Beranda Interview INTERVIEW: Dian Asmahani, Wuling Memberikan yang Terbaik Untuk Indonesia

INTERVIEW: Dian Asmahani, Wuling Memberikan yang Terbaik Untuk Indonesia

Dian Asmahani, Brand Manager PT SGMW Motor Indonesia. (Foto-Foto: Syaiful Achmad/Carvaganza)

WULING MOTORS merupakan brand yang masih sangat muda di Indonesia. Pabrikan asal Cina itu baru masuk di Indonesia pada bulan Agustus 2017 dengan produk low-MPV Wuling Confero, setelah itu memasarkan lagi medium MPV Wuling Cortez. Keduanya MPV dan diproduksi di Indonesia di pabriknya di Cikarang, Jawa Barat.

Secara tak terduga, meski umurnya baru satu tahun, Wuling mencatat angka penjualan yang mengejutkan, 19.000 unit sejak mereka meluncurkan produk sampai dengan bulan Agustus 2018. Angka yang sangat fantastis, bahkan mengalahkan angka penjualan sejumlah brand Jepang dan Korea yang sudah lama bercokol di pasar nasional.

Carvaganza pun mengajak Dian Asmahani, Brand Manager PT SGMW Motor Indonesia (Wuling Motors), sebagai APM Wuling, berbagi cerita tentang kiprah Wuling, strategi suksesnya di pasar nasional dan rencana pabrikan di masa depan.

Dan Perempuan kelahiran Jakarta 1981, alumni ITS Surabaya ini dengan lugas menjawab setiap pertanyaan Carvaganza. Berikut petikannya:

Wuling Motors memasarkan Confero dan Cortez, bagaimana positioning keduanya di pasar?

Keduanya berada di segmen pasar yang berbeda. Wuling Confero adalah adalah low-MPV, sedangkan Wuling Cortez seperti kita ketahui berada di atasnya di segmen medium MPV. Kedua model ini menawarkan mobil MPV yang lega dan fitur-fitur yang canggih serta fungsional di kelasnya. Kami memberinya tagline The Real Spacious MPV buat Confero. Dan pemain di segmen ini cukup banyak jika dibandingkan dengan pasar di atasnya, medium MPV.

Sedangkan Cortez sendiri sebagai pemain di medium MPV menjadi pilihan baru bagi konsumen yang menawarkan kabin yang lega, tampilannya elegan, canggih dan fitur-fitur terkini. Mobil ini memiliki fitur-fitur fungsional yang lebih lengkap dibandingkan kompetitornya, sehingga mobil ini memberikan value lebih kepada konsumen.

Filosofi kami untuk semua produk-produk yang kami rilis ke pasar adalah Value for Money. Kami menawarkan sesuatu yang beyond expectation kepada konsumen maupun pasar sejenisnya. Jadi tidak berlaku di Indonesia saja, di Cina juga seperti itu.

Wuling Confero S

Wuling Confero dan Cortez mendapat respon positif dari pasar, padahal tadinya mendapat stigma buruk?

Kalau kita lihat, trust publik dan konsumen terhadap Wuling semakin bertambah dan hal itu tidak lepas dari komitmen kami terhadap pasar di Indonesia. Pada saat kami datang ke Indonesia, kami memang ingin berinvestasi untuk jangka panjang.

Tidak datang dan pergi dan kemudian hanya berjualan saja. Makanya pada saat kami datang pertama kali ke Indonesia, kami tidak langsung menjual mobil, melainkan membangun basic facilities terlebih dahulu. Kami membangun pabrik dan berinvestasi secara serius di Indonesia. Untuk membuktikan bahwa kami berkomitmen jangka panjang. Nilai investasi kami untuk membangun pabrik di Indonesia adalah sebesar US$ 700 juta (sekitar Rp 10 trilyun). Setelah itu, kami juga memikirkan after sales dan jaringan.

Kami membangun dealer dengan menjalin kemitraan dengan 7 grup dealer di Indonesia. Pada tahun pertama kita launching mobil Confero pada Agustus 2017, kami sudah memiliki 35 dealer yang sudah berdiri. Dan sampai sekarang ini, September 2018, kami sudah memiliki 81 dealer yang tersebar di seluruh Indonesia. Jadi pada intinya kami memiliki komitmen jangka panjang, yakni membangun pabrik, membangun jaringan dealership serta menyusun dan menyediakan pelayanan purna jualnya.

Artinya, Wuling Motors sudah mempersiapkan segalanya untuk pasar nasional?

Betul. Bagi kami konsumen itu sangat berharga. Jadi pada saat kami launching Confero, pelayanan after sales yang kami berikan bukan hanya warranty, melainkan juga sudah menyiapkan customer service 24 jam, Wuling Insurance dan berpartner dengan 7 mitra leasing dan lain-lain.

