Tergiur Regulasi Baru, Porsche Siap Comeback ke Le Mans

STUTTGART, Carvaganza.com – Regulasi baru yang akan diterapkan untuk balap ketahanan World Endurance Championships (WEC) ternyata berhasil menarik minat banyak pabrikan. Kini giliran Porsche yang resmi menyatakan akan ikut serta kembali ke dunia endurance. Sepertinya Porsche tidak mau sampai rekor mereka disalip siapapun.

Dari induk perusahaan, Porsche mendapatkan lampu hijau untuk megnembangkan mobil balap ptototipe, berdasarkan regulasi LMDh yang akan diterapkan. Rencananya, Porsche baru akan bergabung kembali di Le Mans mulai tahun 2023. Sebelumnya, dari sesame Volkswagen Group, Audi telah menyatakan akan bergabung.

Dengan begitu, Porsche dan Audi akan kembali bersaing di ranah yang sama, untuk berebut kemenangan di Le Mans 24 Hour. Sampai saat ini, Porsche dan Audi merupakan pabrikan dengan jumlah kemenangan terbanyak di Le Mans. Namun Porsche masih unggul dengan total 19 kemenangan berbanding 13.

Sementara dua mereka Jerman ini akan bergabung lewat jalur LMDh, di jalur regulasi lainnya untuk kelas utama juga sudah mengantre pabrikan besar lainnya. Toyota dan Peugeot juga tengah mengembangkan mobil balap endurance, namun mengadopsi regulasi Hypercar yang berbasis mobil prodiksi berhomologasi.

https://twitter.com/PorscheNewsroom/status/1338986591482761216?s=20

Jika di kelas Le Mans Hypercar pabrikan dibebaskan mengembangkan mobil dari basis model produksi, regulasi LMDh justru memungkinkan pabrikan bergantung pada spek standar chassis dan powertrain. Dengan penerapan balance of performance (BoP), kedua regulasi ini akan membuat persaingan di kelas puncak endurance lebih berimbang.

Yang menarik minat Porsche untuk mengaspal lagi di endurance sejak 2017 adalah pengetatan pada sisi biaya dan performa di regulasi LMDh. Regulasi ini juga menyeragamkan balap endurance untuk juga bisa digunakan untuk IMSA di Amerika. Dengan ini, Porsche menyatakan akan ikut baik di WEC, maupun di IMSA dengan mobil prototipe.

“Regulasi LMDh baru memungkinkan kami untuk bertarung demi kemenangan keseluruhan dengan sistem hybrid di seri klasik Le Mans, Daytona dan Sebring – tanpa biaya yang besar. Proyek ini sangat menarik bagi Porsche. Balap ketahanan adalah bagian dari DNA merek kami,” kata Oliver Blume, bos Porsche.

“Untuk pertama kalinya dalam 20 tahun, akan memungkinkan untuk bertarung raih kemenangan keseluruhan dengan kendaraan identik pada balap ketahanan di seluruh dunia. Lebih lanjut, kategori LMDh yang baru focus pada efisiensi biaya yang tinggi.”

Regulasi LMDh akan berbasis pada chassis kelas LMP2, berikut sistem hybrid yang spesifikasinya distandarisasi. Sejauh ini sudah ada empat pabrikan yang telah dietujui untuk memproduksi chassis, yang kemudian peserta dibolehkan memilih chassis dan sistem powertrain. Hal ini yang ingin dimanfaatkan oleh Porsche di LMDh, daripada mengembangkan hypercar baru untuk LM Hypercar. Porsche punya opsi pemasok chassis mulai dari Oreca, Multimatic, Ligier dan Dallara.

Beberapa pemasok yang sudah dipastikan terlibat di LMDh yaitu Williams Advanced Engineering untuk sistem hybrid standar, lalu Bosch pada elektronik, dan Xtrac untuk gearbox. Biaya yang ditetapkan untuk satu musim sekitar £ 18 miliar, jauh di bawah yang Porsche gelontorkan saat berlaga di LMP1.

Sebagai pabrikan, Porsche akan berkontribusi dalam memproduksi mesin yang akan dipakai pada mobil. Bagaimana jenis dan konfigurasinya belum diumumkan, namun yang pasti berkonsep hemat biaya. Volkswagen Group sendiri akan membebaskan Porsche dan Audi untuk berterung sesengit mungkin saat kembali di Le Mans.

Namun mengingat keputusan Audi bergabung ke LMDh sebelumnya diikuti oleh mundur dari Formula E, apakah akan dilakukan juga oleh Porsche? Karena saat ini Porsche juga salah satu pabrikan yang aktif di Formula E, meski baru satu musim.

Sumber: Autocar

WAHYU HARIANTONO

Artikel yang direkomendasikan untuk anda