Selama Pandemi COVID-19, Perilaku Pengemudi di Jalan Raya Semakin Membahayakan

TEXAS, Carvaganza.com - Tahun 2020, dengan terjadinya pandemi global akibat wabah COVID-19, telah mengubah gaya dan tata kehidupan masyarakat di dunia. Hal ini tidak terkecuali untuk gaya hidup di jalanan saat berkendara. Menurut studi, ternyata perilaku pengendara di masa pandemi tersebuttelah ikut megnalami perubahan. Namun bukan perubahan yang baik, tapi justru menuju ke tren yang memburuk.

Padahal secara statistik, aktivitas masyarakat di jalan raya dengan kendaraan telah berkurang karena lebih banyak orang yang mengurangi aktivitasnya di luar. Tapi kenyataan yang terjadi justru orang-orang menunjukkan perilaku berkendara yang tidak lebih baik pada masa tersebut meski jalanan menjadi sepi. Setidaknya itu data yang ditunjukkan dari riset yang dilakukan oleh Inrix.

Perusahaan riset yang berada di naungan Microsoft ini merilis hasil penelitian yang menunjukkan korelasi antara pandemic dengan masyarakat yang berkendara lebih berbahaya selama beberapa bulan terakhir. Riset dilakukan di Amerika Serikat dan berlaku di seluruh negara bagian. Jadi meski populasi kendaraan di jalanan berkurang, namun jumlah kecelakaan yang terjadi malah meningkat dan lebih parah.

Data riset ini diambil dari fakta bahwa semakin kencang orang-orang mengemudi dan semakin mudah teralihkan. Kondisi ini membuat lalu lintas di jalan raya semakin berbahaya, dan telah terjadi selama beberapa bulan ini. Bahkan dikatakan, tren berbahaya ini bukan hanya terjadi di Amerika, tetapi juga di sejumlah negara di belahan dunia lain.

Contohnya di Spanyol, perusahaan riset Abertis juga melaporkan tren yang serupa tercatat dengan pola sama. Penyebabnya adalah perilaku pengemudi yang multitasking dengan mengoperasikan gadget atau smartphone saat mengemudi. Kemudian perilaku berbahaya juga ditunjukkan dengan tidak menggunakan isyarat atau sein saat bermanuver, serta berkendara dalam kecepatan tinggi. Dilaporkan, bahwa berkurangnya kepadatan lalu lintas telah membuat kewaspadaan pengemudi menurun.

Awalnya kondisi berbahaya di jalan raya disebabkan oleh satu atau dua pengemudi yang terburu-buru. Namun seiring waktu, gaya mengemudi berbahaya semakin meningkat dan seolah menjadi tren yang lazim. Seperti dilansir Jalopnik, dalam kunjungan untuk berbelanja, SPBU atau cuci mobil instan, semakin banyak pengemudi yang menunjukkan perilaku aneh.

Kemudian setelah merayakan Thanksgiving, kepadatan lalu lintas juga semakin meningkat di persimpangan jalan di Texas. Hal ini membuat kondisi lalu lintas semakin kacau, karena pengemudi tidak lagi menyisakan jarak yang aman saat berhenti.

Setelah lockdown dan karantina diberlakukan, sinergi antar sesama pengemudi di jalan terlihat semakin memburuk. Dengan situasi ini, maka akan semakin meningkatkan peluang dan risiko kecelakaan terjadi. Semakin banyak juga terlihat perubahan pola berkendara dan ketidakharmonisan terjadi di jalan raya, yang dapat menimbulkan bahaya.

Sumber: Jalopnik, Inrix, Abertis

WAHYU HARIANTONO

Artikel yang direkomendasikan untuk anda