Beranda Updates Rupiah Melemah, Toyota Lihat Peluang Tingkatkan Kualitas Industri Lokal

Rupiah Melemah, Toyota Lihat Peluang Tingkatkan Kualitas Industri Lokal

JAKARTA, 6 September 2018 – Semakin kuatnya nilai tukar Dollar Amerika Serikat terhadap Rupiah mulai memicu pergerakan pada industri dalam negeri untuk meningkatkan kualitas produksinya. Apalagi, pemerintah berencana akan menghentikan impor mobil mewah 3.000cc ke atas menyusul hal tersebut.

PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) melihat situasi ini bukan menjadi penjegal bisnis di sektor otomotif. TMMIN justru melihat hal tersebut sebagai peluang untuk meningkatkan kualitas produksi dalam negeri, terutama yang ditujukan untuk diekspor.

Warih Andang Tjahjono, Presiden Direktur PT TMIIN menekankan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) pada kendaraan produksi bisa ditambah untuk meningkatkan kualitas produksi di saat impor semakin dibatasi. Saat ini, hari Rabu (5/9/2018), nilai tukar rupiah sudah mencapai Rp 14.927/USD.

“Tingkatkan muatan lokal itu oke, tapi saya sampaikan ke presiden terutama substitusi impor. Saya sampaikan dengan Krakatau Steel, Inalum dan lain-lain, dengan usaha seperti itu diharapkan ada usaha mengurangi impor,” kata Warih di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, hari Rabu.

“Tujuannya TKDN trade balance positif, ekspor juga butuh effort besar, maka impor juga kita usahakan agar lokal industri dikerahkan.”

Target true localization (komponen yang sudah menggunakan bahan baku lokal) pada kendaraan produksi Toyota adalah sebesar 80 persen pada tahun 2020, sementara saat ini sudah mencapai 70 persen. Dengan begitu, Warih mengatakan material yang diimpor akan lebih sedikit, serta destinasi ekspor bisa bertambah.

Sebagai produsen, TMMIN tentu tidak sendiri dalam menentukan apakah melemahnya nilai tukar rupiah akan berdampak positif atau negatif. Karena rangkaian produksi melibatkan ratusan supply chain.

“Kewajiban kita sebagai salah satu industri otomotif, membantu mereka meningkatkan produktivitas industri hulu dan lain-lain yang harus kita kejar. Saya tidak bicara termin tapi supply chain total, harus berusaha terus tingkatkan ekspor dan kurangi impor,” jelas Warih.

WAHYU HARIANTONO

Subscribe to our newsletter

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.

Video Terbaru Youtube Carvaganza



Last Updates

Tes Jakarta-Bogor, All-New Honda Brio Minum Bensin 30 Km/Liter

BOGOR, 20 Maret 2019 - All-New Honda Brio membuktikan seberapa irit konsumsi bahan bakarnya sebagai city car andalan Honda di...

Menjelajah Jakarta, Kabin Toyota New Veloz Terbukti Lebih Senyap

JAKARTA, 20 Maret 2019 - Mungkin Anda sudah pernah membaca hasil test drive Toyota New Avanza dan New Veloz yang dilakukan...

BMW X3 Varian Baru, Lebih Sporty dan Lebih Ringan

TANGERANG, 20 Maret 2019 - Setahun sudah kehadiran BMW X3 xDrive20i di Indonesia dan kali ini dihadirkan varian baru dari...

Tips Defensive Driving a la Chevrolet

JAKARTA, 20 Maret 2019 – Mobilitas yang tinggi membuat banyak di antara kita yang menghabiskan waktu di jalan raya. Berada...

Gabung T2 Motorsports, Rio Haryanto akan Balap Pakai Ferrari

JAKARTA, 20 Maret 2019 – Setelah meninggalkan Formula 1 tahun 2016 lalu, Rio Haryanto tahun ini siap kembali mengikuti balap...