Citroen Resmi Comeback ke Indonesia, Siapkan 5 Model Baru

Citroen Indonesia

JAKARTA, Carvaganza - Indonesia kembali kedatangan brand baru, Citroen. Merek ini sebenarnya pernah ada di Tanah Air hingga awal 90-an. Jadi bukan barang baru bagi generasi baby boomer, X dan sebagian milenial. Stellantis sebagai induk perusahaan Citroen pun menggandeng Indomobil Group sebagai pemegang merek. Kemitraan tersebut diteken pada April lalu, dan baru resmi dikenalkan Oktober ini dengan kepastian peluncuran produk sebanyak 5 buah.

Pemasaran produk dilaksanakan pada 2023. Adapun yang sudah pasti yakni C3, E-C4 dan C5 Aircross. Sementara dua produk lainnya masih dirahasiakan baik nama maupun waktu rilis. Citroen hanya mengungkapkan keduanya bakal bermain di segmen dengan harga bawah Rp 300 jutaan. Pasar yang ramai pemain dan demand besar. Ini artinya Citroen ingin menyentuh seluruh lapisan masyarakat.

“Kami sangat bangga mengumumkan kemitraan strategis Indomobil dan Stellantis yang akan memperkenalkan dan mengembangkan merek Citroën di Indonesia. Melalui Indomobil Wahana Trada, kami akan memasarkan kendaraan yang bergaya dan menawarkan layanan purna jual yang andal untuk membangun merek di sini,” ucap Andrew Nasuri.

Pengembangan produksi dalam negeri pun tengah masuk ke dalam perencanaan Citroen. Mereka masih melihat permintaan pasar nanti. Kalau pun jadi, mereka juga masih mempertimbangkan lokasi produksi, antara memanfaatkan fasilitas Indomobil yang sudah ada atau melakukan ekspansi.

Baca Juga: General Motors Bukan Cuma Pabrikan Mobil, Banyak Hal Menarik Lain Yang Pernah Diproduksi

Untuk saat ini, Citroen baru mendatangkan unit dari beberapa negara. C3 yang yang menjadi volume maker diboyong langsung dari pabrik Chennai di India. Kemudian C5 Aircross berasal dari Brittany, Prancis, dan E-C4 yang merupakan mobil bertenaga baterai diimpor dari Madrid, Spanyol.

Citroen Indonesia

Kehadiran E-C4 turut menjadi upaya Citroen untuk memasuki pasar elektrifikasi yang tengah berkembang di Tanah Air. Studi berlanjut masih dilakukan lantaran Indonesia dinilai Citroen mampu menjadi hub kendaraan elektrifikasi.

Tak hanya produk, Citroen Indonesia tentunya bakal menyiapkan jaringan penjualan dan purnajual. Namun, target jumlah fasilitasnya terbilang tak terlalu banyak. Dikatakan Andrew, pada tahun pertama pihaknya akan membuka 7 dealer. Lalu pada tahun kedua bertambah dengan total menjadi 15 dealer.

Masuknya Citroen ini didasari potensi pasar Indonesia yang cukup besar. CEO Citroen, Vincent Cobee mengatakan bahwa Indonesia memiliki populasi besar, pertumbuhan ekonomi yang baik, serta besarnya kebutuhan kendaraan pribadi karena mobilitas yang tinggi. Hal ini juga sejalan dengan rencana Citroen yang ingin mengembangkan market share di Asia Pasifik. Di mana pada 2030 mereka ingin mencapai pangsa pasar hingga 5%.
(MUHAMMAD HAFID / WH)

Baca Juga: GAC Aion Hyper SSR, Supercar Pertama Buatan Cina Torsinya 12.000 Nm

Artikel yang mungkin menarik untuk Anda

Mobil Pilihan

  • Upcoming

Updates

Artikel lainnya

New cars

Artikel lainnya

Drives

Artikel lainnya

Review

Artikel lainnya

Video

Artikel lainnya

Hot Topics

Artikel lainnya

Interview

Artikel lainnya

Modification

Artikel lainnya

Features

Artikel lainnya

Community

Artikel lainnya

Gear Up

Artikel lainnya

Artikel Mobil dari Oto

  • Berita
  • Artikel Feature
  • Advisory Stories
  • Road Test

Artikel Mobil dari Zigwheels

  • Motovaganza
  • Tips
  • Review
  • Artikel Feature