiliknya? Tidak lain dan tidak bukan, pemain sepak bola tersukses di dunia, Christiano Ronaldo.

Idenya begini, Bugatti menggambar sketsa interior La Voiture Noire dan memperlihatkannya ke pemilik. Nilai eksklusifitas mobil ini memang tak ada duanya, karna Ronaldo bisa ikut berkreasi dengan menentukan keseluruhan detail interior mobilnya secara bebas. Makanya kaca jendela mobil ini dihitamkan saat peluncurannya. Para perancang interior Bugatti terus berkomunikasi dengan pemain sepak bola asal Portugal yang punya sebutan CR7 itu saat menggarap interior mobil ini.

Mesin buas tersembunyi dibalik tubuh indahnya

Bugatti La Voiture Noire

Si Mobil Hitam memakai mesin yang sama dengan yang dipakai oleh Bugatti Chiron. Memang mobil ini mungkin tak lebih kencang dari Koenigsegg Jesko atau SSC Tuatara, tetapi yang jelas ia lebih cepat dari Chiron karena punya aerodinamika yang lebih baik.

Mesin Bugatti W16 berkapasitas 8,0 liter dengan induksi empat turbocharger bertugas mengahsilkan 1.500 hp tenaga dengan torsi puncak 1.600 Nm. Spesifikasi ini cukup untuk melontarkan La Voiture Noire dari posisi diam sampai kecepatan 100 km/jam dalam 2,5 detik saja. Kecepatan maksimumnya tembus 420 km/jam.

Walaupun dibekali dengan performa yang di atas rata-rata, tetapi memecahkan rekor kecepatan di darat bukanlah tujuan diciptakannya mobil ini. Bugatti La Voiture Noire sama seperti Type 57SC Atlantic yang dibuat sebagai Gran Turismo mewah dengan sensasi berkendara yang nyaman.

La Voiture Noire bukanlah satu-satunya mahakarya istimewa Bugatti. Mereka juga menciptakan Divo yang diciptakan untuk berkompromi terhadap kecepatan dan menukarnya dengan kemampuan menikung yang lebih baik. Tak berhenti sampai di situ, Bugatti kabarnya juga tengah menyiapkan satu lagi mobil istimewa yang posisinya akan ditaruh diantara La Voiture Noire dan Divo.

Intinya, apapun yang diciptakan oleh Bugatti, semuanya pasti akan terlahir istimewa. Walaupun nantinya mobil itu lagi-lagi hasil pengembangan dari versi produksi Chiron, jelasnya hasilnya bukan hanya semata perubahan minor. Apapun itu, pasti sangat dinanti dan membuat semua penggemar otomotif di seluruh dunia jadi penasaran.
RIZKI SATRIA

Artikel yang direkomendasikan untuk anda