Hadapi COVID-19, Tata Motors Perpanjang Masa Garansi 2 Bulan

JAKARTA, Carvaganza.com PT Tata Motors Distribusi Indonesia (TDMI) memberikan kepastian bagi pemilik kendaraan niaga Tata Motors yang masa garansinya akan habis di rentang 15 Maret - 15 Mei 2020. Konsumen yang terkena dampak kebijakan di masa pandemik tidak perlu khawatir. Pasalnya, TDMI sebagai APM Tata Motors di Indonesia memperpanjang masa garansi dan free service selama 2 bulan.

Selama rentang waktu tersebut pelanggan tetap bisa klaim garansi dan memanfaatkan layanan free service. Langkah tersebut dibuat setelah masa karantina di beberapa provinsi diperpanjang.

“Keselamatan dan kesehatan karyawan, pelanggan, dan mitra bisnis adalah prioritas Tata Motors saat ini. Customer tidak perlu khawatir tidak bisa klaim dan tidak bisa mendapat pelayanan free service," ujar Presiden Direktur Tata Motors Distribusi Indonesia, Biswadev Sengupta, dalam keterangannya hari ini, Sabtu (28/3/2020).

Biswadev Sengupta mengatakan Tata Motors selalu memantau laporan perkembangan COVID-19 beserta kebijakan yang dibuat oleh pemerintah. “Karena itu kami berkomitmen akan terus memberikan kenyamanan bagi karyawan, pelanggan, dan mitra bisnis kami,” kata Biswadev.

Bagaimana dengan suplai unit ke Indonesia menyusul kebijakan lockdown di India? TDMI mengatakan untuk stok unit saat ini masih aman. Stok di Indonesia disebutkan tidak akan terganggu dan masih aman sampai tiga bulan ke depan. Untuk layanan pelanggan, TDMI melakukan home service, sedangkan di sektor niaga ada layanan pool truck dan pangkalan kendaraan konsumen.

Baca juga: Wabah COVID19 Meluas, Daihatsu Dorong Penjualan via Digital


Kurangi Aktivitas Pabrik


Mewabahnya virus corona membuat industri otomotif di dunia terganggu bahkan sampai dihentikan sementara produksinya. Hal yang sama juga dialami Tata Motors. Seperti diberitakan Reuters, pabrikan otomotif terbesar di India itu harus mengurangi aktivitas pabrik mobilnya yang terletak di Maharashtra. Tak hanya mengurangi aktivitasnya, Tata Motors India juga sedang bersiap untuk menutup sementara pabriknya terkait penyebaran COVID-19.

Langkah ini diambil mengingat pemerintah setempat melaporkan jumlah kasus positif infeksi corona di daerah tersebut terbilang tertinggi di India. Total ada 933 kasus dan 20 orang meninggal di India. Menurut Managing Director Tata Motors India, Guenter Butschek mengatakan pihaknya sudah mengurangi aktivitas pabriknya 23-31 Maret 2020.

"Kami akan terus memonitor situasi pada semua daerah di mana kantor serta pabrik kami berada. Kami akan membuat keputusan yang tepat dan proaktif jika diperlukan," kata Butschek.

Tak hanya operasional pabrik, Tata Motors India mengatakan akan merumahkan sementara 3.000 karyawan yang bekerja di kantor. Mereka juga meniadakan perjalanan bisnis ke luar negeri dan tidak menerima tamu ke kantor mereka.

Tata Motors juga meliburkan sementara operasi Jaguar Land Rover di Inggris. JLR merupakan milik Tata Motors. JLR memiliki pabrik di seputar Inggris seperti Castle romwich, Solihull, dan Halewood.

RAJU FEBRIAN

Artikel yang direkomendasikan untuk anda