TEST DRIVE: MINI JCW 3 Door 2020, Hot Hatch Tanpa Basa-Basi

TEST DRIVE: MINI JCW 3 Door 2020, Hot Hatch Tanpa Basa-Basi
JAKARTA, Carvaganza.com - Bicara soal merek BMW, kita pasti akan langsung terpikir soal pabrikan premium yang lebih kuat karakter kesenangan berkendaranya dibandingkan para rival. Saking melekatnya anggapan tersebut, BMW sampai menerapkan filosofinya ke merek-merek dalam BMW Group. Memang tidak termasuk Rolls-Royce, tapi untuk BMW dan MINI.

Sudah tidak perlu ditanya lagi model BMW yang asik untuk dikemudikan sendiri, mulai dari model regular sampai dengan M Series. Hal yang sama berlaku untuk ‘adik’ dari BMW berdarah Inggris, yaitu MINI. Bisa dibilang, seluruh model dalam line up MINI menjadi spesies yang menonjolkan elemen fun to drive sebagai keunggulan utamanya. Kalau BMW punya M Sport, MINI punya John Cooper Works atau yang disingkat JCW.

Untuk menikmati kesenangan maksimal dari MINI, tentunya model paling kencang menjadi pilihan terbaik, yaitu MINI JCW 3-Door. Inilah model terkencang MINI, yang dibangun dari basis model originalnya, hatchback tiga pintu. Memang sebelumnya saya pernah menguji versi JCW dari Countryman, beberapa bulan lalu. Namun menurut saya Countryman kurang maksimal untuk bisa memberikan senasi penuh JCW, kecuali dari dimensinya.

Setelah model generasi saat ini debut perdana pada 2015 lalu di Indonesia, lima tahun berselang MINI Indonesia meluncurkan versi pembaruannya. Dengan embel-embel LCI (Life Cycle Impluse) khas BMW Group, ada sejumlah perubahan dan peningkatan di diusung pada JCW terbaru. Baik dari sisi kosmetik sampai ke aspek performa, MINI JCW 2020 telah mengalami penyempurnaan. Performa terkencangnya hanya kalah dari MINI JCW GP, yang merupakan varain hardcore dengan spesifikasi track-ready.

Formulanya tetap sama, hatchback tiga pintu, mesin 2.000 cc turbo, dan potensi yang driver-oriented. Saat diluncurkan Februari 2020 lalu, MINI Indonesia melansirnya dengan harga Rp 1,11 miliar (OTR Jakarta).

Secara visual, ada beberapa hal yang bisa dilihat berbeda antara versi 2020 yang baru dengan edisi pertama dari 2015 lalu. Walaupun bersifat minor, tapi berhasil membuat karakter dan penampilannya terlihat lebih modern dan up to date. Seperti pada lampu depan, kini LED DRL (daytime running lights) melingkari penuh outline lampu utama. Lalu untuk pencahayaan utamanya, kini punya LED projector yang baru.

Begitu juga di fascia belakangnya. Grafis LED lampu belakang kini lebih atraktif mengikuti timeline penyegaran varian standarnya. Rangkaian LED bar di lampu belakang kini tampil dengan grafis ala Unio Jack alias Bendera Inggris Raya. Meski sudah cukup lama diakuisisi dan diproduksi oleh BMW, namun MINI ingin identitas Inggris tetap hadir pada produknya. Apalagi JCW ini merupakan model flagship dari MINI.

Hal yang sama bisa dijumpai juga dari perubahan pada interior yang bersifat minor. Senada dengan eksterior, kabin JCW 2020 juga dihiasi oleh grafis Union Jack pada dashboard bagian penumpang. Grafis ini akan lebih cantik saat malam, karena berpendar mengikuti warna ambient lighting yang bisa dipilih sesuka hati.

