Trump Perintahkan Ford dan GM Produksi Ventilator Lawan COVID-19

DETROIT, Carvaganza.com – Ford dan GE Healthcare mengumumkan kolaborasi Senin (30/3/2020) kemarin untuk memulai produksi ventilator untuk membantu pasien COVID-19. Produksi alat bantu akan dimulai 20 April mendatang. Keduanya berencana membangun 50.000 sistem dalam 100 hari, atau pada 4 Juli. Ventilator hasil desain Airon Corp ini akan dibangun di pabrik Ford Rawsonville Ypsilanti, Michigan, yang sebelumnya bertugas memproduksi komponen mobil. Pabrikan AS itu akan memperkerjakan sekitar 500 karyawan Serikat Pekerja Otomotif AS (United Auto Worker) akan membuat Airon Model A-E Ventilator. Mereka akan bekerja 24 jam sehari untuk mencapai target produksi yang ditetapkan. Ford mengatakan siap memproduksi sekitar 1.500 ventilator pertama pada akhir April nanti. Selanjutnya 12.000 unit pada akhir Mei dan 50.000 unit pada Juli. “Tim Ford dan GE Healthcare, yang bekerja secara kreatif dan tanpa lelah, telah menemukan cara untuk menghasilkan ventilator yang sangat dibutuhkan saat ini dengan cepat dan dalam jumlah banyak,” kata Jim Hackett, CEO Ford, dalam pernyataan seperti dilansir caranddriver. "Dengan memproduksi ventilator ini di Michigan, dalam kemitraan yang kuat dengan UAW, kami dapat membantu petugas kesehatan menyelamatkan nyawa, dan itulah prioritas No. 1 kami." Sebelumnya General Motors (GM) juga melakukan hal yang sama. Bekerja sama dengan Ventec Life System memproduksi ventilator di pabrik mesin Kokomo, Indiana. Menurunkan 1.000 pekerja, produksi ini akan dilakukan hingga 7-14 pekan ke depan dengan produksi pertama awal April. Targetnya 10.000 ventilator per bulan. Ventec juga menjalakan produksi di Bothell, Washington.

Perintah Trump

Presiden AS, Donald Trump, pekan lalu menggunakan Undang-Undang Produksi Pertahanan (Defence Production Act) meminta pabrikan otomotif negara tersebut seperti Ford dan GM untuk membantu perang melawan coronavirus. “Aksi harus dilakukan untuk memastikan produksi ventilator secepat mungkin, yang akan menyelamatkan nyawa warga Amerika,” tulisnya. UU ini pertama kali digunakan pada Perang Korea pada 1950-53. Aturan ini memberikan presiden wewenang untuk memerintahkan produksi dan distribusi kebutuhan pertahanan nasional. Amerika Serikat tengah dilanda kepanikan. Negara ini sudah melewati Cina sebagai negara dengan jumlah kasus corona terbanyak. Hingga Selasa (31/3/2020) siang, terdapat 164.253 kasus dengan jumlah kematian mencapai 3.165 orang. New York Times melaporkan pemerintah Trump membutuhkan ratusan ribuan alat bantu pernafasan. Saat ini terdapat 160.000 ventilator dan 12.700 di National Strategic Supply. Sementara mereka butuh lebih banyak lagi. https://twitter.com/realDonaldTrump/status/1243559373395410957

Penutupan Pabrik

Pabrikan otomotif di AS terdampak cukup berat akibat menyebarnya virus corona. Fiat Chrysler, Ford, dan General Motors terpaksa memperpanjang penutupan pabrik mereka hingga April. Sebelumnya penutupan direncanakan hanya hingga 30 Maret namun jumlah kasus corona di negara itu justu bertambah. Ford dan Fiat Chrysler menjadi yang pertama mengumumkan perpanjangan postpone. FCA akan berhenti produksi sampai 14 April sedangkan Ford melakkan secara bertahap mulai 6 April dan sebagian lagi 14 April. Brand lain juga sudah mengeluarkan pengumuman seperti Toyota pada 20 April, Honda 17 April, dan Volswagen yang memperpanjang penutupan hingga 5 April. Kekhawatiran iin bertambah setelah ada 2 karyawan FCA, yang juga anggota Serikat Pekerja Otomotif AS dilaporkan meninggal dunia akibat COVID-19. Keduanya adalah pekerja pabrik, satu di pabrik Kokomo Indiana dan lainnya di Sterling Height, Michigan. Sumber: caranddriver, techcrunch; Foto: caranddriver, bussinersinsider RAJU FEBRIAN

Artikel yang direkomendasikan untuk anda