Beranda Features Pabrikan Supercars dan Premium Terbaru Yang Ikut-Ikutan Produksi SUV (Bagian 1)

Pabrikan Supercars dan Premium Terbaru Yang Ikut-Ikutan Produksi SUV (Bagian 1)

Foto: www.carmagazine.co.uk

JAKARTA, carvaganza.com – Pasar SUV dan crossover memang gurih bagi pabrikan mobil di dunia. Segmen ini mendominasi grafik penjualan mancanegara. Makanya banyak pabrikan sportscars dan supercars yang tadinya tidak melirik SUV/crossover malah ikutan terjun. Misalnya, Porsche, Lamborghini, Jaguar, Maserati dan masih banyak lagi.

Ferrari dan Lotus yang tadinya dikenal sebagai produsen tulen sportscar juga ikut-ikutan bikin. Ditambah lagi dengan Aston Martin dan Bugatti, yang dikenal sebagai manufaktur mobil pemecah rekor dunia. Pasar SUV/crossover memang betul-betul menggoda untuk mendongkrak pundi-pundi perusahaan.

Kami sajikan daftar pabrikan mobil sportscar dan premium yang menjadi penghasil SUV/Crossover.

Ferrari Purosangue
Ini SUV/Crossover pertama Maranello, meskipun kabarnya mereka ogah-ogahan memproduksinya. Ya, tapi siapa yang bisa menahan godaan pasar yang begitu menggiurkan, bahkan bagi sejumlah pabrikan premium, SUV malah menjadi backbone penjualan.

Banderolnya enggak tanggung-tanggung. Di kisaran US$ 350.000 atau nyaris sekitar Rp 5 milyar. Lantas dengan uang segitu dapat apa saja, selain nama yang disandang?

Diramalkan bakal menyandang platform baru yang benar-benar berbeda dengan apa yang diproduksi Maranello selama ini. Dengan positioning sebagai SUV ultra-premium, Purosangue nampaknya ditargetkan untuk menyaingi Bentley Bentayga dan Rolls-Royce Cullinan.

Foto: justmotoring.co.za

Soal mesin, kami masih buta. Mungkin nanti memakai V8 turbocharge atau V-12, seperti yang selama ini diadopsi oleh supercar legendaris pabrikan Enzo Ferrari. Mungkin juga tersedia dalam versi hybrid dan listrik. Ingat, Ferrari punya LaFerrari, hypercar bermesin V-12 hybrid yang menghasilkan tenaga 950 hp. So powerful.

Dengan tenaga pada kisaran 700 sampai 900 hp, Purosangue bakal berkompetisi dengan Bentley Bentayga bertenaga 626 hp, Lamborghini Urus (641 hp) dan Aston Martin DBX yang bermesin V8, 542 hp. Mesin Aston bukan produksi sendiri, melainkan mengadopsi engine Mercedes-AMG.

Dalam hal interior, sampai sekarang belum ada foto yang dirilis ke publik. Jadi bentukan kabin Purosangue seperti apa masih gelap. Tapi selayaknya SUV/crossover, kendaraan jangkung yang bakal diproduksi berkapasitas 4 orang dewasa dengan bagasi yang cukup lega dibandingkan supercar buatannya. Purosangue akan tetap mewarisi DNA Ferrari, seperti Urus mewarisi DNA racing Lamborghini dan Cayenne maupun Macan mewarisi aliran darah Porsche.

Rolls-Royce Cullinan 2019

Meski belum ada intipan interior apalagi infotainment, kita bisa melihat bagaimana Ferrari memproduksi Roma, F8 Tributo atau GTC4Lusso. Maranello memakai pendekatan yang berbeda dalam hal fitur hiburan dibandingkan supercars yang selama ini mereka bangun. Misalnya sistem pengaturan dan fitur dikontrol lewat layar sentuh, bahkan dilengkapi sistem navigasi yang canggih. Material kabin yang dipakai pun dipastikan memiliki kualitas tertinggi untuk memperkuat aura elegan dan ultra-premium yang disandang, bukan hanya sporty.