Dan kami melihat secara bertahap kepercayaan konsumen terhadap Wuling sudah meningkat dan kami berharap akan terus meningkat seiring dengan berjalannya waktu. Untuk itu dibutuhkan kerja keras dari kami untuk meyakinkan konsumen di sini.

Wuling Cortez

Sejauh ini, berapa total penjualan Wuling Motors di Indonesia?

Dari bulan Agustus 2017 pertama kali kami launching sampai Agustus 2018, di angka 18-ribuan unit. Sedangkan dari bulan Januari sampai Oktober 2018 sekitar 13.400 unit. Angka ini menempatkan Wuling di posisi 9 APM dengan penjualan terbanyak tahun ini.

Wuling Motors mempersiapkan diri sebelum benar-benar terjun dan bertarung di pasar otomotif Tanah Air. Salah satunya adalah dengan mendirikan pabrik. Tak tanggung-tanggung Wuling menggelontorkan dana US$ 700 juta atau sekitar Rp 9,6 triliun untuk membangun pabrik di Greenland International Industrial Center (GIIC), Deltamas, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.

Pabrik yang beroperasi pada 2017 itu merakit semua model Wuling yang dijual di Indonesia. Hasilnya tidak mengecewakan, bahkan bisa dibilang mengejutkan. Sepanjang tahun ini, Wuling sudah mencatat penjualan 13.400 unit dan masuk posisi 10 besar APM dengan penjualan terbanyak. Wuling mampu melewatu nama-nama lawas seperti Datsun, Nissan, Mazda, Chevrolet, dan Hyundai.

Confero dan Cortez diproduksi di Indonesia, apakah Indonesia akan menjadi production base Wuling?

Confero dan Cortez yang dipasarkan di Indonesia dibuat ci pabrik kami di Cikarang, Jawa Barat. Impian jangka panjangnya Indonesia menjadi production base untuk pasar Asia Tenggara. Cuma karena kita memang masih baru, baru satu tahun di Indonesia, jadi untuk saat ini kami sedang fokus mengembangkan pasar di Indonesia.

Berapa luas lahan pabrik PT SGMW Wuling Indonesia (Wuling Motors) di Cikarang?

Luasnya 60 hektar yang terdiri dari 30 hektar untuk fasilitas manufacturing, dan 30 hektar lainnya untuk suplier park. Artinya proses produksi dan parts centre-nya ada di satu tempat yang sama jadi kami memiliki konsep pabrik yang terintegrasi.

Berapa kapasitas produksinya?

Kapasitas produksi maksimalnya 120 ribu unit per tahun, namun yang baru terpakai kisaran 30 ribu unit. Dan kami akan menambah kapasitas produksi tersebut sesuai dengan pertumbuhan market di Indonesia.

Apakah melibatkan suplier lokal? Bagaimana dengan konten lokalnya?

Kami melibatkan suplier dari lokal sejak produk pertama kami. Untuk Wuling Confero, local content-nya 56 persen, sedangkan Wuling Cortez 50 persen.

Bagaimana strategi pabrikan dalam menghapus stigma jelek terhadap merek Cina?

Melalui produk yang berkualitas dan kami menciptakan produk yang terjamin kualitasnya. Terlihat dari keseriusan kami dalam berinvestasi membangun pabrik, pelayanan purna-jual, warranty dan lain-lain. Dan tentunya kami harus memberikan experiences produk kami kepada konsumen. Secara step by step, konsumen akan merasakan itu dan terbukti dengan usia baru 1 tahun kami sudah mendapatkan trust dari publik.

EKA ZULKARNAIN

Video Terbaru Youtube Carvaganza



Last Updates

Velozity Chapter Tangerang Tanam 1.000 Pohon Mangrove di Patra Menggala

TANGERANG, 25 April 2019 – Komunitas mobil kini semakin peduli dengan lingkungan. Seperti yang dilakukan Velozity Chapter Tangerang (D’Vecta) yang...

Tingkatkan Kualitas, Isuzu Gelar Kompetisi Teknisi Seluruh Indonesia

BEKASI, 24 April 2019 – Guna menjaga kualitas para teknisinya, PT Isuzu Astra Motor Indonesia kembali mengadakan National Isuzu Technical...

Dyandra Berharap Presiden Jokowi Buka Telkomsel IIMS 2019

JAKARTA, 24 April 2019 -- Gelaran pameran otomotif Telkomsel Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 akan dibuka besok Kamis, 25...

Honda Brio Music Project Tantang Kreatifitas Grup Musik di Surabaya

SURABAYA, 24 April 2019 – PT Honda Prospect Motor (HPM) kembali akan menyelenggarakan Brio Music Project Festival di Surabaya Town Square, Surabaya,...

IIMS 2019: MINI Luncurkan MINI Ice Blue Edition, Hanya 50 Unit

JAKARTA, 24 April 2019- MINI Indonesia membuka booth di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019. Booth ini bersamaan dengan...