TDA Luxury Toys Luncurkan BAC Mono di Indonesia, Supercar Nyentrik Ala F1

JAKARTA, Carvaganza.com – Ferrari, Lamborghini, Porsche dan McLaren mungkin selama ini menjadi pilihan utama para pecinta kecepatan di Indonesia untuk bisa bersenang-senang di sirkuit. Kini, telah datang pilihan baru untuk mereka yang menginginkan lebih, baik dari sisi performa maupun keeksotisan. Berasal dari Inggris, BAC Mono kini resmi hadir di Indonesia sebagai mobil track-day dengan performa paling fokus.

Datangnya Mono ke Indonesia terwujud berkat TDA Luxury Toys, importir mobil mewah di Jakarta yang memang menyasar spesifik ke para kolektor. Mobil balap untuk jalan raya lansiran Briggs Automotive Company (BAC) ini menjadi ‘mainan’ baru yang bisa dimiliki oleh para speed freak Tanah Air. Bahkan, ini pertama kalinya BCA Mono dipasarkan di kawasan Asia Tenggara.

Desain dan arsitektur Mono menggabungkan engineering ala mobil balap formula dengan desain futuristik layaknya dari dunia sci-fi. Tentunya Mono bisa menjadi alternatif menarik bagi para kolektor maupun pecinta kecepatan yang bosan dengan supercar berdesain mainstream. Dengan kapasitas produksi 50 unit setiap tahunnya, Indonesia cukup istimewa bisa dapatkan alokasi setidaknya 3 unit Mono setiap tahun.

Merupakan model yang telah diluncurkan sejak tahun 2011 lalu, Mono merupakan sebuah supercar single-seater dengan spesifikasi legal di jalan raya. Layaknya mobil formula, pengemudi duduk tepat di tengah chassis, dengan posisi rebah dan membelakangi mesin. Arsitektur Mono memanfaatkan material komposit serat karbon yang terinspirasi mobil balap DTM. Konstruksi ini bahkan sudah memenuhi syarat rollover structure dari FIA.

Berat kosong Mono hanya 580 kg, bahkan lebih ringan dibandingkan mobil Formula 1 era modern (740 kg). Pengemudi menjadi pusat titik gravitasi dari mobil lansiran kakak-adik Ian dan Neill Briggs ini. Meski menawarkan sensasi maksimal untuk performa mobil balap, Mono tetap memberikan nilai kenyamanan bagi pengemudi di dalam kokpitnya.

Di balik kokpit, bagian belakang terpasang unit mesin Ford Cosworth empat silinder 2,3 liter, naturally-aspirated, dengan kombinasi tenaga 286 hp. Karena ringannya bobot Mono, akselerasi 0-100 km/jam dapat dicapai dengan waktu 2,8 detik saja. Itu bahkan mengandalkan penggerak roda belakang, yang diakomodir oleh transmisi sequential 6-speed adopsi dari mobil balap F3.

Kaki-kakinya menggunakan teknologi suspensi pushrod khas mobil formula, yang dapat diatur ketinggian dan seberapa keras atau lembutnya. Rangkaian suspensi dikembangkan Bersama SACHS, sementara sistem pengereman dipasok oleh AP Racing. Velg dengan kombinasi material serat karbon dan 3D printing. Velg tersebut dibalut oleh ban yang dirancang khusus untuk Mono Bersama Kumho.

TDA Luxury Toys mengatakan bahwa setiap unit Mono unik, akan dibuat berdasarkan permintaan setiap konsumen. Seperti contohnya, jok di kokpit akan disesuaikan dengan karakter dan postur tubuh konsumen, demi kenyamanan dan optimalisasi performa terbaik. Jadi, layaknya pembalap profesional, konsumen akan diminta untuk seat fitting pada setiap Mono yang dibeli.

Yang pasti, Mono telah membawa segmen track-day car ke tingkat yang lebih tinggi, melawan kompetitor seperti KTM X-Bow, Ariel Atom, Zenos E10, dan Lotus 7. Perihal harga pun, TDA dan BAC tidak menyebut angka spesifik, karena akan tergantung pada personalisasi yang ditentukan oleh setiap konsumen. Bahkan dengan mengendarai Mono saja, sudah jadi jaminan untuk menarik perhatian saat melintas di mana saja.



WAHYU HARIANTONO

Artikel yang direkomendasikan untuk anda