Pabrikan Mobil Nasional Akan Tambah Negara Tujuan Ekspor

JAKARTA, Carvaganza – Menurut Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), ekspor mobil Indonesia sepanjang tahun 2019 mencapai 332.004 unit. Naik 25 persen dibandingkan tahun 2018 yang mencatat angka 264.553 unit. Namun akibat dampak pandemic COVID-19 dan resesi ekonomi dunia, ekspor mobil Indonesia sepanjang 2020 anjlok 30,1 persen menjadi 232.175 unit dibandingkan pencapaian tahun lalu.

Gaikindo menyatakan, angka 332.023 unit tahun 2019 itu merupakan ekspor mobil dalam bentuk utuh atau Complete Built Up (CBU). Sedangkan ekspor mobil dalam bentuk terurai atau Complete Knock Down (CKD) mencapai 511.425 set, melonjak dari tahun 2018 yang cuma 82.028 set.

Begitu juga angka ekspor 232.175 unit pada 2020, merupakan total pengapalan CBU dari Indonesia. Sementara untuk ekspor mobil secara terurai alias completely knocked down (CKD) di periode sama hanya berhasil berhenti di angka 53.032 unit, anjlok hingga 60 persen secara tahunan atau 133.078 unit.

ekspor mobil nasional

Namun penurunan itu memang disebabkan pandemi Kesehatan yang tidak hanya mengancam Indonesia, melainkan seluruh dunia. Jikalau tidak terjadi pandemi, kemungkinan angka ekspor akan terus meningkat. Artinya kemampuan produksi industri otomotif masih tinggi dan harus terus ditingkatkan. Daya serap pasar mancanegara pun masih terbuka luas.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang di Jakarta belum lama ini mengungkapkan bahwa sejumlah prinsipal mobil di Jepang menyatakan siap memperluas pasar ekspor kendaraan Made In Indonesia. Hal itu terungkap dalam pertemuan Menperin Agus dengan Kementerian Perindustrian di Jepang.

“Beberapa perusahaan yang kami temui menyampaikan bakal terus mengembangkan investasi dan produksinya di Tanah Air,” ucap Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, tak lama ini.

Contoh pertama, datang dari Mitsubishi. Pabrikan Tiga Berlian ini berjanji menambah investasi sebesar Rp 11,2 triliun pada akhir tahun 2025. Kemudian tahun ini memberikan izin tambahan ekspor ke sembilan negara. Dari tadinya 30 negara menjadi ke 39 negara. Kemenperin mengaku, mendorong agar MMKI melakukan ekspor mobil ke Australia. Mengingat perjanjian kerja sama antara kedua negara (IA-CEPA) telah berjalan.

ekspor mobil nasional

Angka ekspor pabrikan mobil

Mitsubishi Indonesia telah mengekspor 154.000 unit Xpander yang diproduksi di Indonesia ke 30 negara hingga 2020. Dengan proyeksi peningkatan kapasitas produksi dari 220.000 unit menjadi 250.000 unit per tahun. Mereka berencana memproduksi beberapa model baru global mulai 2023. Salah satunya yakni Xpander hybrid.

Sementara itu, Honda berencana menambah investasi sebesar Rp 5,19 triliun hingga tahun 2024. Termasuk untuk pengembangan kendaraan model baru yang diproduksi hanya di Indonesia. Kemudian bakal diekspor ke 31 negara di kawasan Asia, Afrika, Amerika Utara dan Amerika Selatan. “Kami mendorong realisasi dari komitmen investasi Honda. Perusahaan ini juga berencana membuka tujuan ekspor baru. Antara lain ke Afrika Selatan pada 2022, serta ke Meksiko, Amerika Utara dan Amerika Selatan pada 2023,” imbuh Agus Gumiwang.