Jadwal rilis Ferrari Purosangue kemungkinan mundur dari tahun 2022 ke 2023 karena pandemi Corona yang menghambat kerja pabrik.

Lotus SUV
Rencana pembuatan SUV/crossover Lotus sebetulnya sudah diumumkan sejak tahun 2017. Tapi sampai sekarang belum muncul sama sekali, padahal model yang dirilis akan jadi model year 2020. Meski, pecinta Lotus kurang antusias menyambut, potensinya di pasar cukup besar. Apalagi manufaktur sudah menargetkan head to head dengan Porsche Macan.

Mobil ini akan diproduksi di Cina, karena Lotus sudah dibeli oleh pabrikan Geely. Kayaknya sulit diproduksi di Hethel, kapasitas produksinya hanya 5.000 unit per tahun, tak mungkin dipakai untuk memproduksi SUV/crossover massal. Masuknya Geely ke Lotus, membuat mereka  otomatis menjadi sister company Volvo dan Lynk & Co.

Hethel menargetkan pasar Eropa, Jepang dan Amerika Utara. Membidik kalangan SUV enthusiast yang menginginkan kendaraan SUV yang ringan, kompak dan dinamis. Mereka memandang, pasar SUV sedang berubah, bukan sekadar mobil jangkung dan lebar, malah tersegmented lagi. Lotus bakal mengambil ceruk di situ, yang sudah diisi oleh brand Porsche, BMW, Audi dan Mercedes-Benz.

Belum ada detail pasti tentang mobil ini, meski pernah terlihat sedang diuji coba di dekat kantor pusatnya di Hethel, Norfolk, Inggris. Dengan menargetkan Macan sebagai kompetitor utama, maka segala fitur, layout kabin dan material yang digunakan harus ada di atas SUV buatan Porsche itu. Artinya juga, Lotus SUV harus siap menghadapi gigitan BMW X6, Mercedes-Benz dan Range Rover Land Rover.

Dalam hal mesin, sepertinya akan berbagi dengan XC90 begitu juga dalam hal kelistrikan dan fitur-fitur keamanan serta keselamatannya. Bisa jadi, ini cuma XC90 berbaju Lotus. (Bersambung…)

EKA ZULKARNAIN

 

Video Terbaru Youtube Carvaganza

Video Terbaru Youtube The Official Oto

Last Updates

Porsche Rilis 3 Varian Baru Panamera, Apa Saja Ubahannya?

STUTTGART, carvaganza.com – Porsche baru saja mengumumkan tiga varian baru Panamera model tahun 2021. Kehadiran ketiganya menambah line-up big size sedan Bavaria yang sudah...

5 Mobil Beroda Tiga Paling Unik Di Dunia Yang Legal Digunakan Di Jalan Raya

JAKARTA, Carvaganza -- Siapa sangka, ternyata selama ini banyak sekali mobil dengan wujud aneh yang pernah diperbolehkan seliweran di jalan raya. Begini, mobil wajib...

Dua Model Sekaligus, Mitsubishi Luncurkan Xpander dan Xpander Cross Edisi Terbatas

JAKARTA, Carvaganza.com – Menjaga momentum pasar di tengah masa pandemi yang sudah memasuki kuartal terakhir tahun ini, PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia...

10 Model Nissan Dipasangi Fitur NSS 360 Sebagai Standar

TOKYO, carvaganza.com -  Pabrikan mobil asal Jepang, Nissan, mengumumkan bahwa fitur teknologi keselamatan Nissan Safety Shield 360 (NSS) bakal menjadi fitur standar di 10...

Pabrikan Sportscar Perancis Ini Ingin Jadi Ferrari Versi Mini

PARIS, Carvaganza.com – Setiap pabrikan otomotif punya cara dan strateginya sendiri untuk menegaskan eksistensinya di tengah pasar. Apalagi, kalau merek yang dibawa sempat lama...