26 Tim Indonesia Ikuti Shell Eco-marathon di Singapura

SINGAPURA, 11 Maret 2018 – Kompetisi kendaraan hemat energi antar mahasiswa, Shell Eco-marathon Asia edisi ke-9, resmi dibuka di Changi Exhibition Center, Singapura. Sebanyak 122 tim mahasiswa dari 18 negara di kawasan Asia Pasifik dan Timur Tengah, termasuk 26 tim mahasiswa dari Indonesia, mengikuti ajang ini.
Shell Eco-marathon merupakan sebuah program global yang menantang gagasan cemerlang para mahasiswa untuk mendesain dan membangun mobil-mobil yang sangat hemat energi serta menguji mereka di ajang kompetisi.
Darwin Silalahi, Country Chairman & President Director PT Shell Indonesia mengatakan tantangan pemenuhan konsumsi energi serta transisi menuju pasokan energi terbarukan sangat dibutuhkan. “Kompetisi seperti Shell Eco-marathon ini akan mampu mendorong anak-anak muda untuk inovatif dan kreatif dalam mencari solusi dari permasalahan energi masa depan,” katanya.
Tim-tim mahasiswa akan berkompetisi di salah satu dari dua kategori yang diperlombakan: Prototype – kendaraan futuristik dan beraerodinamika tinggi – atau UrbanConcept – kendaraan super ekonomis yang menyerupai kendaraan yang ada saat ini.

Para tim mahasiswa akan berkompetisi di tiga kategori berbeda berdasarkan sumber energi yang mereka gunakan: Internal Combustion Engine (ICE) seperti bensin, solar, etanol (bahan bakar nabati); sel bahan bakar hidrogen dan baterai listrik.
Kendaraan-kendaraan yang akan ikut lomba diharuskan melewati serangkaian uji teknis yang ketat untuk dapat berlaga di lintasan dan melihat seberapa jauh mereka dapat memacu kendaraan dengan konsumsi bahan bakar yang paling sedikit.
Nantinya pemenang akan mengikuti kompetisi final Drivers’ World Championship (DWC) Asia. Tim-tim terbaik di tingkat regional akan menjadi wakil di ajang Driver’s World Championship Grand Final di London pada tanggal 8 Juli. Di ajang ini, tim-tim tersebut akan berkompetisi secara langsung untuk menentukan pengemudi terandal yang paling efisien dalam berkendara.
RAJU FEBRIAN
Shell Eco-marathon merupakan sebuah program global yang menantang gagasan cemerlang para mahasiswa untuk mendesain dan membangun mobil-mobil yang sangat hemat energi serta menguji mereka di ajang kompetisi.
Darwin Silalahi, Country Chairman & President Director PT Shell Indonesia mengatakan tantangan pemenuhan konsumsi energi serta transisi menuju pasokan energi terbarukan sangat dibutuhkan. “Kompetisi seperti Shell Eco-marathon ini akan mampu mendorong anak-anak muda untuk inovatif dan kreatif dalam mencari solusi dari permasalahan energi masa depan,” katanya.
Tim-tim mahasiswa akan berkompetisi di salah satu dari dua kategori yang diperlombakan: Prototype – kendaraan futuristik dan beraerodinamika tinggi – atau UrbanConcept – kendaraan super ekonomis yang menyerupai kendaraan yang ada saat ini.

Para tim mahasiswa akan berkompetisi di tiga kategori berbeda berdasarkan sumber energi yang mereka gunakan: Internal Combustion Engine (ICE) seperti bensin, solar, etanol (bahan bakar nabati); sel bahan bakar hidrogen dan baterai listrik.
Kendaraan-kendaraan yang akan ikut lomba diharuskan melewati serangkaian uji teknis yang ketat untuk dapat berlaga di lintasan dan melihat seberapa jauh mereka dapat memacu kendaraan dengan konsumsi bahan bakar yang paling sedikit.
Nantinya pemenang akan mengikuti kompetisi final Drivers’ World Championship (DWC) Asia. Tim-tim terbaik di tingkat regional akan menjadi wakil di ajang Driver’s World Championship Grand Final di London pada tanggal 8 Juli. Di ajang ini, tim-tim tersebut akan berkompetisi secara langsung untuk menentukan pengemudi terandal yang paling efisien dalam berkendara.
RAJU FEBRIAN
Featured Articles
- Latest
- Popular
Artikel yang mungkin menarik untuk Anda
Mobil Pilihan
- Latest
- Upcoming
- Popular
Updates
New cars
Drives
Review
Video
Hot Topics
Interview
Modification
Features
Community
Gear Up
Artikel Mobil dari Oto
- Berita
- Artikel Feature
- Advisory Stories
- Road Test
Artikel Mobil dari Zigwheels
- Motovaganza
- Tips
- Review
- Artikel Feature