Honda juga telah memproduksi komponen kendaraan. Autoparts ini yang menjadi bagian global supply chain. Lantas pabrikan mengapalkan ke sejumlah negara sepertu Malaysia, Vietnam, Thailand, Pakistan, Saudi Arabia dan Jepang sendiri. Suzuki berencana menginvestasikan Rp 1,2 triliun untuk basis pengembangan produk Ertiga dan Suzuki XL7. Dua jenis kendaraan keluarga ini digadang sebagai mild hybrid dengan teknologi integrated starter generator (ISG). Diklaim ramah lingkungan namun tetap terjangkau bagi masyarakat. Model-model ini untuk tujuan ekspor bagi pasar Asia dan Amerika Latin.

ekspor mobil nasional

Agus menyebutkan, perusahaan berlogo S ini telah mengantongi roadmap EV. Dan menyampaikan bahwa insentif dari kebijakan pemerintah sangat diperlukan untuk meningkatkan produksi mobil elektrik. Lantas dari hasil pertemuan dengan Toyota. Mereka berkomitmen mewujudkan investasi sebesar Rp 28 triliun di Indonesia. Peluang ekspor juga semakin besar dengan pengembangan kendaraan listrik di sini. “Selain ke Australia, kami juga mendorong Toyota untuk membuka pasar ekspor baru. Misalnya di Afrika maupun Timur Tengah,” lanjut Menperin.

Toyota telah mengekspor kendaraan ke 80 hingga 2020 ke negara di wilayah Asia Tenggara, Asia Timur termasuk Jepang. Lalu Asia Selatan, Timur Tengah, Afrika, Amerika Latin, dan Oseania. Raksasa otomotif Jepang ini menyampaikan hendak meningkatkan tujuan ekspor hingga ke 100 negara pada 2024. Selanjutnya, Menperin juga mendorong Mazda untuk membuka pabriknya di Indonesia. Ia merayu dengan menyampaikan berbagai kemudahan investasi. Kemudian dijanjikan banyak insentif bagi investor otomotif baru.

Investasi otomotif di Indonesia

Dengan rasio kepemilikan kendaraan masih kecil. Potensi investasi di Indonesia masih sangat besar. Kemenperin mengusulkan investasi Mazda di Indonesia bisa dimulai dari assembly. Selanjutnya ditingkatkan sambal mengejar local purchase yang makin lama makin tinggi. “Mazda menyampaikan bakal segera melakukan perhitungan kebutuhan investasi di sini. Ketika kami kembali ke Jepang Mei nanti, kita akan mendengar progress dari Mazda terhadap kemungkinan investasi. Mazda menyampaikan fokus memproduksi kendaraan listrik (electric vehicle/EV). Sehingga berpeluang mengisi supply chain untuk baterai. Yakni dengan menggandeng industri produsen baterai kendaraan,” ucap AGK.

ekspor mobil nasional

Kemenperin mencatat, selama ini Indonesia telah diguyur investasi sebesar Rp 97,3 triliun. Angka sebesar itu berasal dari empat prinsipal otomotif raksasa asal Jepang. Yakni Toyota (Rp 63 triliun), Honda (Rp 6,2 triliun), Suzuki (Rp 21 triliun), dan Mitsubishi (Rp 7,1 triliun). Keempat perusahaan menyatakan siap menjadikan Indonesia sebagai basis produksi. Hasil produksinya kemudian dijajakan dalam memenuhi kebutuhan pasar domestik hingga ekspor.

Sampai 2024, Toyota berjanji memperluas pasar ekspor mobil sebanyak 100 negara. Kemudian Honda (31 negara), Suzuki (100 negara) dan Mitsubishi (39 negara). Ekspansi lahan otomotif di mancanegara ini dilakukan seiring dengan peningkatan kapasitas produksi. Menurut data Kemenperin, total penyerapan tenaga kerja dari investasi empat prinsipal ini bakal mencapai 9.000 orang. (ANJAR LEKSANA/EZ)

Artikel yang direkomendasikan untuk anda