MINI turut mengubah tuas transmisi JCW menjadi lebih modern, sudah ala joystick seperti line up BMW terkini. Perubahan ini mengikuti perubahan jenis transmisi baru, yang kini mengadopsi Sports Steptronic 8-Speed. Gearbox baru diklaim MINI lebih optimal mendistribusikan torsi yang galak. Namun di antara semua modernisasi kabin itu, setidaknya tuas rem parkir yang bertahan patut diberi apresiasi. Instrument cluster analog juga masih dipertahankan, untuk memberikan unsur klasik mobil ini.

Biasanya, press car yang selama ini disediakan untuk MINI JCW berwarna khas Rebel Green, yang Inggris banget. Tapi kali ini beda, karena yang disediakan justru berwarna Pepper White. Kurang MINI rasanya dengan warna beda, tapi tetap bisa dilihat ciri khas JCW, lewat kelir merah pada atap dan spion. Hal kecil memang, tapi toh tidak akan pengaruhi bagaimana performanya saat digeber. Cuma bagi Sebagian besar orang, warna ini bikin tampilan JCW agak subtle.

Oh ya, sebagai catatan, MINI juga memberikan upgrade pada sisi performanya. Selain transmisi, mesin 2,0 liter TwinPower Turbo juga punya output lebih galak. Sekarang, jantung pacu ini menghasilkan tenaga 231 hp dan torsi 320 Nm. Memang bukan JCW dengan output tertinggi, karena status tersebut masih milik JCW Countryman. Namun itu karena kompensasi untuk dimensi yang lebih bongsor dan bobot lebih berat Countryman.

Duduk di jok pengemudi MINI JCW, langsung terasa mobil ini seolah memprovokasi saya untuk langsung menggeber kencang. Apalagi begitu mendaratkan badan ke jok semi-bucket dengan bentuk yang memeluk dari samping. Boleh dibilang, JCW ini mobil yang tidak ada basa-basinya, terfokus untuk mengemudi. Bahkan layar infotainment-nya tidak sebesar varian MINI standar. Namun sudah cukup akomodatif soal koneksi ke gadget.

Menyalakan mesin pada MINI ini adalah salah satu yang paling asik dari semua mobil yang ada. Tombolnya tepat di tengah rangkaian tombol di sisi bawah dashboard, besar, dan berwarna merah. Seakan ingin menyalakan mesin pesawat tempur. Apalagi begitu nyala, suara mesinnya sangat menggelegar.

Pada varian standar saja, Cooper dan Cooper S, MINI sudah terasa lebih sporty dari hatchback atau compact car rata-rata lainnya. Di mobil ini, rasa dan karakter itu semakin kuat terasa. Nuansa kokpit selaras dengan karakter setir dan suspensi MINI. Setir yang padat putarannya ditujukan agar lebih intuitif dan komunikatif dalam menghasilkan handling optimal. Sedangkan suspensi yang keras dan kaku akan membuat setiap manuver bisa ditangani dengan tetap stabil.

Meski begitu, toh MINI JCW tetap bisa nyaman dan asik untuk diajak sekadar berkendara santai keliling kota. Apalagi dimensinya yang ‘mini’ dibandingkan hatchback sekelasnya, membuat mobil ini lebih praktis terutama saat berburu slot di tempat parkir. Pada mode Comfort alias normal, respons kemudinya saja sudah cekatan.

Lajunya di awal masih halus, tidak jerky, makanya cukup nyaman untuk mengarungi jalanan kota seperti di Jakarta, apalagi saat traffic padat. Namun saat pedal gas diinjak agak dalam, torsinya sudah langsung bisa dieksploitasi. Apalagi mengingat sweet spot dari torque band sudah disajikan sejak 1.450 rpm, sampai 4.800 rpm.

