Begini Jadinya Kalau Hypercar Listrik Masih Prototipe Diajak Main Lumpur

ZAGREB, Carvaganza – Mobil supercar maupun hypercar biasanya dipacu di jalan raya atau sirkuit. Selain itu dipajang atau pun diambil pemotretannya di bawah kilauan cahaya di tempat-tempat mewah. Mobil bertenaga kuda dahsyat terebut pun biasanya disimpan di basement atau pun parkiran rumah dan apartemen mewah
.
Nah, bagaimana kalau ternyata hypercar dengan harga milyaran rupiah itu malah diceburin ke lumpur. Yang tentu saja memang bukan habitatnya. Apa dia masih bisa melesat kencang? Atau malah ‘kepater’ di dalam kubangan?

Aksi gila ini dilakukan oleh pabrikan supercar Rimac asal Kroasia terhadap mobil prototipenya, Nevera. Bahkan digeber langsung oleh CEO Bugatti Rimac sendiri, Mate Rimac. Menariknya lagi, mobil prototype itu adalah hypercar listrik yang digadang-gadang punya daya sprint 0 – 100 km/jam hanya dalam waktu 1,85 detik saja. Dan untuk akselerasi 0 – 400 meter hanya 8 detik!

Rimac Nevera

Ketika digeber dilumpur hasilnya bisa ditebak. Mobil berlumuran tanah, kotoran dan daun-daun jatuhan. Udah gitu, mobil melintir kemana-mana. Aksi sang CEO dilakukan di fasilitas Rimac yang baru di ibukota Kroasia, Zagreb, dan bakal menjadi basis produksi semua model Rimac di masa depan. Pabrik Rimac itu kabarnya dibangun dengan biaya 200 juta Euro.

Apa motif Rimac menceburkan hypercar listrik yang masih purwarupa alias prototipe itu di jalanan tanah? Apalagi kalau bukan promosi brand, memperkenalkan pabriknya yang baru di Zagreb dan yang tak kalah penting mobil itu sengaja dimasukkan ke jalanan tanah karena bakal dihancurkan di fasilitas crash test. Hypercar tersebut harus menjalani uji tabrak untuk mendapatkan homologasi dari Amerika Serikat. Untuk melihat aksi Rimac Nevera  klik video di sini. 

“Karena mobil ini akan menjalani test crash, kita lakukan sesuatu hal yang tidak pernah kita lakukan dan tidak pernah dilakukan oleh kebanyakan konsumen kami. Bersenang-senang dengan Nevera sebelum dihantamkan ke tembok,” ujar Mate Rimac.

Baca juga:  TEST DRIVE: Porsche Taycan 4S, Supercar Listrik Dengan Feeling Natural (Bagian 1)

CEO Bugatti Rimac, Rimac Nevera

Mesin Rimac Nevera

Selama dipacu di jalanan tanah, Rimac Nevera mampu bertahan, tanpa kerusakan. Semuanya masih mulus, bumper mulus, bodi samping mulus dan tidak terdampar di atas gundukan tanah. Malah justru mobil mendesing dengan tenang di jalanan tanah menciptakan cipratan-cipratan air berwarna coklat ke bodi.

Hypercar listrik ini dilengkapi empat motor elektrik yang menghasilkan total tenaga 1.914 hp dan torsi maksimal 2.360 Nm. Tenaga dihasilkan dari paket baterai yang terbuat dari material lithium, mangan dan nickel untuk mendapatkan jangkauan jarak tempuh 547 km.

Pabrikan Rimac didirikan tahun 2009 dan dikenal sebagai penghasil hypercar elektrik terkencang di dunia. Angka produksinya sangat terbatas. Mobil perdana yang dihasilkan adalah Concept One tahun 2016, setelah itu disusul memproduksi Concept S yang lebih ringan dan lebih bertenaga. Tak lama kemudian, Rimac menjalin kemitraan dengan Bugatti membentuk perusahaan baru bernama Bugatti Rimac LLC. (EKA ZULKARNAIN)

Sumber: ragam sumber

Baca juga:  TEST DRIVE: Porsche Taycan 4S, Supercar Listrik Dengan Feeling Natural (Bagian 2)

Artikel yang mungkin menarik untuk Anda

Mobil Pilihan

  • Upcoming

Updates

Artikel lainnya

New cars

Artikel lainnya

Drives

Artikel lainnya

Review

Artikel lainnya

Video

Artikel lainnya

Hot Topics

Artikel lainnya

Interview

Artikel lainnya

Modification

Artikel lainnya

Features

Artikel lainnya

Community

Artikel lainnya

Gear Up

Artikel lainnya