Beranda Drives TEST DRIVE: New Porsche 911 Carrera S Type 992

TEST DRIVE: New Porsche 911 Carrera S Type 992

Foto-Foto: Daniel Wollstein dan Rossen Gargolov

PORSCHE 911 kini sudah memasuki generasi kedelapan dengan diluncurkannya 911 Tipe 992. Tampang 992 mirip dengan 991 yang digantikannya, namun ada penambahan elemen yang membuatnya terlihat lebih seksi yakni penyempurnaan pada pada penampilan eksterior kendaraan. Berkat kerja kerasnya, para desainer Porsche telah sukses menyempurnakan eksterior sehingga Porsche yang baru ini tidak lepas dari core stylenya.

Sejarah 911 berawal dari nenek moyangnya yang lahir tahun 1963 dengan sistem pendingin udara. Selama 56 tahun eksis, ada satu hal yang tak pernah berubah dari model ini yaitu layout mesin belakang, berkat pemakaian mesin flat six selama ini. Tapi yang jadi pertanyaan sekarang, akan sampai kapan tradisi klasik ini bertahan?

Layout mesin belakang memang bertahan sampai sekarang, namun Porsche mengharapkan agar mesin belakang itu tak sekadar layout yang layak, melainkan juga mampu mengantarkan mobil memecahkan rekor lap time di Sirkuit Nurburgring untuk membuktikan bahwa mesin tersebut juga mumpuni.

Porsche Carrera 911 Tipe 992 ini memiliki body yang lebih tambun sehingga badannya seolah-olah terbungkus oleh ban dan velg. Velgnya sendiri adalah velg terbesar yang pernah dipakai oleh 911 Carrera, yang tak hanya besar tapaknya tapi juga diameternya 20 inci untuk depan dan belakang 21 inci.

Bodi Carrera yang ramping sudah digantikan oleh bodi yang lebih lebar mirip dengan bodi GT3/GTS, di mana lebar tapak depan melar 45 mm, bagian belakang juga melar. Dimensi seperti itu membuat postur besar Carrera 992 S seperti varian-varian 911 yang lebih sporty. Tapak yang lebih lebar itu bukan sekadar estetika, melainkan juga untuk performa.

INTERIOR

Pada bagian interior, arsitekturnya tidak berbeda jauh dengan 991. Mirip dengan line-up Porsche yang sekarang beredar dengan material berwarna hitam glossy serta dilengkapi sejumlah tombol pengaturan. Perubahan yang paling mendasar dari dalam kabin adalah layar sentuh LCD 10,9 inci yang terletak di tengah dashboard. Lubang AC juga mendapatkan perubahan, di mana sekarang terletak di bagian bawah layar sentuh dan pas di atas konsol tengah.

Instrument cluster sekarang memakai model bulat tak seperti pada model 991. Tachometer analog di tengah berbentuk besar diapit oleh dua layar LCD yang menampilkan sejumlah informasi kendaraan seperti kecepatan, temperatur mesin dan informasi sisa bahan bakar. Perubahan lain yang signifikan adalah bentuk tuas transmisi mengecil sehingga bagi yang terbiasa dengan Porsche akan menjadi terasa aneh jika sportscar ini seperti tak punya tuas transmisi. Apakah ini mungkin bentukan ajakan dari Porsche kepada konsumen untuk membiasakan diri dengan mobil listrik Taycan nantinya.

MESIN

Sportscar ini dilengkapi mesin baru 9A2evo flat six turbocharge 3000 cc yang menghasilkan tenaga 450 hp atau mengalami kenaikan 30 hp dari yang sebelumnya. Pabrikan mengklaim 911 Type 992 lebih efisien karena penyempurnaan pada proses injeksi bahan bakar dan mengaplikasi layout baru untuk perangkat turbo dan sistem pendingin udara. Rasio kompresi pun meningkat dari 10:1 menjadi 10,2:1. Torsi pun naik dari 500 Nm menjadi 530 Nm di antara 2300 sampai 5000 rp.

Tenaga mesin disalurkan ke roda belakang oleh transmisi baru 8-kecepatan dual clutch di mana rasio gigi 7 dan 8-nya adalah overdrive untuk mengurangi konsumsi bahan bakar sehingga pada gir keenam didesain untuk mendapatkan top speed 308 km/jam. Yang menarik lagi rumah girboks PDKnya dibuat lebih besar dari yang seharusnya agar tersedia ruang yang cukup besar untuk motor listrik sehingga diprediksi bakal ada 992 versi hybrid atau face lift.

Konstruksi 992 sama dengan 991, namun pemakaian material alumunium pada bodi 992 lebih banyak untuk mengurangi pemakaian komponen baja dari 63 persen menjadi hanya 30 persen saja agar bobot mobil tetap ringan. Meski sudah memakai material alumunium, ternyata Porsche Carrera S 992 masih lebih berat sekitar 55 kg diangka 1515 kg. Kita harus ingat bodinya sekarang lebih besar dan kalaupun kita bandingkan dengan 991 Carrera GTS masih lebih berat 45 kg karena GTS hanya 1470 kg.