Tradisi MINI era modern adalah menawarkan sensasi performa yang mereka juluki sebagai Gokart Feeling. Untuk merasakannya secara maksimal, pindahkan saja model berkendara ke Sport. Sistem akan mengubah karakter mesin, transmisi, setir dan suspensi menjadi lebih agresif. Akselerasi lebih cepat, chassis semakin stiff, dan setir menjadi lebih  hidup. Seperti seekor kuda pacu yang mendapat pecutan dari sang joki.

Selain memang kencang, membejek pedal gas MINI JCW sampai mentok memang suatu hal yang sangat asik. Selain badan langsung ditarik semakin lengket ke jok, raungan mesinnya juga sangat menggoda. Bahkan tidak jarang saya sengaja menggeber JCW memakai mode perpindahan manual di transmisinya. Tujuannya apalagi kalau bukan untuk memerah setiap tetes performa mesin dan menikmati suara mesin menyentuh putaran atas.

Benar adanya kalau MINI mengklaim Gokart Feeling menjadi ruh dalam setiap modelnya. Pada JCW ini, respons setir sangat direct dan cekatan menerjemahkan setiap input. Bahkan kalau saya bilang MINI JCW adalah mobil dengan kemudi paling direct yang dipasarkan saat ini. Meski berpenggerak roda depan, karakter netralnya handling membuat pede melibas tikungan dengan kencang, yang minim understeer.

Kalau mau mengajaknya sedikit nakal bermain slalom atau gymkhana pun masih bisa. Apalagi JCW masih menggunakan rem parkir model tuas mekanis. Jadi untuk membuang ekor tinggal tarik rem saja di setiap apex. Meski galak, namun output mesin saat diajak bermanuver agresif masih sangat mudah dikontrol. Setiap perilaku yang dihasilkan dari MINI JCW masih gampang diprediksi.

Seperti si MINI ini, saya harus terus terang dan tidak mau basa-basi, kalau mobil ini memang selalu menyenangkan untuk menjadi partner mobilitas. Meski sangat powerful, JCW masih tetap bersahabat dikendarai sehari-hari. Dan untuk diajak ke tongkrongan pun MINI akan selalu bisa mencuri perhatian setiap orang.

Boleh dibilang, MINI JCW adalah hot hatch paling ideal yang ada saat ini. Dimensi pas, mesin powerful tapi tidak berlebihan, handling yang fun setiap saat, dan tidak terlalu banyak gimmick teknologi. Kalau sudah ‘kepatil’, akan ada saja alasan untuk mengemudikan mobil ini, meski tanpa tujuan. Mungkin hanya mereka yang hanya suka menumpang dan menuntut kenyamanan paripurna yang sulit menikmati MINI JCW 3 Door.

Spesifikasi MINI JCW 3 Door 2020

Layout kendaraan: Hatchback-3 pintu, FWD Mesin: I-4 2.000 cc TwinPower Turbo Technology, 231 hp  @ 5.200-6.200 rpm / 320 Nm @ 1.450-4.800 rpm Transmisi: A/T 8-Speed Sport Steptronic Dimensi (PxLxT): 3.850 x 1.727 x 1.414 mm Wheelbase: 2.495 mm 0–100 km/jam: 6,1 detik Top Speed: 246 km/jam Kapasitas Tangki BBM: 44 liter



WAHYU HARIANTONO FOTO: EDI WEENTE

Featured Articles

Read All

Artikel yang mungkin menarik untuk Anda

Mobil Pilihan

  • Upcoming

Updates

Artikel lainnya

New cars

Artikel lainnya

Drives

Artikel lainnya

Review

Artikel lainnya

Video

Artikel lainnya

Hot Topics

Artikel lainnya

Interview

Artikel lainnya

Modification

Artikel lainnya

Features

Artikel lainnya

Community

Artikel lainnya

Gear Up

Artikel lainnya

Artikel Mobil dari Oto

  • Berita
  • Artikel Feature
  • Advisory Stories
  • Road Test

Artikel Mobil dari Zigwheels

  • Motovaganza
  • Tips
  • Review
  • Artikel Feature