Rekor Dianggap Hoax, SSC Tuatara Siap Tes Ulang

RICHLAND, Carvaganza.com – SSC Tuatara bulan lalu telah membuat sensasi dengan mencatat rekor kecepatan untuk mobil jalan raya, melebihi 500 km/jam. Pencapaian tersebut menjadi perbincangan di banyak kalangan otomotif, bahkan sampai dianggap bohong alias hoax. Ingin membuktikan keasliannya, SSC North America berencana melakukan tes ulang Tuatara.

Melalui video berdurasi sekitar 2 menit yang diunggah oleh channel resmi SSC (Shelby SuperCars), Tuatara menunjukkan kecepatan sampai 316,11 mil/jam atu setara 506,7 km/jam. Pengujian dilakukan melalui akselerasi lintasan lurus di trek kosong. Pencapaian Tuatara telah melampaui hingga 64 km/jam dari rekor top speed sebelumnya, milik Koenigsseg Agera (447,1 km/jam).

Beberapa influencer di YouTube menyatakan keraguannya terhadap rekor SSC Tuatara. Hal tersebut kemudian ditanggapi oleh Jerod Shelby, founder Shelby SuperCars. Shelby menyatakan siap untuk melakukan tes ulang Tuatara, demi membuktikan keaslian rekornya.

Keraguan berdasar pada tidak seragamnya kombinasi data yang ditunjukkan oleh speedometer dan perangkat GPS yang dianggap seadanya. Bahkan rekor kecepatan yang dicapai Tuatara dianggap hanyalah hasil editing dari video yang bertujuan mengundang sensasi. Video SSC memang hanya menampilkan angle onboard dari dalam kokpit, dengan sejumlah informasi data kecepatan. Namun tidak ada cuplikan video dari luar mobil.

Menyusul kontroversi ini, Dewetron sebagai perusahaan yang disebut SSC melakukan validasi pengujian, menyataakan bahwa tidak menyetujui ataupun beri validasi pengujian. Diperkirakan bahwa para engineer di SSC tidak mengkalibrasi sistem dengan benar. Bahkan setelah menonton ulang videonya, Shelby mengaku timnya juga memiliki keraguan yang sama.

“Pandangan sempurna yang saya dapat sebelumnya dari rekaman ini sekarang sudah hilang. Apa pun yang kami lakukan dalam beberapa hari mendatang untuk mencoba menyelamatkan rekaman khusus ini, rekaman itu akan selalu ternoda,” kata Shelby. Dalam pengujian ulang, SSC dikatakan Shelby akan menggunakan beberapa perangkat GPS dari perusahaan berbeda, demi validasi data lebih baik. Rekor yang dihasilkan dari pengujian ulang dipastikannya akan lebih akurat.

Yang masih akan menjadi pertanyaan, apakan Tuatara akan mengalahkan rekor top speed 490,4 km/jam milik Bugatti Chiron Super Sport 300++ tahun lalu. Namun untuk bisa tercatat dalam Guiness World Record, Tuatara harus melakukannya dengan prosedur tertentu. Yaitu harus melaju dalam rute yang sama dalam dua arah berlawanan, untuk diambil data kecepatan rata-rata dari kedua arah.

Kemudian, sebagai mobil produksi harus meraih rekor di jalanan umum, dilacak oleh sistem pengukuran GPS bersertifikasi, dan disaksikan oleh pihak pencatat rekor. Pengujian juga harus menggunakan ban dan bahan bakar berspesifikasi penggunaan di jalan raya.

Spesifikasi teknis Tuatara dibekali meisn V8 5,9 liter twin-turbo yang dikembangkan Bersama Nelson Racing Engines. Mesin tersebut memiliki output tenaga 1.774 hp, berikut torsi sampai 1.735 Nm. Tidak seperti Bugatti yang salurkan daya mesin W16 ke semua roda, SSC justru hanya memanfaatkan roda belakang untuk lajukan Tuatara. Hasil tes ulangnya tentu menarik untuk dinantikan.

Sumber: SSC, Autocar

https://youtu.be/BrclO1wG2Y8

WAHYU HARIANTONO

Artikel yang direkomendasikan untuk anda