Renault Siap Membanjiri Indonesia Dengan Mobil Listrik 2021, Ini Dia Pilihan Produknya!

JAKARTA, Carvaganza.com – Prestige Motorcars membeli sebagian saham PT Maxindo Renault Indonesia (3/12). Aliansi baru ini menjanjikan penetrasi pasar dan peningkatan kualitas pelayanan. Salah satu strategi mereka adalah dengan menggarap pasar mobil listrik di tahun depan.

“Kami berencana untuk lebih fokus membawa mobil EV Renault ke indonesia, serta visi kami tahun 2021 yaitu membanjiri jalanan indonesia dengan EV renault yang pastinya akan dijual dengan harga bersaing. Selain itu kami juga akan mendorong dan men-support pemerintah untuk pengembangan infrastruktur kendaraan bermotor listrik di Indonesia,” ungkap Ruby Adeline, Marketing & PR Manager Prestige Motorcars.

Bukan tidak mungkin rencana ini terwujud menjadi nyata ketika pasar otomotif Indonesia nantinya telah diramaikan banyak mobil bertenaga listrik. Memang banyak produk EV (Electric Vehicle) yang dimiliki Renault global saat ini. Tapi yang mana yang dibawa ke Indonesia belum ada keterangan resmi. Berikut ini adalah beberapa lini produk mobil listrik yang dimiliki Renault saat ini.

Twizy



Mungkin Anda familiar dengan model EV Renault yang satu ini lantaran sempat mejeng di gelaran GIIAS 2019. Berbentuk unik bak sepeda beroda empat atau mainan anak Cozy Coupe dari Little Tikes. Dimensinya pun begitu kompak, dicatatkan hasil pengukuran 2.338 x 1.381 x 1.458 mm (PxLxT). Agak nyeleneh pula sebab sanggup memuat dua orang dengan posisi sejajar. Tak ketinggalan keunikan pintu gunting seperti supercar.

Bukan pelari ulung atau bahkan atlet maraton, Twizy ditujukan sebagai alat komutasi jarak dekat. Dua opsi pemacu ditawarkan yakni model 45 dan 80. Masing-masing mengisyaratkan kecepatan puncak dalam satuan kpj. Untuk versi 45 dibekali motor listrik sekuat 5 hp dengan torsi puncak 33 Nm. Sementara itu, tipe 80 memiliki potensi sekuat 17 hp/57 Nm. Tergantung karakter mengemudi, daya jangkaunya diklaim berkisar antara 60-80 km dari satu kali pengisian ulang.

Fluence ZE



Program Zero Emission (ZE) pabrikan melahirkan seleksi lengkap kendaraan listrik untuk mengisi berbagai segmen. Selain Twizy terdapat Renault Fluence ZE, mengawali hidup sebagai sedan kompak konvensional yang ‘didoktrin’ untuk berganti kepercayaan. Sebuah model lama, memang. Basisnya sudah eksis sejak 2009 sementara model elektris baru diproduksi mulai 2011.

Fluence ZE dipasarkan ke beberapa negara di Benua Eropa. Digadang sebagai salah satu mobil pertama yang dapat memanfaatkan skema tukar baterai lewat teknologi Quick Drop. Bukan hanya di Eropa, ia turut mengaspal di Korea Selatan lewat anak perusahaan Renault Samsung Motors (RSM) dengan nama SM3 ZE. Lahir dari fasilitas di Busan untuk memenuhi permintaan pasar Asia-Pasifik.

Laris manis di Korea Selatan, bahkan sampai digadang sebagai EV paling populer pada 2015. Di sana ia terpilih sebagai kendaraan resmi pemerintahan serta armada Seoul EV Taxi. Pada 2017 dibuat semakin memikat. Daya tempuh bertambah 57 persen menjadi 213 km dalam siklus penilaian Korea. Kemampuan ini didapatnya dari peningkatan kapasitas baterai menjadi 36 kWh tanpa ada penambahan bobot.

Kangoo ZE



Menemani Fluence ZE, Kangoo ZE mewakili Renault di segmen van multifungsi berukuran kompak. Bersama pula keduanya berkenalan dalam wujud konsep di gelaran Frankfurt Motor Show 2009 dan kemudian rilis 2011. Saat ini ditawarkan dalam berbagai versi untuk memenuhi berbagai kebutuhan pengangkutan. Mau itu sasis pendek dan mengutamakan barang sampai wheelbase panjang untuk mengakomodir pengangkutan penumpang.

