Supercar Baru McLaren akan Tandai Debut Mesin V6 Hybrid

WOKING, Carvaganza.com – Line up produk mobil kencang McLaren Automotive sedang memasuki transisi ke era baru yang dihiasi teknologi elektrifikasi. Era baru tersebut akan dimulai pada tahun depan, saat hadir model seri produksi yang benar-benar baru, sejak MP4-12C lahir tahun 2011 lalu. Untuk pertama kalinya, McLaren akan memiliki mobil berteknologi plug-in hybrid (PHEV).

Dilansir oleh Autocar, mobil baru tersebut akan diluncurkan secepatnya pada kuartal pertama tahun 2021, kemudian dipasarkan mulai tengah tahun. Mobil hybrid ini akan mengisi lini generasi baru Sport Series, atau kelas entry dari line up McLaren.

McLaren Sport Series hadir beberapa tahun setelah model Super Series mengawali era baru McLaren, melalui MP4-12C dan kemudian 650S. Kelas ini diawali oleh kehadiran 570S, kemudian disusul 540C, 570GT, 600LT, dan akan diakhiri oleh 620R yang bergaya mobil balap GT4.

Sport Series terbaru akan dibekali powertrain hybrid seperti disebutkan di atas. McLaren juga akan menyematkan mesin generasi baru, dengan kubikasi lebih kecil, namun formula performa yang khas. Ya, mesin V6 akan pertama kalinya hadir dalam model produksi McLaren tahun depan. Mesin V6 twin-turbo baru akan menyudahi masa pakai mesin V8 3,8 liter twin-turbo yang sudah dipakai sejak MP4-12C debut.

Diklaim McLaren, mesin V6 baru akan digabungkan dengan plug-in hybrid system dan menawarakn level performa luas biasa dan pengalaman berkendara intens yang unik. Namun, sejauh ini belum diungkap bagaimana spesifikasi mesin baru tersebut. Namun, sosok supercar baru yang dimaksud sudah pernah ditampilkan lewat teaser, dalam tahap pengembangan yang dibaluti oleh kamuflase.

Spekulasi yang beredar mengatakan mesin V6 McLaren akan mampu hasilkan tenaga lebih dari 569 hp, output yang dihasilkan oleh 570S. Bahkan tidak menutup kemungkinan akan melebihi 608 hp. Sementara sistem hybrid akan menerapkan mode berkendara elektrik dalam skala medium range. Artinya, jarak tempuh dengan motor listrik sendiri tidak akan lebih dari 20 mil atau 32 kilometer.

Aplikasi sistem hybrid akan memungkinkan akselerasi yang lebih instan untuk McLaren, mengingat pada kecepatan awal motor listrik akan sudah aktif. Kecepatan dan performa mobil akan didukung juga oleh chassis dan platform baru yang dinamakan McLaren Carbon Lightweight Architecture (MCLA). Platform baru ini menggantikan dua generasi MonoCell yang sudah digunakan sejak 2011 dan 2015. Namun McLaren masih akan memadukan material serat karbon sebagai struktur utamanya dengan subframe alumunium pada MCLA.

Untuk supercar plug-in hybrid bermesin V6 turbo nanti, diharapkan bisa tetap memiliki bobot yang relative ringan, mengingat penalti bobot yang akan didapatkan. “Saya selalu bilang ambisi saya adalah meluncurkan hybrid dengan bobot yang sama seperti mobil sebelumnya. Kami tidak akan mencapai itu, tapi kami akan terpaut 30-40 kg,” kata bos McLaren, Mike Flewitt.

Sebagai acuan, perkiraan bobot kosong untuk mobil baru adalah sekitar 1.500 kg. sementara Honda NSX yang juga menggunakan paduan mesin V6 dan sistem hybrid, punya bobot 1.725 kg. selain struktur kuat dan fleksibel, Flewitt juga mengklaim MCLA yang ultra-ringan akan memungkinkan bodystyle yang lebih baik, skelaigus fleksibel mengakomodasi beragam powertrain. Termasuk menaungi saat nantinya McLaren punya sistem penggeak full electric.

Tentunya mobil baru akan menjadi langkah revolusioner McLaren dalam menghadirkan model-model baru ke depannya. Seperti desain eksterior yang akan terinspirasi dari Elva, model speedster produksi terbatas. Begitu juga dengan desain baru interior.

Nama mobil pun menjadi tebak-tebakan. McLaren dilaporkan telah mendaftarkan paten untuk sejumlah nama baru yang salah satunya diyakini untuk mobil baru ini. Nama-nama tersebut antara lain Artura, Vion, Arkon dan Veo. Sepertinya McLaren sudah tidak akan menggunakan kode angka sebagai nama model produknya.

Sumber: Autocar

WAHYU HARIANTONO

Artikel yang direkomendasikan untuk anda