Beranda Updates Rikeguard, Kaca Film Dengan Teknologi Antivirus dan Bakteri

Rikeguard, Kaca Film Dengan Teknologi Antivirus dan Bakteri

JAKARTA, Carvaganza — Kaca film kini tak lagi bertugas sebagai penghalau panas. Perkembangan teknologi membuatnya juga punya peran lain. Salah satunya produsen kaca film asal Jepang ICE-µ yang merilis produk baru bertajuk Rikeguard. Kaca film ini diklaim antivirus dan antibakteri pertama serta lapisan film transparan Rivex yang mampu menekan laju pertumbuhan virus dan bakteri pada permukaan kaca, hingga tingkat 99,9 persen.

Andi Setiawan, selaku Presiden Direktur PT Global Auto International, agen pemegang merek ICE-µ Premium Window Film di Indonesia mengatakan teknologi yang diterapkan di kaca film ini merupakan inovasi Riken Technos Corporation yang merupakan pemilik baru merek ICE-µ. Sebelumnya mereka berada di bawah Konica Minolta sebelum diambil alih pada 1 April lalu.

“Perubahan kepemilikan ini semakin menegaskan kualitas produk-produk kami dalam hal teknologi kaca film. Kompetensi Riken Technos Corporation dalam inovasi kaca film telah menghasilkan produk yang terbukti secara efektif mampu menonaktifkan virus dan bakteri di kaca film kendaraan. Teknologi ini membuat pengalaman berkendara lebih aman dan nyaman untuk Anda dan keluarga,” ujar Andi Setiawan dalam siaran virtual (8/10/2020) siang.

Produk ICE-µ RIKEGUARD® merupakan satu-satunya film transparan di dunia dengan sertifikasi SIAA untuk fungsi antivirus dan antibakteri. SIAA atau Society of International sustaining growth for Antimicrobial Articles adalah sebuah lembaga pengujian antimikroba di Jepang yang dikelola berdasarkan pedoman dari Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang. Hanya produk yang telah terbukti lulus kriteria antimikroba yang dapat menampilkan tanda sertifikasi SIAA.

Kinerja

Dari hasil pengujian produk ICE-µ Rikeguard terbukti bahwa produk kaca film ini efektif terhadap semua jenis virus dan bakteri serta mampu menonaktifkan 99,9% virus dan bakteri yang menempel di permukaan kaca film. Fungsi ini sangat dibutuhkan. Di masa pandemi Covid-19 ini, masalah kesehatan menjadi perhatian utama. Terutama soal pencegahan penyebaran virus dan bakteri yang menjadi momok menakutkan bagi banyak orang.

Dalam penjelasannya Arta Alfatha, Brand Manager PT Global Auto International mengatakan virus dapat hidup lebih lama pada permukaan yang licin. Seperti kaca dan logam, bahkan di layar ponsel pintar serta kaca mobil dapat mencapai 120 jam.

“Lapisan kaca film Rikeguard menggunakan agen antivirus yang menarik virus dan bakteri bermuatan negatif. Agen antivirus bermuatan positif bereaksi melalui kelembaban di udara untuk menghasilkan oksigen aktif. Kemudian, daya oksidasi yang tinggi dari oksigen aktif menghancurkan selubung pelindung mikroba. Virus dan bakteri dinetralkan dalam proses ini, menjadikannya rentan dan tidak aktif,” kata Arta Alfatha.

Arta juga menjawab mengenai efektivitas menekan laju virus yang saat ini sedang mewabah. Dikatakan bahwa Covid-19 masuk dalam kategori virus beramplop. Mengartikan turut dapat ditangkal lapisan film sama seperti jenis lain.

“Lapisan efektif menekan virus ber-envelope maupun tidak. Dan virus Corona, merupakan jenis ber-envelope. Sehingga dapat dinonaktifkan oleh kaca film Rikeguard juga sampai tingkat 99,9 persen,” klaim Arta.

Varian Produk

Produk ini terdiri dari tiga varian yaitu ICE-µ Rikeguard, Rivex dan Repty. Rikeguard merupakan satu-satunya kaca film otomotif di dunia yang siap melindungi dari virus dan bakteri yang menempel pada kaca kendaraan. Kaca film ini ditawarkan dalam tipe RT70RG, RG70, dan RG40 untuk kaca mobil bagian depan, serta RG20 dan RG10 untuk kaca mobil bagian samping dan belakang.

“Saat ini, PT Global Auto International menawarkan produk kaca film anti virus dan anti bakteri ini mulai Rp 2,5 juta untuk mobil kecil, Rp 3 juta untuk mobil sedang dan Rp 3,5 juta untuk mobil besar. Untuk menjamin kepuasan pelanggan, PT Global Auto International juga memberikan jaminan purna jual selama 5 tahun,” kata Arta. “Garansi yang kami berikan sebetulnya lima tahun. Tapi, anti-virus bisa bertahan sampai 10 tahun. Dengan catatan penggunaan yang normal.”

Untuk memastikan keaslian produk ICE-µ Rikeguard, setiap pemasangan kaca film konsumen juga akan mendapatkan amplop berisi buku garansi, kartu garansi, certificate of authenticity serta sticker kaca Rikeguard dan SIAA. “Semua kelengkapan ini merupakan salah satu cara konsumen untuk mengetahui keaslian produk kami,” tutup Arta.

RAJU FEBRIAN

Video Terbaru Youtube Carvaganza

Video Terbaru Youtube The Official Oto

Last Updates

7 Mobil Sport Jepang Yang Bikin Lutut Pabrikan Eropa Bergetar

JAKARTA, Carvaganza.com - Jepang memang bukan pionir dalam hal transportasi darat. Tapi kegigihan mereka untuk bertahan menjadikan produknya mampu melampaui mereka yang mapan. Hal...

Menang F1 GP Portugal 2020, Hamilton Nyaris Gagal Lewati Rekor Schumacher

PORTIMAO, Carvaganza.com – Formula 1 akhirnya menggelar lagi balapan Grand Prix Portugal di tahun 2020 yang unik ini, bertempat di Sirkuit Portimao, Algarve. Gelaran...

Demi Tingkatkan Kualitas,  Daihatsu Gelar Konvensi Inovasi

JAKARTA, carvaganza.com – Sebagai perusahaan yang mengutamakan kualitas tinggi, kepuasan dan kepercayaan pelanggan adalah segalanya. Untuk menunjukkan komitmen tersebut, perusahaan harus terus melakukan improvement...

Aksesoris Fortuner dan Kijang Innova Baru, Ada Diskon 20 Persen

JAKARTA, Carvaganza -- Toyota New Fortuner dan New Kijang Innova baru kini sudah hadir di Auto2000 Digiroom. SUV dan MPV ini tampil dengan berbagai...

Cegah Penyebaran Covid-19, Suzuki Donasikan Masker dan Handsanitizer untuk Angkot

JAKARTA, Carvaganza -- Sebagai salah satu produsen New Carry yang banyak digunakan sebagai armada angkutan kota (angkot), PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) memiliki kepedulian...