Potensi menempuh jarak jauh berasal dari sumber daya listrik sebesar 33 kWh. Berdasarkan perhitungan WLTP (Worldwide Harmonised Light Vehicle Test Procedure), ia dapat menempuh 230 km (kombinasi) dan 320 km (siklus dalam kota). Torsinya juga berlimpah, sampai 225 Nm.

Master ZE



Bukan hanya Kangoo, Renault juga boyong Master sebagai anggota EV di ranah kendaraan komersial. Banyak kombinasi antara jenis bodi, panjang wheelbase, dan ketinggiannya. Mau panel van, kabin platform, sasis panjang atau pendek, dan ketinggiannya. Yang jelas ia mengutamakan kemampuan angkut barang berdimensi gambot lewat pilihan panjang bodi dari sekitar 5,5 meter sampai 6,2 meter.

Mungkin ia tidak diperuntukkan sebagai juru angkut barang jarak jauh. Pasalnya, daya tempuh maksimum hanya 120 km dari satu kali terisi penuh. Sementara itu, ekstraksi motor listriknya juga tidak begitu besar. Cuma siapkan 76 hp dibarengi momen puntir 225 Nm.

Zoe ZE



Jika Prestige dan MRI serius ingin memasarkan mobil listrik dengan harga terjangkau, Zoe cukup sesuai. Bagaimana tidak, dari desain eksterior saja mencirikan. Berukuran kompak dengan panjang 4 meter dan desainnya tidak begitu intimidatif. Cukup sederhana untuk sebuah mobil listrik, tidak berusaha tampil lebih pintar ketimbang kebanyakan mobil konvensional.

Zoe dapat dinikmati dalam dua opsi pemacu. Tergantung prioritas, mengutamakan ekstraksi tenaga atau daya jangkau. Unit R110 menyuguhkan tempuhan elektris sejauh 394 km dari satu kali pengisian baterai. Hanya saja, kemampuan itu harus mengompromikan kekuatan dengan catatan 108 hp/225 Nm. Lain cerita dalam spek R135, sanggup menorehkan figur daya 135 hp/245 Nm untuk tempuhan maksimum 384 km.

City K-ZE



EV berbasis Renault Kwid ini juga cukup menjanjikan kalau pertimbangan utamanya adalah harga terjangkau. Basisnya saja adalah platform CMF-A dari Kwid yang merupakan kendaraan termurah Renault saat ini. Dongfeng pun digandeng untuk melahirkan kembali menjadi mobil listrik bernama City K-ZE. Hanya setitik atau dua penyesuaian diberikan dengan mempertahankan tema rancangan utama menyerupai Kwid.

City K-ZE menggendong baterai lithium ion 26,8 kWh. Tidak besar namun dapat dipakai berjalan sampai 271 km. Baterai mungil ini juga menjadi sumber tenaga bagi motor listrik yang dapat mengail tenaga sampai 44 hp saja dibarengi torsi 125 Nm. Putaran tersalur ke roda depan untuk meraih kecepatan puncak 105 km.

Twingo ZE



Twingo ZE merupakan EV ketujuh pabrikan asal Prancis. Memanfaatkan basis khusus kendaraan listrik Smart ForFour dan kemudian diguratkan desain pembeda. Ia mengisi ceruk pasar niche sebagai pelengkap Zoe di segmen-B. Tampaknya tidak dapat diharapkan menyapa Indonesia. Melansir Top Gear, Inggris saja tidak kebagian Twingo akibat rendahnya permintaan dan mahalnya biaya mengembangkan versi kemudi sebelah kanan.

Di atas platform Smart, Twinggo ZE menggendong motor listrik bertenaga 82 hp sekaligus menyuguhkan torsi 160 Nm. Baterai 22 kWh memberikan kemampuan untuk menempuh jarak sekitar 250 km di dalam kota atau 180 km pada siklus penuh WLTP. Kecepatan maksimumnya sendiri 135 km, cukup untuk dipakai di jalan bebas hambatan.

Siapa saja bisa meramaikan lansekap EV Tanah Air. Cukup masuk akal bila kolaborasi MRI dan Prestige membawa pemain yang terbilang murah semisal hatchback. Kita tunggu saja kelanjutannya.
KARIM



Sumber: OTO.com

Artikel yang direkomendasikan untuk anda