Jaguar E-Type, Hikayat Mobil Terindah Di Dunia (Bagian 1)

JAKARTA, carvaganza – Beberapa waktu lalu, Carvaganza menurunkan sebuah tulisan tentang peluncuran Jaguar F-Type Heritage 60 2021. Mobil ini diproduksi untuk merayakan hari jadi E-Type yang ke-60. Karena, E-Type menjadi salah satu mobil ikonik pada masanya dan menjadi salah satu mobil legend The Jag. Jag E-Type memang punya dongeng yang menarik. Pada waktu diluncurkan di Geneva Auto Salon, 15 Maret 1961, tak ada yang menyangka mobil tersebut bakal menggemparkan jagat. Tapi sang pendiri pabrikan, Sir Williams Lyons menyadari E-Type bakal menjadi mobil yang istimewa bagi publik Inggris dan Eropa.  E-Type yang Ia bawa ke Geneva adalah mobil kedua yang diproduksi, dan baru tadi malam sampai di Swiss setelah dikirim dari Coventry, Inggris, siangnya. Ketika selubung dibuka, E-Type bikin publik berdecak. Motoring journalist menilai E-Type 1961 sebagai jalan revolusioner. Bodywork yang dikerjakan Malcolm Sayer itu berbeda dengan mobil-mobil lain yang beredar pada era tersebut. Memiliki bentuk lampu depan unik, masuk ke dalam dengan nose panjang dan knalpot kembar di tengah. Sampai saat ini, E-Type masih dianggap sebagai salah satu mobil dengan desain terhebat sepanjang masa. Bahkan pendiri Kuda Jingkrak, Enzo Ferrari, menyebut E-Type sebagai “mobil terindah di dunia.”

Desain Jaguar E-Type

Cerita tentang E-Type sudah dirintis jauh sebelum sang legend dirilis. Garis desainnya dipengaruhi oleh mobil balap Jaguar D-Type yang turun di Le Mans. Mesin 6 silinder segaris 3.8 yang diadopsi bersumber dari sang kakak, Jaguar XK. Memang betul D-Type cukup banyak mempengaruhi E-Type, tapi moyangnya E-Type sebetulnya adalah mobil purwarupa E1A tahun 1957. Dari sinilah sebetulnya hikayat E-Type mulai bergulir. Bodi E1A memiliki dimensi lebih kecil dibandingkan versi produksi E-Type, mesinnya juga 2.4 liter (2.400 CC). E-Type menjadi mobil Jaguar pertama kali yang mengadopsi layout suspensi belakang independen yang akhirnya dipakai oleh semua model-model Jaguar selanjutnya selama 4 dasawarsa. Pada waktu E-Type ingin dibangun, tim yang bertanggung-jawab sudah berpikir bahwa mereka harus mengambil terobosan yang berani. Tim dipimpin langsung oleh Technical Director Williams Heynes, yang sudah bekerja di Browns Lane (lokasi pabrik Jaguar di Coventry) sejak 1935. Jam terbang yang tak bisa dianggap remeh dan Heynes sudah paham betul seluk-beluk dan soul Jaguar. Baca juga: Jaguar Luncurkan Mobil Anniversary Demi Hari Jadi E-Type Ke-60 Style body mobilnya dikerjakan oleh orang baru, Malcolm Sayer. Langkah the British mempercayakan urusan desain body pada Sayer merupakan lompatan jauh ke depan, meskipun memang kemahiran Sayer sempat diragukan. Pasalnya, Sayer tidak berpenampilan unik khas desainer mobil. Malah terlihat sederhana. Tapi ia punya latar belakang akademis yang brilian. Lahir di Cromer, Norfolk bulan Mei 1916, ia lulusan Great Yarmouth. Tahun 1933 Ia kuliah di Loughborough College, mengambil jurusan otomotif (Automobile Department). Lulus dari kuliah tahun 1938, Ia bekerja di perusahaan Bristol Aeroplane Company, bertahan selama sepuluh tahun. Sehabis itu bekerja di Irak selama beberapa tahun lantas kembali ke UK bekerja di Jaguar pada September 1950. Karier Sayer moncer ketika Jaguar C-Tpe menjuarai Le Mans 24 Hours tahun 1951 dan 1953. Pada tahun 1953, Williams Heyness sampai mendesain mobil one-off (satu-satunya) XKC 054/XP11 untuk menginvestigasi konstruksi monokok.
Prototipe Jaguar E1A

Prototipe Jaguar E1A

Pada waktu Malcolm Sayer mendesain mobil ini, bodynya dibuat lower slung plus ramping. Style body itu diturunkan pada E-Type. Tapi karena Jaguar memutuskan semua mobil baru harus bisa untuk balapan, maka diciptakan mobil balap D-Type. Lagi-lagi ketekunan membuahkan hasil. Jaguar menjuarai Le Mans 1955, 1956 dan 1957. Bahkan di dua musim terakhir, dimenangkan tim privateer Ecurie Ecosse. Di bawah komando Heynes, pabrikan mulai menyeriusi pengerjaan E-Type bulan Desember 1956. Purwarupa pertama selesai bulan Mei 1957 dan diberi nama resmi E-Type 1 Aluminium atau disingkat E1A. Dimensinya lebih kecil daripada E-Type versi produksi, tapi lebih besar D-Type. Konstruksinya sendiri umumnya mengambil dari D-Type dan mengadopsi layout central monocoque tub. Yang membedakannya dengan D-Type adalah, E-Type menggunakan sistem suspensi belakang independent. E1A sendiri diberi mesin short-block XK 2.4 liter yang dikembangkan untuk Jaguar Mk1, yang dirilis tahun 1955. (Bersambung...) EKA ZULKARNAIN

Artikel yang direkomendasikan untuk anda