Pasokan Gas Alam Terputus, Stok Kaca Mobil di Eropa Makin Langka

Maserati Granturismo

JAKARTA, Carvaganza - Perang Rusia-Ukraina berdampak besar pada industri otomotif Eropa. Pembatasan pasokan gas alam oleh Rusia membuat terhambatnya pembuatan kendaraan para produsen kendaraan di Eropa. Salah satu sektor terdampak yakni produksi kaca yang digunakan pabrikan kendaraan membuat windshield atau kaca jendela.

Bukti nyata terlihat dari langkah Volkswagen yang sudah melakukan penimbunan komponen tersebut. Mereka pun terus mencari pemasok di luar Eropa yang tak terkena dampak dari kelangkaan gas alam.

Melihat hal tersebut, Pemerintah Eropa sudah bersiap. Mereka berencana menggiatkan konservasi dan penjatahan gas untuk industri yang membutuhkan. Gas alam sendiri merupakan bahan bakar yang dibutuhkan untuk melelehkan campuran pasir, soda abu dan batu kapur. Pabrikan pembuat kaca pun banyak mengeluhkan kondisi tersebut.

Suzuki pabrik

Bila sampai terjadi pemutusan sepenuhnya, ditakutkan mereka akan mengalami kerugian. Tak hanya dari sisi produksi, tapi juga kerusakan peralatan. Karena produsen kaca tak bisa serta-merta menghentikan proses pembuatan kaca.

Baca Juga: Honda Civic Type R Dibikin Gaya Station Wagon, Bikin Ngiler!

Sebagai informasi, Jerman yang ramai pemain otomotif mendapatkan pasokan gas alam sebesar 40 persen dari Rusia. Terputusnya pasokan sekaligus meningkatkan harga gas alam menjadi sangat tinggi. Mengingat sebentar lagi Eropa mengalami musim dingin, dan dipastikan permintaan sumber daya alam tersebut mengalami peningkatan tajam.

Kendala pasokan bahan baku memang bukan yang pertama bagi produsen otomotif. Volkswagen Group dan BMW Group pada awal 2022 telah mengalami perlambatan produksi akibat kekurangan komponen elektrikal. Padahal mereka belum selesai terimbas kelangkaan chip akibat pandemi. Di mana produksi komponen tersebut digenjot untuk memenuhi kebutuhan di sektor digital lantaran ledakan permintaan pasar. Alhasil tahun ini saja produksi industri otomotif global terpangkas 2 juta unit.

Pabrik Porsche

Lantas kondisi ini bisakah dimanfaatkan Indonesia untuk mendapatkan keuntungan? Sayangnya meski memiliki pasokan gas alam cukup besar, tapi belum bisa memenuhi permintaan dari Eropa. Pasalnya ketersediaan gas alam yang ada, sudah dialokasikan untuk memenuhi kontrak yang telah diteken dengan beberapa perusahaan. Artinya sudah tidak ada lagi pasokan yang mencukupi untuk memenuhi permintaan Eropa terkait kelangkaan gas alam akibat pemutusan suplai dari Rusia.

Guna memenuhi kebutuhan, Eropa pun melirik Amerika Serikat. Negara adidaya itu pun sejak Juni lalu telah melakukan ekspor sebanyak 57 miliar meter kubik. Di mana 39 miliar meter kubik atau 68 persen dari total tersebut dikirim ke Eropa. Terjadi peningkatan sebesar 5 miliar meter kubik dari tahun lalu.
(MUHAMMAD HAFID / WH)

Baca Juga: Fakta Baru Kecelakaan Tol Pejagan KM 253, Bukan Cuma Gara-Gara Asap

Mobil Pilihan

  • Upcoming

Updates

Artikel lainnya

New cars

Artikel lainnya

Drives

Artikel lainnya

Review

Artikel lainnya

Video

Artikel lainnya

Hot Topics

Artikel lainnya

Interview

Artikel lainnya

Modification

Artikel lainnya

Features

Artikel lainnya

Community

Artikel lainnya

Gear Up

Artikel lainnya

Artikel Mobil dari Oto

  • Berita
  • Artikel Feature
  • Advisory Stories
  • Road Test

Artikel Mobil dari Zigwheels

  • Motovaganza
  • Tips
  • Review
  • Artikel Feature