Beranda EDITOR'S PICKS Siapkah Kita Menyambut Era Kendaraan Elektrifikasi?

Siapkah Kita Menyambut Era Kendaraan Elektrifikasi?

JAKARTA, carvaganza.com – Para pelaku industri kendaraan bermotor di Indonesia yang tergabung dalam Gaikindo sudah siap memasuki era baru. Sebuah era yang bakal menandai perjalanan penting industri otomotif Indonesia ke depan. Yaitu era kendaraan elektrifikasi baik mobil hybrid (HEV), plug-in hybrid (PHEV)  atau pun mobil bertenaga listrik murni (BEV).

Anggota Gaikindo yang telah menyiapkan produk elektrifikasinya itu antara lain Toyota, Honda, Daihatsu, Mitsubishi, Suzuki, Hyundai dan Wuling. Mereka bahkan sudah memasarkan kendaraan elektrifikasinya ke pasar nasional untuk dijadikan kendaraan andalan konsumen.

Memasuki era elektrifikasi, memang bukan perkara mudah. Mengubah kebiasaan orang yang telah puluhan tahun tertanam menggunakan mobil bermesin internal combustion ke mesin elektrifikasi adalah hal sulit. Membutuhkan waktu dan penyadaran secara berkelanjutan.

Baca juga: Masuki Fase Baru, Ini Daftar Mobil Elektrifikasi di Indonesia (Bagian 1)

Tapi kesadaran saja tidak cukup. Perubahan orientasi juga harus didukung oleh sejumlah perangkat yang memudahkan orang menggunakan kendaraan bertenaga listrik. Percuma saja jika industri kendaraan bermotor sudah bekerja keras meningkatkan kesadaran publik terhadap mobil elektrifikasi, tapi tidak didukung oleh aturan jelas. Karena tidak ada aturan yang jelas, harga mobil elektrifikasi menjadi tidak kompetitif dengan mobil mesin bakar (ICE – Internal Combustion Engine).

Kehadiran mobil elektrifikasi membutuhkan dukungan banyak hal.  Misalnya harus disuport dengan sarana pengisian daya (charging station) yang mencukupi, cepat dan lain-lain.  Semua itu harus jalan seiring.

Perangkat aturan pemerintah

Indonesia sendiri merupakan salah satu negara yang menandatangani kesepakatan Paris untuk menurunkan emisi gas rumah kaca. Selaras dengan itu, beberapa kebijakan Pemerintah Indonesia telah dikeluarkan, antara lain Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No 20 tahun 2017 yang menetapkan bahwa Indonesia mulai mengadopsi Standard Emisi Gas Buang Euro IV semenjak Oktober 2018.

Menindak lanjuti hal itu, tahun 2019 lalu pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah No 73 tahun 2019 tentang penerapan pajak barang mewah kendaraan bermotor (Ppn.BM). Dengan adanya peraturan ini, pajak barang mewah kendaraan bermotor yang tadinya berdasarkan bentuk kendaraan serta besaran mesin, menjadi lebih mendasarkan pada tingkat emisi gas buang serta efisiensi penggunaan bahan bakarnya.

Para pelaku industri kendaraan bermotor anggota Gaikindo di Indonesia menyambut baik dikeluarkannya Peraturan Menteri LHK 20/2017 serta Peraturan Pemerintah No. 73 tahun 2019. Mereka telah menyelaraskan kebijakan-kebijakan Pemerintah tersebut ke dalam rencana bisnisnya di Indonesia baik untuk jangka menengah maupun jangka panjang.

Baca juga: VIDEO: Test Drive Hyundai Ioniq Electric, Mobil Listrik Asik

Gaikindo menyatakan bahwa dari PP 73/2019 itu diharapkan ada tiga hal strategis yang bisa dicapai. Pertama, emisi gas buang kendaraan bermotor bisa ditekan dan mengarah atau mengikuti standard International yang berlaku. Kedua, pendapatan Pemerintah dari Pajak Barang Mewah Kendaraan Bermotor (Ppn.BM) tidak berkurang. Ketiga, industri Kendaraan Bermotor di Indonesia bisa tetap tumbuh sehingga Indonesia bisa menjadi salah satu basis industri kendaraan bermotor terkemuka di Asia.

Menurut Gaikindo, Indonesia saat ini telah swasembada produk otomotif. Sebagian besar kebutuhan kendaraan bermotor dalam negeri telah mampu dipenuhi oleh produk-produk otomotif buatan dalam negeri.

Upaya-upaya tersebut di atas selaras dengan Peta Jalan Pemerintah di bidang Industri Kendaraan Bermotor. Diprediksi pada tahun 2025 total produksi kendaraan bermotor di Indonesia dapat mencapai 3 juta unit. Dua juta untuk kebutuhan domestik dan 1 juta unit untuk diekspor ke berbagai negara di dunia. Peningkatan produksi tersebut juga berpotensi untuk memberikan peluang lapangan pekerjaan baru setidaknya bagi 1 juta orang disektor otomotif.

Dari sejumlah perkembangan di atas dapat ditarik benang merah bahwa pelaku industri kendaraan bermotor sudah siap menyambut era elektrikasi, perangkat aturan pun sudah tinggal take-off. Kita bukan pada fase siapkah kita menyambut elektrifikasi, melainkan kita akan sampai pada era itu tidak lama lagi.

EKA ZULKARNAIN  

 

Video Terbaru Youtube Carvaganza

Video Terbaru Youtube The Official Oto

Last Updates

Pontiac Firebird Trans Am Ini Dibuat Jadi Mainan Hot Wheels

JAKARTA, Carvaganza.com - Sejak tahun 2018, produsen mainan mobil-mobilan asal Amerika Serikat, Hot Wheels menggelar kegiatan bertajuk Hot Wheels legends Tour. Program ini awalnya...

Sudah Pulih Cedera, Sean Gelael Siap Hadapi Dua Seri Terakhir F2 di Bahrain

SAKHIR, Carvaganza.com – Setelah terpaksa absen cukup lama dan melewatkan beberapa seri musim ini, Sean Gelael akan kembali ke kokpit Formula 2, akhir pekan...

Mobil Listrik Lexus UX 300e Meluncur, Premiere Untuk Kawasan ASEAN

JAKARTA, carvaganza -  Kendaraan listrik premium Lexus UX 300e meluncur pada hari ini Rabu (25/11). Diluncurkan secara virtual langsung dari Lexus Menteng Gallery, Jakarta...

Jangan Sembarangan Ganti Ukuran Ban, Perhatikan Hal Ini

JAKARTA, Carvaganza -- Coba periksa ban mobil Anda, masih layak pakai atau sudah harus diganti? Ban memiliki usia dan juga layak pakai. Ini sangat...

FIFGroup Gelar Program Recruitment Partner Digital Forum

JAKARTA, carvaganza -  PT Federal International Finance (FIF) atau FIFGROUP yang merupakan anak perusahaan PT Astra International Tbk menyelenggarakan program program Recruitment Partner Digital...