Semakin Mahal, BMW Segera Stop Jual Varian Diesel di Inggris

MUNICH, Carvaganza.com – Segmen dan pasar diesel akan segera ditinggalkan oleh BMW dalam waktu dekat. Baru-baru ini, BMW Group mengumumkan akan menyudahi produksi dan penjualan model bermesin diesel untuk negara Inggris. Tren menyudahi penjualan mesin diesel semakin berkembang belakangan ini, khususnya untuk negara di kawasan Eropa.

Menyusul beberapa merek dan pabrikan lain, kini giliran BMW yang mengumumkan keputusan ini. Strategi baru ini berlaku baik untuk merek BMW, maupun MINI. Varian mesin diesel akan dihapus dari line up model penting BMW dan MINI, terlebih dengan akan diterapkannya standar emisi Euro 6d.

Menurut BMW, mengembangkan peningkatan mesin diesel untuk memenuhi tuntutan standar Euro 6d tidak sepadan dengan biaya yang harus dikeluarkan. Selain itu, beberapa model yang terlibat dalam strategi ini akan mengalami pembaruan pada tahun depan. Jadi, pilihannya untuk produk BMW Group adalah antara mesin bensin, hybrid, atau listrik murni.

Seperti dilansir Autocar, di Inggris akan dihentikan penjualan model Seri 2 Coupe dan Convertible. Model ini hanya akan menawarkan varian 218i bermesin 1,5 liter turbo tiga silinder, dan M240i bermesin 3,0 liter turbo enam silinder.

Untuk merek MINI, varian diesel dari model Countryman akan dikurangi alokasi pemesanannya, yaitu untuk varian Countryman Cooper D. Di sisi lain, penjualan untuk MINI bermesin diesel memang telah berangsur turun dalam beberapa waktu belakangan. Juru bicara MINI juga menyatakan bahwa lini produk diesel sedang ditunjau ulang dan diperbaiki dengan mengikuti preferensi konsumen.

Lini model SUV BMW dengan varian M50d sebagai varian diesel tertinggi, bahkan telah direm penjualannya di seluruh Eropa. Varian tersebut hadir pada model X5, X6, dan X7. Mesin diesel enam silinder quad-turbo 3,0 liter ini pertama kali tersedia pada tahun 2016. Meski tidak ada pernyataan langsung dari pihak BMW, rumitnya mesin diesel disebut membuat harga terlalu tinggi untuk diproduksi. Padahal, mesin ini punya potensi yang tidak main-main, dengan tenaga 400 hp dan torsi 760 Nm.

Sejak terungkapnya skandal Dieselgate yang melibatkan Volkswagen Group pada 2014 lalu, memang berdampak pada turunnya penjualan mobil diesel secara global. Salah satu alasannya karena kepercayaan konsumen yang ternodai karena kasus tersebut. Selain itu, produksi emisi mesin diesel juga ternyata tidak lebih baik dibandingkan mesin bensin. Karenanya, banyak pabrikan dunia yang sudah meninggalkan mesin diesel untuk mengalihkan sumber dayanya ke elektrifikasi.

Beberapa negara maju dan berkembang bahkan sudah berencana untuk menyudahi penjualan mesin bakar, baik diesel maupun bensin, dalam beberapa tahun ke depan. Mayoritas negara yang akan menerapkan langkah tersebut ada di Eropa. Market share model diesel bahkan mengalami penurunan, menjadi hanya seperlima di tahun 2020 ini. Bahkan di Inggris, pasar diesel telah turun sampai separuh persentase dalam lima tahun terakhir.

Sumber: Autocar

WAHYU HARIANTONO

Artikel yang direkomendasikan untuk anda