Tips Ringan Merawat Turbocharger

BSD CITY, 8 Februari 2017 - Pada saat ini banyak mesin kecil namun memiliki tenaga yang besar. Lonjakan tenaga dan torsi yang besar tersebut tidak luput dari bantuan turbocharger yang bertugas untuk menambah tenaga yang dihasilkan pada mesin. Teknologi Turbocharger tidak hanya tersemat di mesin bensin saja namun mesin diesel pun kini sudah dilengkapi dengan teknologi Turbocharge.

Mesin mobil yang  sudah dilengkapi dengan teknologi Turbocharge membutuhkan perlakuan khusus dari pemiliknya agar kondisi turbo tetap prima dan tidak cepat rusak. Banyak orang yang awalnya memiliki kendaraan namun tidak menggunakan turbo namun beralih ke mobil yang menggunakan turbo, kerap mematikan mesin usai menggeber mobil.

Hal yang dilakukan tersebut adalah salah besar. Perlakuan tersebut akan membuat turbo menjadi cepat rusak. Jika anda menggunakan mobil yang sudah dilengkapi dengan turbo, sebaiknya sebelum mematikan mesin langsamkan dulu mesin sekitar 1 – 2 menit. Setelah itu baru matikan.

“Kalau langsung dimatikan, oli yang mensuplai turbo akan berhenti ketika mesin dimatikan. Maka dari itu kita harus langsamkan mesin terlebih dahulu baru kita matikan mesin,” ujar Arif Budiman, Training Departemen Tata Motors dalam acara “Workshop Truk Tata Motors” di BSD, hari ini, Rabu (8/2).

Tujuan dari langsamkan mesin dulu adalah agar putaran turbin yang kencang tak langsung berhenti dan masih mendapatkan supplai oli. Namun jika untuk mobil yang sudah dipasangkan Turbo Timer, maka, anda tak perlu melakukan hal tersebut.

Karena fungsi dari turbo timer sendiri adalah men-delay matinya mesin sesuai dengan waktu yang di set. Saat ini penggunaan turbo timer sendiri sudah men-set agar mesin mati 1 menit setelah kontak dimatikan dan kunci dicabut.

Semoga bermanfaat....

TITO LISTYADI

Artikel yang direkomendasikan untuk anda