Mesin Maserati MC20 Adopsi Teknologi F1 Dan Dibuat Sendiri, Ini Kelebihannya

Modena, Carvaganza.com - Maserati bersiap meluncurkan MC20. Produk baru yang harusnya rilis Mei, tapi karena pandemi harus diundur ke September mendatang. Model penerus MC12, yang sukses mengembalikan pabrikan ke dunia balap.

Super sportscar ini diperkuat mesin yang totally baru. Tak lagi memanfaatkan hasil pengembangan sang saudara seperusahaan, Ferrari. Cukup lama pabrikan mendesainnya, kini hadir dengan inovasi menarik. Lantaran menganut teknologi dari Formula 1, terutama pada struktur ruang pembakaran. Unit didesain di Maserati Innovation Lab di Via Emilia Ovest, dan bakal diproduksi di fasilitas di Viale Ciro Menotti, Modena. Begini spesifikasi lengkap dan kelebihannya.

Dapur pacunya bernama Nettuno atau Neptunus. Tokoh dewa mitologi yang berhubungan langsung dengan logo Maserati, Trisula. Diseting V6 bersudut 90 derajat, bukan V8 yang digunakan pada Levante Trofeo atau V12 di MC12. Secara dimensi memiliki panjang 600 mm, lebar 1.000 mm dan tinggi 650 mm. Bobotnya sendiri kurang dari 220 kg.



Kubikasinya diatur hingga 3,0 liter, dengan konfigurasi diameter langkah 82 x 88 mm. Sementara kompresinya tinggi mencapai 11:1. Ini masih disokong Twin Side Turbo with electronic actuated Waste Gate, sebagai penyempurna pembakaran, sehingga semburan energi dorong lebih bertenaga. Tenaganya pun lebih mantap dari V8 atau V12. Mencapai 621 hp (630 PS) yang tersembur di putaran mesin 7,500 rpm. Torsinya pun mantap, 730 Nm muncul sejak 3.000 rpm.

Pembakaran Pre-Chamber
Sistem pelumasan menggunakan model dry sump. Diklaim menjadi solusi klasik bagi super sportscar, sehingga mesin terjaga. Tak hanya berkat setingan di atas, poin utama dari mesin baru Maserati adalah pengaplikasian sistem pembakaran pre-chamber, bersama pemasangan busi ganda di tiap ruang silinder. Inilah teknologi yang diadopsi dari mobil balap Formula 1.

Pre-chamber Maserati merupakan ruang pembakaran tambahan yang ditempatkan tepat di atas kepala piston. Bentuknya menyerupai pipet dan ujungnya terpasang busi. Ketika udara dan bahan bakar tercampur dalam ruang silinder, piston menekannya masuk ke pre-chamber untuk dibakar. Karena tekanan begitu besar, hasil pembakaran menyembur kembali ke ruang silinder. Menariknya merek asal Modena, Italia ini mendesain ujung pre-chamber dengan rupa bintang. Alhasil aliran dari hasil pembakaran mengalir secara merata ke kepala piston. Karena ledakan daya yang begitu besar, membuat mobil dapat melaju lebih cepat.

Seperti dikatakan sebelumnya, terdapat busi ganda. Part satu lagi berada di samping dan mencuat langsung ke ruang silinder. Ini bertindak layaknya sistem pembakaran normal. Fungsinya untuk menghasilkan pembakaran ketika mesin dideteksi tak membutuhkan aktivitas pre-chamber untuk melesat. Untuk penyaluran bahan bakar, Maserati menerapkan sistem injeksi kembar, direct dan indirect. Terhubung dengan suplai bahan bakar bertekanan 350 bar, sistem mampu mengurangi suara bising, sekaligus mereduksi emisi dan meningkatkan efisiensi konsumsi bahan bakar.

Sebagai penanda kembalinya Maserati ke dunia balap, sudah pasti MC20 akan dihadirkan versi racing-nya. Selain itu ada dugaan varian atap terbuka disajikan nanti, guna memenuhi kebutuhan pelanggan yang beragam. Kabarnya meluncur 2021. Begitu pula versi elektrifikasi, mengingat dunia otimotif kini tengah berlomba-lomba mengembangkan kendaraan ramah lingkungan. Jantung listriknya sendiri dikatakan merupakan desain Maserati sendiri.

MUHAMMAD HAFID

Artikel yang direkomendasikan untuk anda