TMMIN Rayakan Kelulusan 64 Wisudawan Toyota Indonesia Academy

KARAWANG, carvaganza – Sudah sejak lima tahun lalu, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) memiliki lembaga pendidikan di bidang otomotif. Lembaga Pendidikan Akademi Komunitas Toyota Indonesia atau dikenal dengan nama Toyota Indonesia Academy (TIA) telah mencetak ratusan wisudawan.

Pada hari ini, Kamis (3/11) PT TMMIN merayakan kelulusan 64 wisudawan TIA yang terdiri dari 32 wisudawan D1 angkatan Ke-5 Jurusan Teknik Pemeliharaan Mesin Otomasi (TPMO) dan 32 wisudawan D2 angkatan ke-2 Jurusan Tata Opersi Perakitan Kendaraan Roda 4 (TOPKR4). Para wisudawan tersebut sudah tersertifikasi keahlian berstandar nasional dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Ada hal menarik dalam wisuda tahun ini. Dikarenakan pandemic COVID-19, seremoni kelulusan TIA dilaksanakan virtual dari kediaman masing-masing lulusan. Mereka didampingi oleh orang tua/wali dan disaksikan oleh para pejabat tinggi Pendidikan maupun dari TMMIN. Yaitu oleh Prof. Dr. Uman Sherman AS M.PD sebagai Koordinator Kopertis Wilayah IV LL DIKTI (Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi) Jawa Barat, Kunjung Masehat S.H, M.M selaku ketua BNSP, Benny Bandanadjaja S.T, M.T sebagai Direktur Pendidikan Tinggi Vokasi dan Profesi – Ditjen Pendidikan Vokasi serta Presiden Direktur PT TMMIN Warih Andang Tjahjono.

Baca juga: Tingkatkan Daya Saing Nasional, TMMIN Jalin Kerjasama dengan UGM



“Sesuai dengan moto kami “We Make People Before We Make Product” konsistensi TIA dalam mencetak SDM kompetitif yang menghasilkan produk unggulan industri otomotif, menjadi bagian tidak terpisahkan dari TMMIN dan supply chain. Selama 5 tahun terakhir, kami melakukan transfer ilmu pengetahuan maupun teknologi melalui proses pembelajaran di TIA dengan mengedepankan kurikulum perguruan tinggi berbasis inovasi demi menciptakan lulusan pendidikan nasional yang memenuhi tantangan global,” ujar Warih Andang Tjahjono, Presiden Direktur PT TMMIN.

PT TMMIN dalam siaran persnya mengatakan bahwa TIA telah berdiri sejak tahun 2015 dan telah mencetak total 223 lulusan D1 dan D2 (Angkatan 1 hingg Angkatan 5) bersertifikasi BNSP. Sebagian besar lulusan diserap oleh TMMIN dan perusahaan rantai suplai otomotif.

Mahasiswa berprestasi TIA

Selain disalurkan di perusahaan Toyota Indonesia dan rantai suplai, juga mencatat prestasi di tingkat nasional maupun internasional. Misalnya, Di tingkat internasional, mahasiswa TIA dari jurusan Tata Operasi Perakitan Kendaraan Roda 4, akan mengikuti kompetisi World Skill dengan kategori “Plastik Die Engineering” dan “Prototype Modelling” di Shanghai, China tahun 2022.

Di tingkat nasional, mahasiswa TIA berhasil memperoleh peringkat 1 dan 2 dalam seleksi nasional (seleknas) yang diselenggarakan oleh Kementerian Tenaga Kerja dan memperoleh kesempatan menjadi peserta ASEAN Skill Competition (ASC) XIII di bidang Internet of Things (IoT) di Singapura tahun depan. Sebanyak 2 pengajar TIA juga diundang oleh Kementerian Tenaga Kerja untuk menjadi tenaga ahli kejuruan tersebut.

Baca juga: Toyota Indonesia Donasikan Kijang Innova Ambulance untuk Pemkot Bekasi



Selama belajar di TIA, setiap mahasiswa dididik dan dilatih untuk secara aktif melahirkan ide dan inovasi dalam sistem produksi. Bertujuan agar nantinya mampu bekerja secara efektif dan efisien melalui perbaikan sistem dengan menciptakan alat yang mempermudah pekerjaan.

Misalnya, di tengah tantangan pandemi, kreativitas lulusan TIA diwujudkan dengan kehadiran Robot UV yang dapat membantu memutus rantai penyebaran virus COVID19. Lulusan TIA dibantu para mentor membuat Robot UV sebagai alat bantu sterilisasi ruangan dengan mematikan berbagai virus tanpa harus melibatkan kontak manusia karena Robot UV cukup dikendalikan melalui remote control oleh satu orang pilot secara jarak jauh hingga 300m di dalam gedung dan 1km di luar gedung.

Robot UV karya lulusan TIA menjadi bukti bahwa TIA berhasil mencetak generasi dengan ide-ide perubahan maupun pembaruan yang tidak hanya bermanfaat di lingkungan kerja namun juga bagi masyarakat. Selain itu, TIA juga melakukan pengembangan kurikulum pendidikan vokasi bagi SMK untuk menjembatani gap antara keahlian lulusan SMK dengan kebutuhan yang disyaratkan pendidikan tinggi maupun industry,” ujar Bob Azam, Direktur Administrasi, Korporasi dan Hubungan Eksternal.

EKA ZULKARNAIN

Artikel yang direkomendasikan untuk anda