Beranda Drives TEST DRIVE: BMW X4, It’s More Comfort

TEST DRIVE: BMW X4, It’s More Comfort

Foto-Foto: Valdo Prahara, Den Dimas/Carvaganza

BMW THAILAND lebih awal meluncurkan model X4 untuk para pecinta BMW di Negaranya. Terkait dengan kebutuhan masyarakat di sana yang menginginkan mobil irit bahan bakar, maka versi diesel sudah melantai di jalanan Thailand. Carvaganza mendapat kesempatan untuk melihat dan merasakan sensasi X4 lebih dalam di Negara yang diberi julukan Gajah Putih.

BMW X4 di Thailand hanya diproduksi satu varian, berbekal mesin diesel 2.000 cc. Mesin diesel baru dengan kode B47 ini menghasilkan tenaga 184 Hp pada 1.750 rpm dan torsi 350 Nm pada 2.750 rpm. Sedangkan di Indonesia hanya mesin bensin berkapasitas 2.000cc. model X4 tersebut hadir dengan nama xDrive20i M Sport.

Mesin tersebut dikombinasi dengan transmisi otomatis 8-kecepatan. Mobil ini memiliki 3 mode berkendara yaitu Eco, Comfort dan Sport. Untuk sistem penggerak sendiri sudah menggunakan BMW xDrive intelligent all-wheel drive. Ketiga mode berkendara tersebut sudah terintegrasi untuk pengaturan performa, setir, suspensi adaptif, differential dan rem.

Model terbaru ini terlihat lebih anggun, seksi dan tetap sporty dibanding model sebelumnya. Mobil berkode G02 ini memiliki fascia yang mirip dengan X3 yang lebih awal hadir, hanya saja ia tampak lebih panjang. Ia juga sudah menggunakan Active Kidney Grille untuk menambah pasokan udara dalam mendinginkan mesin.

Sedangkan untuk lampu ia tetap mempertahankan penggunaan Bi-LED serta Daytime Running Lights. Hanya pada lampu kabut sekarang model baru segaris horizontal memperkuat kesan sporty. Pada sisi samping fender kanan dan kiri sudah disematkan lubang udara untuk meningkatkan aerodinamika yang dimulai dari seri 5 G30. Velg berdiameter 20 inci model dual spoke menjadikan ia semakin mewah.

Desain dari mulai Pilar ‘C’sampai buritan membuat body kendaraan ini menjadi lebih seksi. Bagian belakangnya lebih panjang, seperti kakaknya BMW X6. Garis-garis desain tersebut juga membuat mobil semakin elegan dan futuristis, ditambahi oleh desain lampu belakang yang menggunakan konsep 3D disertai bohlam LED.

Mengawali perjalanan menuju wilayah Rha yong saya menggunakan mode Comfort. Jalan yang saya lalui adalah jalan tol. Saat awal menginjak pedal gas, memang terasa sedikit dalam tapi selebihnya cukup memberikan sentuhan saja maka mobil akan melaju dengan mudah. Bahkan ketika berada pada 100 km/jam, jarum rpm menunjuk pada angka 2.000 rpm yang artinya mobil ini terbilang irit bahan bakar meskipun berbodi bongsor.

FITUR LENGKAP

Perjalanan panjang sedikit membuat lelah, ketika setir bergeser ke kiri untuk berpindah jalur, ia langsung memberikan sensor getar pada setir dan bunyi ‘beep’ dari sensor Lane Departure Warning System (LDWS) menyala. Memberikan warning jika ingin pindah lajur, harus menyalakan lampu sein terlebih dahulu. Kendaraan dengan body besar ini juga dilengkapi fitur Blind Spot Warning System pada kaca spion sehingga pengemudi bisa menjadi lebih antisipatif.

Saat melalui jalur yang sedikit bumpy dan speed trap, bantingannya terasa mengayun empuk sekali. Penumpang di jok belakang juga tidak terganggu oleh bantingan suspensi, tetap terasa nyaman. Suspensi ini sudah menggunakan adaptive suspension sehingga dapat mengikuti mode berkendara yang diinginkan.

