Toyota Indonesia Perpanjang Penutupan Pabrik sampai Juni

JAKARTA, Carvaganza.com – Dampak andemi corona (COVID-19) kian series dialami pabrikan otomotif. PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) sebagai produsen mobil terbesar Tanah Air kembali memutuskan memperpanjang masa penghentian produksi mereka. Dalam keterangan resminya TMMIN mengatakan penghentian kegiatan di pabrik Sunter dan Karawang Toyota mulai berlaku pada 11 Mei hingga 1 Juni 2020.

Toyota berharap pandemi bisa mereda Juni mendatang. Usai periode pembatasan sosial berskala besar (PSBB) serta hari raya Idul Fitri 1441 H, operasional kembali berjalan. "Sepanjang penangguhan produksi, kami akan terus memantau situasi dengan seksama situasi terkini, termasuk pembaruan pada kondisi penawaran dan permintaan di pasar," kata Direktur Administrasi, Korporasi, dan Hubungan Eksternal TMMIN Bob Azam.

Meski demikian Toyota tetap menjaga stabilitas kebutuhan konsumen. Mereka tetap melaksanakan beberapa pekerjaan seperti ekspor dan logistik. Pelaksanaannya diawasi dengan ketat sesuai dengan protokol kesehatan.

Sebelumnya, TMMIN telah melakukan penghentian kegiatan produksi mulai 13 April, menyusul imbauan pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran virus corona melalui PSBB dan work from home (WFH). Pada 17 April, perseroan kembali mengumumkan untuk memperpanjang masa aktivitas produksi, yaitu hingga 24 April.

Beberapa fungsi tetap dioperasikan dengan pengaturan satu shift sesuai izin dari Kementerian Perindustrian, yakni operasi untuk memenuhi layanan dan komitmen ekspor kendaraan bermotor.

"Ini sebagai bagian tanggung jawab kami sebagai basis produksi untuk produksi dan ekspor. Kami sudah memastikan kecukupan pasokan selama pemberhentian ini. Selanjutnya, kami akan terus memantau kondisi terkini," ujar Bob.

Baca juga: Toyota Indonesia Serahkan Bantuan Perangi COVID-19


Penjualan April


Minimnya permintaan pasar menjadi salah satu alasan produksi para pabrikan juga dikurangi. Otomatis hal ini juga berujung pada turunnya penjualan. Toyota sendiri masih memimpin sebagai penguasa pangsa pasar mobil di Indonesia saat penjualan mobil pada April 2020 lalu turun drastis.

Berdasarkan data Gaikindo penjualan Toyota menorehkan 2.093 unit atau menguasai 26% pangsa pasar. Namun, angka ini turun dibandingkan posisi Maret yang masih menguasai pangsa pasar 34%.
Selanjutnya ada Daihatsu yang mencatat penjualan 1.330 unit, lalu disusul Honda sebanyak 1.183 unit, kemudian Mitsubishi yang hanya 1.113 unit.

Secara nasional, penjualan April 2020 hanya terjual 7.871 unit. Dibandingkan penjualan Maret 2020 juga anjlok sangat parah, atau turun sebesar 89,7%. Pada Maret 2020 penjualan masih tercatat di angka 76.811 unit.

RAJU FEBRIAN

Artikel yang direkomendasikan untuk anda