Hati-Hati, Foto Jelek Bikin Harga Mobil Klasik Jadi Boncos

mobil klasik

JAKARTA, Carvaganza – Perkembangan teknologi informasi digital yang begitu cepat sangat membantu industri otomotif. Tapi ada juga efek buruknya kalau teknologi informasi digital itu tidak digunakan secara tepat. Malah bisa bikin sebuah produk otomotif, yang tadinya mau bikin untung, malah buntung.

Teknologi ini membuat hubungan antar kolektor semakin dekat. Marketplace online bisa menghubungkan kolektor yang jaraknya ribuan kilometer, jadi terasa lebih dekat. Bahkan para kolektor mobil itu bisa melihat bagian-bagian mobil dari dekat lagi tanpa harus melakukan penerbangan jarak jauh.

Makanya foto dan video berperan sangat penting bagi visual digital. Cuma itu dia, tidak semua foto bisa mendukung penjualan mobil-mobil para kolektor. Motorwerks selama beberapa tahun terakhir ini telah bekerjasama dengan kalangan kolektor untuk membuat iklan cetak dan digital mobil-mobil tua maupun klasik yang ada harganya untuk dijual. Juga membuat belasan katalog lelang dan puluhan iklan di marketplace online.

Mobil klasik

Tapi banyak yang komplain, kok barangnya enggak laku-laku seperti yang diharapkan. “Saya punya mobil keren banget. Terdokumentasi, udah proses pengecekan dan mestinya menghasilkan uang. Tapi kok enggak terjual juga dan enggak ada yang telpon menanyakan mobilnya.” Itulah biasanya keluhan yang disampaikan para kolektor.

Ternyata dari hasil penelusuran, bukan mobilnya yang jelek. Sembilan dari sepuluh kasus diketahui bahwa foto-foto mobil yang hendak dijual jelek. Mobil yang kalau dilihat aslinya bagus, malah jadi kelihatan buruk.

Dalam iklan, katalog lelang atau pun foto-foto di marketplace, foto berfungsi sebagai informasi yang informatif. Nah, orang-orang yang berpengalaman dalam hal menjual mobil klasik seperti rumah lelang, pasar online atau pun kalangan retailer tahu persis bagaimana menjadikan mobilnya layak jual.

Gambar berkualitas dan secara estetika menyenangkan bisa memunculkan rasa emosional di kalangan kolektor yang ingin membeli. Dari situ mereka melakukan penilaian terhadap barang yang hendak dibelinya. Misalnya, penjual merasa mobilnya sudah dirawat dengan baik dan terawat, tapi kalau background fotonya jelek, orang yang mencari bisa kabur. Mobil yang diiklankan dilirik pun tidak.

Memang bagusnya menyewa fotografer profesional agar foto atau pun videonya lebih baik. Tapi biayanya kan mahal. Lantas bagaimana mengakali agar foto mobil jadi bagus, seperti kondisi asli mobilnya.

Mobil klasik

Bikin mobil terlihat sebagus mungkin

Cara pertama adalah cuci mobil sampai bersih. Kecuali kalau memang mobil klasik yang Anda miliki baru ditemukan di gudang (barn find). Banyak sarang laba-laba, karatan dan interiornya berantakan.

Bikin mobil dengan catnya terlihat kinclong. Jangan sampai ada noda sedikit pun. Terus interiornya dibersihkan dan dirapikan seapik mungkin sehingga mobil betul-betul terlihat terawat. Tak terkesan perawatan mobil asal-asalan.

Perhatikan lokasi foto

Background foto harus menjadi perhatian penting. Background seperti dinding, barisan pohon memang bagus tapi kadang bikin bayangan dan refleksi. Begitu juga di lapangan rumput. Banyak pantulannya dan bisa membuat ban terlihat tidak utuh.

Sebaiknya di permukaan jalan yang padat. Misalnya di atas aspal atau pun beton. Kalau mobil Anda pernah juara kontes, bagusnya jangan dipakai sebagai foto utama iklan. Biasanya foto di kontes backgroundnya kurang oke. Banyak orang lalu-lalang dan background menjadi kotor. Selain ‘kotor’ oleh orang, juga segala logo yang biasanya terdapat di kontes.

Mobil klasik

Perbanyak foto

Jangan pajang 3 atu 4 foto saja. Sertakan juga foto-foto detail. Baik detail eksterior maupun interior. Pajang foto-foto yang membuat mobil itu terlihat sangat indah. Angle pengambilan foto juga harus diperhatikan agar foto terlihat menarik sehingga orang ingin melihatnya berulang-kali.

Perhatikan kualitas foto

Misalnya jangan blur dan ada bagian yang terpotong. Pencahayaan juga harus mendapat perhatian lebih. Karena bisa bikin mobil jadi terlihat kusam serta tak menarik jika pencahayaannya kurang pas. Jadi kualitas foto harus benar-benar diperhatikan sehingga orang mau melihatnya berkali-kali. (EKA ZULKARNAIN)

Sumber: motorauthority.com

Baca juga:  Mercedes-Benz 300 SL Roadster Berdebu Ini Dijual Rp 17,2 Miliar

Mobil Pilihan

  • Upcoming

Updates

Artikel lainnya

New cars

Artikel lainnya

Drives

Artikel lainnya

Review

Artikel lainnya

Video

Artikel lainnya

Hot Topics

Artikel lainnya

Interview

Artikel lainnya

Modification

Artikel lainnya

Features

Artikel lainnya

Community

Artikel lainnya

Gear Up

Artikel lainnya