Yuk Intip Fitur Keselamatan Daihatsu Rocky di Negeri Jiran, Perodua Ativa

JAKARTA, Carvaganza - Malaysia punya kembaran Daihatsu Rocky, namanya Perodua Ativa. Perodua Ativa bisa jadi gambaran bagaimana produk entry level sekelas Daihatsu dapat diramu agar tampil berkelas. Setidaknya membandingkan dari standar jajaran model berlogo D – atau produk kolaborasinya bersama Toyota – yang beredar di Tanah Air. Mungkin bikin iri lantaran model kelahiran Negeri Jiran kerap kali jauh lebih menarik.

Harus diketahui, langkahnya bukan sebatas gimik fitur ‘semurah’ bungkus jok, permainan bodikit, atau mungkin remote start. Lebih penting dari itu, yakni soal keselamatan. Contoh paling termutakhir adalah Perodua Ativa sebagai kembaran dari Rocky dan Raize. Oke, Rocky dan Raize juga memainkan kartu tersebut di Indonesia. Tapi kalau berkaca pada Perodua, kembaran Daihatsu dan Toyota di Indonesia tidak ada apa-apanya.

Perodua Ativa

Peningkatan standar keselamatan mungkin bisa terlihat belakangan ini lewat kedatangan seleksi produk anyar terutama di segmen crossover/SUV. Dual SRS Airbag boleh dibilang sudah menjadi komponen wajib. Berikut pula peranti pengereman ABS+EBD. Namun, eksistensi Kia Sonet, Nissan Magnite, dan si kembar Rocky-Raize mulai menunjukkan bahwa kini di harga Rp 200 jutaan bisa memberikan perlindungan lebih dari itu.

Adalah Vehicle Stability Control (VSC) untuk meminimalisir berbagai risiko selip. Lazim hadir bersama Hill Start Assist (HSA) untuk bantu ancang-ancang sebelum menanjak. Itu sudah jadi komponen bawaan milik seluruh varian Rocky-Raize (minimal untuk saat ini). Cukup krusial sebab bukan sebatas menjaga keselamatan penumpang, kemampuannya dapat melindungi pengguna jalan lain akibat hilang kendali. Sementara itu, potensi perlindungan paling mendasar diisi oleh sabuk pengaman tiga titik dan dua airbag.

Lain cerita kalau meminang Toyota Raize varian termahal. Tersemat perlindungan tambahan dari enam buah kantong udara. Tapi bukan itu saja, Toyota Astra Motor kenalkan Toyota Safety Sense (TSS) dengan banderol relatif terjangkau. Tepatnya mulai dari Rp 263,7 juta (berstatus OTR Jakarta dan sesuai skema relaksasi PPnBM). Fungsi perlindungan meliputi Pre-Collision System, Pedal Misoperation Control, Lane Departure Assist with Steering Control, dan pemantau berupa Rear Cross Traffic Alert (RCTA) serta Blind Spot Monitor (BSM). Tak ketinggalan penunjang kenyamanan seperti Adaptive Cruise Control dan Front Departure Alert.

Sementara itu, Rocky juga tawarkan kecanggihan serupa dengan jargon Advanced Safety Assist (ASA). Dibanderol lebih rendah hanya saja tidak semua perlengkapan dibawa. Tepatnya Rp 236,1 juta tanpa cruise control adaptif, RCTA, BSM, dan menggendong airbag dua titik saja. Dari sini bisa terbaca bahwa ada pembagian kasta soal perlindungan berkendara – yang berkemampuan akan lebih aman.

Standar Tinggi Perodua

Perodua Ativa

Urusan penetapan fitur keselamatan, Perodua akan terlihat jor-joran terutama pada Ativa. Juga pembagiannya tidak membedakan ‘mana si kaya dan si miskin’. Segala perlindungan esensial terbagi sama rata. Contoh saja soal airbag, unit enam titik hadir utuh di seluruh tipe. Tak terkecuali dalam hal stabilitas berkendara seperti ABS+EBD+BA, hingga ke VSC dan HSA.

Nah, menariknya lagi, beberapa asisten aktif turut mejeng tanpa pandang bulu. Termasuk di dalamnya Pre-Collision System (peringatan dan pengereman otomatis), Pedal Misoperation Control, Front Departure Alert, Lane Departure Warning, dan Lane Departure Prevention.

Dari kemampuannya, terlihat sudah sangat mumpuni untuk mendukung keselamatan jalan raya. Baru dari situ beberapa pelengkap hadir spesifik di trim menengah ke atas. Sebut saja Adaptive Cruise Control, Lane Keep Control, Blind Spot Monitor, Rear Cross Traffic Alert, corner sensor depan, dan asisten lampu jauh.

Melihat langkah Perodua, bukan tidak mungkin di masa mendatang kelengkapan serupa jadi standar. Namun bukan berarti model lokal payah. Setidaknya untuk saat ini Daihatsu dan Toyota tetap patut diapresiasi lantaran berani boyong sistem keselamatan canggih di segmen kelas menengah ke bawah. Relatif murah untuk mobil dengan asisten berkendara aktif. Besar harapan bisa berujung pada peningkatan keselamatan di jalan raya pada masa mendatang.
AHMAD KARIM / RS

Artikel yang direkomendasikan untuk anda