Beranda EDITOR'S PICKS KALEIDOSKOP 2019: Sekuel Dominasi Mercedes & Kebangkitan Honda di F1

KALEIDOSKOP 2019: Sekuel Dominasi Mercedes & Kebangkitan Honda di F1


JAKARTA, 31 Desember 2019 – Musim balap Formula 1 2019 kembali membuktikan bahwa kekuatan Mercedes masih belum terkalahkan di era hybrid V6 turbo. Kedua gelar juara dunia, kontruktor dan pembalap, lagi-lagi direbut oleh Mercedes dan Lewis Hamilton.

Namun walaupun dominasi Mercedes berlanjut, bukan berarti F1 2019 tidak punya cerita menarik yang telah membuatnya tetap menarik untuk diikuti. Di saat Mercedes digdaya, Honda justru mengalami kebangkitan signifikan, diikuti lahirnya bintang baru dari Ferrari.

Begitu kuatnya Silver Arrow sampai posisi 1 dan 2 di klasemen pembalap praktis tidak tersentuh oleh tim dan pembalap lain, membuat persaingan memperebutkan posisi ketiga menjadi sangat kuat dan kompetitif.

Cerita musim balap F1 2019 pun Carvaganza rangkum pada Kaleidoskop 2019, yang memiliki highlight dominasi tak tertahankan Mercedes dan kebangkitan Honda di era modern.

Adidaya Mercedes dan Hamilton

Sejak berlangsungnya era hybrid di F1 pada 2014 lalu, nama Mercedes dan Lewis Hamilton seakan menjadi duet yang sulit ditaklukkan. Itulah yang mereka kemudian tegaskan pada musim 2019, lewat kekuatan tak terbendung yang nyaris sempurna.

Domimasi Mercedes ditunjukkan sejak seri pertama di Austrlia, ketika Valtteri Bottas dan Hamilton menguasai sesi kualifikasi meraih dua posisi baris terdepan. Dengan Bottas di pole position, Mercedes seakan membantah prediksi awal musim bahwa Ferrari akan unggul di depan, menyusul hasil di tes pra-musim.

Bottas tidak tertandingi di Australia, memenangkan balapan dengan jarak cukup jauh dari Hamilton, untuk mempersembahkan finish 1-2 pertama dari lima kali berturut-turut sampai seri Spanyol. Kemenangan demi kemenangan secara bergilir direbut duet Mercedes selama paruh pertama musim, dengan Hamilton unggul 8:2 kemenangan dari Bottas pada 12 balapan.

Performa Bottas yang dianggap telah bangkit pada awal musim, nyatanya kalah konsisten dari Hamilton lebih superior di atas mobil Mercedes F1 W10. Secara total, Bottas hanya berhasil meraih empat kemenangan di Australia, Azerbaijan, Jepang dan Amerika Serikat.

Rententan kemenangan Mercedes akhirnya patah pada seri Austria, yang berhasil dimenangkan Max Verstappen. Pada balapan ini, Mercedes salah antisipasi strategi ban sejak kualifikasi, dan harus menyaksikan persaingan sengit Verstappen dan Charles Leclerc berebut posisi terdepan.

Mercedes juga harus gigit jari saat harus absen dari podium pada balap kandangnya di Hockenheim, Jerman. Gagal bersinar di guyuran hujan, Mercedes terlempar dari podium di saat yang sama merayakan 125 tahun mereka di motorsport, termasuk dengan gagal finishnya Bottas karena tabrakan di akhir balapan.

Dominasi Mercedes sempat berkurang saat paruh kedua musim berlangsung, dengan bangkitnya Ferrari dan Leclerc di Belgia dan Italia lewat pole dan kemenangan. Secara mengejutkan, Ferrari juga sukses mendominasi seri Singapura, yang padahal sebelumnya lemah di sirkuit dengan karakter downforce tinggi.

Perebutan kemenangan antara Ferrari dan Red Bull pada paruh kedua musim justru menguntungkan Mercedes, yang sukses mengamankan gelar juara konstrukto di seri Jepang. Sementara Hamilton harus menunggu lebih lama untuk bisa mengunci gelar juara dunianya yang keenam, di Amerika Serikat, dengan dua seri tersisa.

Hamilton menjadi juara dunia 2019 dengan total 413 poin, unggul 87 poin dari Bottas di posisi kedua. Sementara Mercedes sukses menyamai rekor Ferrari menjuarai konstruktor selama enam musim beruntun, berbekal total poin 739.

