Perhatikan! Ini Pelanggaran yang Diincar Polisi Selama Operasi Zebra 2020

JAKARTA, Carvaganza -- Operasi Zebra 2020 berlangsung serentak di seluruh Indonesia mulai hari ini, Senin, 26 Oktober 2020. Operasi yang berlangsung sampai Minggu, 8 NOvember 2020 tersebut akan menyasar pelanggaran lalu lintas. Selama 13 hari, operasi Zebra ini akan mengincar pemotor maupun pemobil yang melakukan pelanggaran lalu lintas. Pelaksanaan operasi ini bertujuan mengurangi jumlah pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di jalan raya. Selain itu, tujuan lain dari pelaksanaan Operasi Zebra yang akan digelar selama dua minggu itu juga dimaksudkan untuk menurunnya lokasi kemacetan, pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas sesuai dengan karakteristik di wilayah masing-masing. Di lingkungan Polda Metro Jaya, Polisi bahkan telah menetapkan 5 kesalahan yang jadi prioritas penindakan. Kelima pelanggaran prioritas itu adalah pengendara melawan arus, pengendara tidak memakai helm, pelanggaran terhadap stop line, pelanggaran sirene dan rotator, pengendara melintas di bahu jalan, khususnya jalan tol. "Ini adalah pelanggaran tematik yang menjadi prioritas utama untuk Operasi Zebra Jaya 2020," kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo seperti dilansir dari Antara. Ia mengatakan pihaknya akan lebih fokus memberikan sosialisasi dan pendidikan soal lalu lintas kepada masyarakat. Sambodo menuturkan sanksi hukum akan diberikan untuk pelanggaran yang sifatnya membahayakan pengguna kendaraan. Sanksi yang diberikan kepada para pelanggar itu merujuk pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. "Pelanggar lalu lintas bisa terancam pidana kurungan atau denda," ucap Sambodo. https://twitter.com/TMCPoldaMetro/status/1320577008372387844

Protokol Kesehatan

Lebih lanjut, ia juga menjelaskan, pada operasi kali ini, polisi tidak akan melakukan razia secara berkerumun. Hal ini untuk menghindari penularan Covid-19. Protokol kesehatan juga dijalankan guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 secara preventif dan persuasif juga humanis. "Tidak ada razia di titik tertentu seperti tahun sebelumnya. Kenapa? Karena dikhawatirkan ada kerumunan. Tetapi kami sifatnya hunting, contoh hari ini satu jam di pasar rumput, pindah lagi satu jam ke DI Panjaitan, ada tim yang motoris pakai kendaraan patroli," kata dia. Polisi akan lebih fokus memberikan sosialisasi dan pendidikan soal lalu lintas kepada masyarakat. Sambodo menuturkan sanksi hukum akan diberikan untuk pelanggaran yang sifatnya membahayakan pengguna kendaraan. https://www.instagram.com/p/CGwsdXZHsin/

Aturan Ganjil Genap

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga telah memutuskan untuk memperpanjang kembali penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi hingga 8 November 2020. Perpanjangan tersebut tertuang dalam Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 1020 Tahun 2020 seiring dengan perkembangan kasus virus corona alias Covid-19 di wilayah Ibu Kota yang belum turun signifikan. Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengimbau warga untuk menunda kegiatan mudik atau piknik selama PSBB khususnya pada libur panjang yang jatuh pada 27 Oktober - 1 November 2020. "Berdasarkan hasil pemantauan dan evaluasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi DKI Jakarta, PSBB transisi dilanjutkan selama 14 hari karena tidak terdapat penurunan kasus yang signifikan sejak 11 Oktober 2020," kata Kepala Dishub DKI Syafrin Liputo di keterangannya, Minggu (25/10/2020). Penularan Covid-19 di bu Kota dalam dua pekan terakhir relatif melandai. Hal itu ditandai rata-rata persentase kasus positif sepekan terakhir pada 9,9 persen dengan rasio test 5,8 per-1000 penduduk dalam sepekan terakhir. Untuk mempertahankan dan mengendalikan situasi Covid-19 di DKI Jakarta, masyarakat diimbau untuk saling mengingatkan dalam menerapkan perilaku 3M sehari-hari. RAJU FEBRIAN

Artikel yang direkomendasikan untuk anda