TIPS: Tekanan Pelumas Mesin Rendah? Ini Penyebabnya

Jakarta, Carvaganza - Distribusi pelumas wajib merata ke seluruh komponen mesin. Sistem yang terdiri pompa, filter dan jaringan harus selalu dirawat agar selalu dalam kondisi terbaik. Namun, kadang ada saja gangguan yang muncul. Biasanya, hilangnya tekanan untuk penyaluran. Kalau hal ini dibiarkan tidak segera ditangani, efeknya bisa massif, sampai mengakibatkan kerusakan parah komponen.

Lantas apa sih penyebabnya? Salah satunya adalah karena kurang pelumasan. Seiring dengan rutinitas pemakaian, cairan minyak kemungkinan menguap, terbakar atau bisa saja bocor. Apalagi kalau usia mobil sudah lama. Resikonya semakin tinggi. Ini turut menjadi indikasi kualitas jeroan mesin. Tak bisa hanya sekadar menambah oli, perlu ada penanganan lebih jauh atau overhaul.

Selanjutnya penggunaan oli yang tak cocok. Viskositas atau tingkat kekentalan oli sangat beragam. Tertulis dalam kombinasi angka, contoh : 10W-40, 0W-20 atau 5W-40. Angka di depan W merupakan batas ketahanan suhu, sementara di belakang adalah tingkat kekentalan. Semakin kecil nilainya, semakin encer. Begitu sebaliknya. Pabrikan sendiri punya anjuran yang sesuai dengan produk lubricant yang dimiliki. Bila kendaraan diisi cairan lubrikasi lebih kental dari direkomendasikan, ada probabilitas mesin kesulitan memompa. Terlalu encer malah menyulitkan sensor dalam membaca, bisa saja disalah artikan sebagai kurangnya tekanan.



Filter tersumbat turut mempengaruhi. Perangkat ini perlu diganti secara berkala. Lantaran berfungsi sebagai penyaring kotoran hasil pembakaran. Lalu bisa juga karena kerusakan pompa. Dapat diketahui lewat suara mesin yang berisik, padahal waktu dilihat, dipstick menunjukkan volume pelumas di batas tepat.

Terakhir sensor atau gauge tekanan oli rusak. Bila indikator peringatan di panel instrumen tetap menyala, padahal jumlah sesuai, mesin menyala baik dan tak berisik; boleh jadi ada kerusakan pada perangkat itu. Diperlukan penggantian. Namun, jangan terburu-buru, ada baiknya memeriksa secara manual.

Langkah mengecek tekanan oli
Perangkat yang diperlukan adalah perkakas dan alat pengukur khusus. Bisa ditemukan di toko-toko otomotif. Kemudian temukan lokasi oil pressure sender yang berada dekat oil sump pada blok mesin. Manfaatkan buku manual, mengingat pabrikan menempatkannya berbeda-beda. Letakkan wadah di bawah mesin, guna mengantisipasi kebocoran.

Berikutnya lepaskan konektor elektrikal dan oil pressure sender. Ini menjadi tempat untuk menambatkan alat pengukur tekanan. Setelah terpasang, periksa jumlah lubricant dalam kondisi pas. Tambahkan jika perlu. Nyalakan mesin selama lima menit atau lebih. Berpedoman pada buku manual, cari tahu dibutuhkan berapa rpm agar pengujian valid. Begitu juga batas tekanan harus tercapai. Setelah mengetahui, matikan mesin dan biarkan hingga mesin dingin. Lepaskan tester dan pasang kembali komponen.

MUHAMMAD HAFID

Artikel yang direkomendasikan untuk anda