Bobotnya yang tetap berat itu juga disebabkan Porsche 991 Type 992 memakai velg dan ban yang lebih lebar sehingga cakram rem yang dipakai juga harus lebih besar dari 330 mm menjadi 350 mm. Jangan lupa juga mobil ini memakai kit aerodinamika yang baru di bagian depan maupun belakang plus PDK 8-kecepatan yang baru dengan rumah yang lebih besar. Kekakuan (rigiditas) chassis monokok juga naik 5 persen.

ADAPTIVE AERODYNAMICS

Berkat pemasangan kit aerodinamika aktif yang baru, level downforce di setiap mode pengendaraan menjadi lebih optimal. Spoiler belakang terdiri dari tiga bilah aerodinamika yang dapat terangkat otomatis untuk menyeimbangkan downforce dari depan. Pada bagian depan juga terdapat elemen-elemen aktif untuk mengarahkan aliran angin ke atau dari lubang udara untuk mengatur pendinginan, drag maupun downforce.

Sampai kecepatan 90 km/jam, posisi spoiler belakang akan tertutup atau dalam posisi retract. Pada saat kecepatan di atas 90 km/jam dengan mode pengendaraan Normal, spoiler akan sedikit membuka ke posisi Eco untuk mengurangi drag sampai dengan 150 km/jam. Di atas 150 km/jam, spoiler akan membuka penuh ke posisi Performance untuk memaksimalkan downforce dan akan tetap membuka penuh sampai top speed.

Jika mode pengendaraan di posisikan pada Sport atau Sport Plus, spoiler belakang akan membuka ke posisi Performance jika kecepatan di atas 90 km/jam. Kalau kemudian mesin memanas karena ragam alasan di saat mobil melaju di kecepatan 60 km/jam, maka spoiler akan naik membuka untuk menambah pendinginan mesin.

Pada bagian depan terdapat bilah pendingin aktif yang berfungsi sebagai kit aerodinamika aktif. Pada mode Normal bilah akan menutup di antara kecepatan 70 km/jam sampai 150 km/jam. Di atas 150 km/jam bilah akan membuka dan pada kecepatan 170 km/jam akan membuka secara penuh. Jika sunroof dibuka, bilah akan membuka pada kecepatan 120 km/jam untuk mengurangi aliran angin kotor. Pada mode Sport dan Sport Plus bilah akan selalu membuka untuk memaksimalkan pendinginan dan downforce.

WET MODE

Mobil ini juga memakai fitur ‘Wet Mode’ (Mode Basah) yang merupakan fitur yang pertama kali di dunia dipakai pada mobil. Fitur ini berfungsi mendeteksi cipratan air di bagian bawah wheel arches (rumah ban). Fitur ini dilengkapi dengan Electronic Stability System (ESS) yang akan mengaktifkan sistem respon kendaraan pada saat melewati genangan air sehingga bisa memberikan input level stability control yang dibutuhkan oleh kendaraan dan memberikan input kepada Porsche Traction Management (PTM).

Selain itu juga mengaktifkan lampu peringatan fitur wet (Wet Warning Light) yang terletak di samping tachometer. Pengemudi bisa mengaktifkan atau menonaktifkan Wet Mode secara manual. Jika Wet Mode diaktifkan maka mesin dan transmisi bisa menjadi lebih jinak. Respon gas dan tenaga juga menjadi lebih jinak agar kestabilan mobil tetap terjaga yang disebabkan oleh hilangnya traksi.

Pabrikan mengklaim bahwa dengan paket opsional Sport Chrono yang dilengkapi dengan launch control, Porsche 911 Carrera S Type 992 ini mampu sprint 0 – 100 km/jam dalam waktu 3,7 detik atau 0,2 detik lebih kencang dibandingkan yang sebelumnya. Tak terasa juga turbo lag berkat sistem pemindahan transmisi pintar yang mampu menyembunyikan gejala lag itu.

Spesifikasi Porsche 911 Carrera S Type 992:

Layout kendaraan: Sportscar, mesin tengah, 2 pintu, 2+2, AWD.
Mesin: Bensin I-4 24 katup Flat Six twin turbo 3.0L/ 450 hp  @6500 rpm/ 530 Nm @2300 – 5000 rpm.
Transmisi: A/T 8-kecepatan PDK
0 – 100 km/jam: 3,7 detik
Top speed: 308 km/jam
PxLxT: 4519 x 1852 x 1299 – 1300 mm
Wheelbase: 2450 mm
Kerb weight: 1515 kg
Konsumsi BBM: 11,2 km/liter

ANDRE LAM

Video Terbaru Youtube Carvaganza