Kebangkitan Honda bersama Red Bull

Setelah masa ‘pedekate’ selama satu tahun bersama Toro Rosso, Honda akhirnya bergabung dengan Red Bull Racing untuk 2019. Melihat berbagai kesulitan yang dialami saat bersama McLaren sejak kembali ke F1, Honda justru berhasil langsung kompetitif bersama tim yang dipimpin Christian Horner ini.

Sejak seri pertama, Red Bull langsung berhasil merebut podium dari Ferrari yang pada dua musim sebelumnya selalu menjadi penantang gelar. Kombinasi power unit hybrid buatan Honda dan chassis garapan Adrian Newey berhasil menjadi kombinasi tangguh sejak awal musim.

Podium di Australia oleh Verstappen bahkan menjadi yang pertama bagi Honda, sejak kembali ke F1 pada tahun 2015 lalu. Dengan keunggulan chassis dan aerodinamika RB15 di sirkuit teknis, Red Bull secara konsisten unggul di depan Ferrari sebagai tim terkuat kedua setelah Mercedes.

Red Bull baru benar-benar mendapat tekanan dari Ferrari saat beradu strategi ban pada seri Austria, yang kemudian dimenangkan Verstappen. Kemenangan ini bukan hanya yang pertama bagi tim non-Mercedes di 2019, tetapi juga pertama untuk Honda di F1 pada era baru ini.

Salah satu highlight 2019 untuk Honda adalah saat Verstappen bertarung ketat dengan Hamilton di Hongaria, sebelum akhirnya takluk di lap-lap akhir. Pada balapan ini juga, Verstappen untuk pertama kalinya di F1 meraih pole position.

Di luar dugaan, podium untuk Honda bahkan turut dipersembahkan oleh Toro Rosso sebagai tim junior dari Red Bull. Masing-masing satu podium diraih oleh Toro Rosso oleh Daniil Kvyat di balapan chaotic seri Jerman, serta Pierre Gasly di Brazil.

Inkonsisten Gasly di paruh pertama musim bersama Red Bull mengakibatkannya digantikan dengan Alexander Abon untuk paruh kedua. Keduanya gagal raih podium bersama Red Bull, menjadikan Verstappen sebagai kekuatan utama tim bermarkas di Austria ini bertarung di baris depan.

Verstappen akhirnya berhasil keluar sebagai “the best of the rest”, dengan meraih posisi ketiga klasemen pembalap di atas duo Ferrari. Namun Red Bull harus merelakan posisi runner up klasemen konstruktur untuk Ferrari, dengan duet Vettel dan Leclerc yang terbukti lebih kuat.

Jika berlanjut, sinergi antara Red Bull dan Honda tentunya akan menjanjikan persaingan yang lebih menarik di F1 ke depannya. Siapa tahu kekuatan dominan sepert McLaren-Honda di era Ayrton Senna bisa terjadi kembali untuk Honda.

WAHYU HARIANTONO

Video Terbaru Youtube Carvaganza

Video Terbaru Youtube The Official Oto



Last Updates

SUV Makin Diminati di 2020, Pemain Baru Kian Agresif

JAKARTA, Carvaganza.com – Tahun 2020 sudah berjalan hampir satu bulan. Khusus di ranah otomotif, ada satu catatan menarik yang bisa...
video

VIDEO: Review First Impression Mazda CX-30 Versi Indonesia

JAKARTA, Carvaganza.com – Dalam waktu dekat, Mazda Indonesia akan segera menghadirkan produk terbarunya untuk pasar Tanah Air, yaitu Mazda CX-30. Model baru ini akan...

Volvo XC90 Bakal Punya Varian Listrik Dua Tahun Lagi

STOCKHOLM, Carvaganza.com – Pabrikan asal Swedia, Volvo, punya rencana besar. Rencananya, Volvo akan memperkenalkan versi elektrik untuk model XC90 generasi...

Hyundai Rebut Kemenangan WRC Monte Carlo 2020 dari Toyota

MONTE CARLO, Carvaganza.com – Hyundai berhasil mengawali musim baru World Rally Championship (WRC) 2020 lewat kemenangan di seri Monte Carlo,...

Komunitas Peugeot Solo Jelajahi Surabaya dan Madura

JAKARTA, Carvaganza.com – Kolaborasi antara Astra Peugeot dan komunitas kian mesra. Astra Peugeot Solo mendukung aktivitas komunitas Peugeot untuk...