Melihat jalur Rha yong yang sepi, saya jadi ingin menginjak pedal gas dengan penuh semangat apalagi tidak ada speed limit. Mode sport saya aktifkan, seketika setir menjadi lebih berat dan suspensi menjadi sedikit lebih keras. Raungan knalpotnya sedikit lebih gahar layaknya BMW i8 yang membuka vlap lubang knalpot untuk suara sport.

Terasa sangat bahwa gear transmisi semakin rapat dan rpm meningkat dengan cepat. Alhasil perpindahan transmisi dapat dilakukan pada rpm tinggi dengan mudah. Paddle shift juga membuat saya berkendara semakin asyik layaknya membawa mobil manual mengganti transmisi sesuai keinginan saya.

Dengan mudahnya mobil ini melesat cukup kencang. Bahkan saya juga menyatakan ia seperti klaim BMW dari 0-100 km/jam hanya membutuhkan waktu 8 detik saja. Untuk sebuah bodi besar nan panjang ini terbilang cukup mudah.

Menikung dengan kecepatan tinggi juga saya lakukan, hasilnya cukup menggiurkan seperti membawa sebuah sedan sport. Bodi mobil terasa sangat stabil dan saat belok sangat mudah. Tidak hanya itu, berkat dukungan transmisi streptonic juga mengasyikkan saya ketika ingin menurunkan transmisi dengan menggunakan tuas transmisi.

INTERIOR MEWAH

Saya juga semakin terasa aman dengan adanya fitur Collision Warning System biasa dikenal dengan crash sensor. Ketika saya mendekat dengan kendaraan di depan dan kecepatan tinggi sedangkan kendaraan di depan kecepatan rendah, maka sensor akan menyala pada instrument cluster. Tak hanya itu, dengan penyematan Electronic Brake Control (EBC) mobil secara otomatis mengurangi kecepatan dan mengaktifkan rem secara perlahan.

Sayangnya, sistem keselamatan tersebut tidak ikut masuk untuk BMW X4 yang meluncur di Indonesia. Beberapa system yang tidak dimasukkan adalah LDWS, EBC, Collision Warning System dan SOS Call.

“Kita tidak masukkan ke Indonesia karena pasar Indonesia punya kebutuhan sendiri untuk mobil-mobilnya. Selain itu, lemahnya jaringan internet di Indonesia mengurangi kebutuhan SOS Call tersebut,” ujar Jodie O’tania, Vice President Corporate Communication BMW Group Indonesia.

Berbagai fitur menarik disematkan juga pada interior dan sistem entertainment milik X4. BMW iDrive infotainment terpampang pada layar sentuh 10,3 inci di tengah dashboard seperti model-model BMW lainnya. Bahkan ia juga sudah bisa BMW gestures, sehingga tidak perlu susah untuk mengoprasikan infotainment hanya tinggal menggunakan jari saja. Selain itu juga sudah terdapat Apple CarPlay, Bluetooth, Wi-Fi hotspot dan wireless charging.

BMW X4 ini ditawarkan dengan 4 pilihan warna seperti Phytonic Blue, Sparkling Storm, Flamenco Red dan Sunstone Metallic. Selain itu, ia akan menjadi rival yang harus dipertimbangkan bagi Mercedes-Benz GLC 300 4 Matic Coupe dan Audi Q5.

BMW X4 xDrive20d M Sport

Layout kendaraan: SAV Coupe, 5 pintu, 5 penumpang, AWD
Mesin: 2.0L BMW Twin Turbo 4-cylinder, 190Hp @ 4.000rpm, 400 Nm @ 1.750-2.500 rpm
Transmisi: Otomatis 8-kecepatan dengan manual shift
Top Speed: 213 Km/jam
0-100 Km/jam: 8 detik
PxLxT: 4752x1918x1621mm
Wheelbase: 2864 mm
Bobot kosong: 1815 Kg
Tangki BBM: 68L
Rekomendasi BBM: Dexlite

VALDO PRAHARA

Video Terbaru Youtube Carvaganza